Usaha Ternak Lele
Posted in: Umum

Usaha Ternak Lele

Usaha Ternak LeleUsaha Ternak Lele

Dari Tahun ke tahun permintaan konsumen akan ikan lele memang terus meningkat, selain untuk konsumsi, ikan ini juga dugunakan untuk usaha pemancingan. ternak Lele memang dikenal mudah daripada ternak ikan lainnya. biaya yang cukup murah sehingga prospek ternak lele bisa di bilang cukup cerah.
Bagi anda yang berkeinginan untuk beternak Lele, hal-hal yang perlu di persiapkan antara lain :

A. Persiapan kolam.

untuk menyiapkan kolam lele, beberapa tahapan yang perlu dipersiapkan dan di perhatikan antara lain :

1. Lahan
Persiapkan lahan kosong untuk digunakan sebagai kolam, pilih lahan yang agak luas, dekat dengan sumber air, serta mempunyai siklus ekosistem yang baik. ada beberapa jenis kolam ikan lele yang ada di masyarakat saat ini, antara lain kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, dan kolam keramba. masing-masing tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan nya sendiri-sendiri.
2. Ukuran kolam
Idealnya kolam Lele mempunyai kedalaman sekitar 1 sampai 1,5 meter. ini dimaksudkan agar cahaya matahari dapat menembus sampai ke dasar kolam, jika terlalu dalam maka sinar matahari tidak akan tembus sampai ke dasar dan tidak mempengaruhi perkembangan bakteri di dasar kolam. untuk ukurannya bisa di sesuaikan dengan ketersediaan lahan
3. Pembuatan
Setelah kolam selesai di buat, maka selanjutnya sebelum kolan benar-benar di gunakan adalah melakukan melakukan pengeringan dengan menggunakan sinar atahari secara langsung sampai benar-benar kering. hal ini dimaksudkan untuk membunuh mikro organisme yang bisa menjadi sumber penyakit. dalam proses pengeringan, biasanya memakan waktu satu minggu atau kurang dari itu jika matahari sedang terik.
4. Pemulihan struktur tanah
Setelah kolam benar-benar kering, maka dilakukan lah pembajakan atau pencangkulan tanah. hal ini dimaksudkan agar tanah kembali menjadi gembur. namun pada dinding kolam dilakukan perbaikan ulang untuk mencegah agar tanah dinding kolam tidak lengser.
5. Pengapuran
Kolam yang telah dilakukan perbaikan ulang selanjutnya di beri kapur dolomit dengan cara di sebar. untuk dosisnya di nsesuaikan dengan luas kolam. namun pada umum nya menggunakan takaran 250-450 gram per meter persegi nya. tujuan dari pengapuran ini adalah untuk menyeimbangkan kadar keasaman. selain pengapuran dasar kolam juga di beri pupuk organik berupa pupuk kandang mauun kompos yang telah di campur dengan pupuk anorganik seperti urea dan TSP. untuk dosisnya sama seperti pengapuran, kecuali pupuk an organik yang menggunakan dosis 15 gram per meter nya. pemupukan ini bertujuan untuk memberikan nutrisi bagi mikroorganisme atau cacing yang kemudian bisa menjadi makanan alami ikan lele

B. Pembibitan ikan Lele

Setelah segala proses dalam pembuatan kolam telah selesai dan kolam sudah benar-benar siap di gunakan, maka selanjutnya yang perlu di persiapkan antara lain :

1. Pemilihan
Pilihlah bibit yang benar-benar berkualitas, karena kualitas bibit nantinya akan berpengaruh pada keberhasilan beternak lele. banyak yang merekomendasikan bibit lele yang baik adalah jenis sangkuriangyang merupakan perkembangan dari ikan lele jumbo.
2. Kesehatan bibit
Bibit yang baik adalah bibit yang gerakannya lincah, gesit, normal, dalam artian tidak ada luka maupun cacat, serta tidak berpenyakit. hindari membeli jenis bibit yang terlalu kecil karena ketahanan nya masih angin anginan. standart nya ukuran bibit lele adalah 5 sampai 7 cm.
3.Penebaran
Setelah bibit sudah di siapkan dan benar-benar dipilih, , maka di lakukan penebaran. sebaiknya penebaran dilakukan secara bertahap, artinya ketika bibit sudah siap, maka rendam wadah bibit selama kurang lebih 1 jam agar bibit benar-benar beradaptasi dengan perubahan suhu air. jika sudah siap, maka tebar dengan takaran yang ideal nya adalah 200-400 ekor per meter perseginya. dengan kondisi kedalaman air 1 sampai 1,5 meter.

C. Pakan

1. Pemilihan
Banyak di pasaran beredar pakan lele dengan aneka merk. namun ada baik nya memilih pakan yang memiliki rasio jumlah pakan lebih kecil dibanding dengan rasio pertumbuhan daging.
2. Pakan tamabahan
ikan Lele adalah jenis ikan yang banyak makan nya. maka pakan tambahan perlu di siapkan untuk alterntif ketika harga pakan utama dirasakan terlalu mahal. di antara makanan tambahan adalah pelet , yang mengandung nutrisi komplit.
3. Pemberian pakan
Pemberian pakan untama idealnya adalah ketika ikan sedang aktif, yaitu sore atau malam hari. untuk frekuensi nya bisa sebanyak 4 atau 5 kali dalam sehari, karena ikan lele memerlukan pakan 3 sampai 6 % dari bobot badannya.
4. Pakan pendamping
Jika lele sudah tumbuh agak besar, maka bisa diberikan pakan pendamping seperti keong emas, daging ayam yang mati di tabrak motor di jalan raya. sebelum nya daging di cincang-cincang sampai halus baru di berikan pada ikan lele.

D. Pengairan

1. Suhu
Suhu lingkungan yang cocok dengan ikan lele adalah berkisar antara 20 derajat c sampai 28 derajat celcius.
2. Sterilisasi
Hindari kolam kemasukan air limbah atau kemasukan bahan kimia, karena bisa berbahaya bagi ikan lele.
3. Tenang
ikan Lele menyukai air yang tenang meskipun keruh dan sedikit kandungan oksigen nya. namun jika terdapat tanda-tanda air sudah bau, juga beberapa ikan lele mati, maka sebaik nya air kolam di ganti minimal 50%.

Recent Posts