Posted in: Umum

tokoh pertama filsafat modern adalah

tokoh pertama filsafat modern adalah

 

Latar Belakang Renaisans

Zaman pertengahan merupakan zaman kegelapan dimana pengaruh keagaaman sangat terasa. Gereja mengatur selurus aspek kehidupan masyarakat dari kreativitas sampai pemerintahan. Raja sendiri seolah tidak memiliki kekuasaan, karena gerejalah yang sebenarnya mengatur pemerintahan, ini dikarenakan semua kepentingan haruslah demi kepentingan gereja, jika tidak gereja akan memberikan hukuman yang kejam. Pemikiran manusia pada zaman ini mendapat doktrinasi dari gereja sehingga segala tujuan selalu dikaitkan dengan tujuan akhir yakni takdir manusia telah ditentukan oleh Tuhan.
Renaisans muncul dari timbulnya kota-kota dagang yang makmur akibat perdagangan. Mereka membebaskan diri menjadi masyarakat yang bebas, termasuk melepaskan diri dari ikatan agama sehingga fokus dalam hal kemajuan. Dukungan dari keluarga saudagar kaya memberikan semangat Renaisans sehingga menyebar ke seluruh Italia dan Eropa.
Zaman Renaisans terjadi pada abad ke-14 M sampai abad ke-17 M, dimulai dari Italia kemudian menyebar ke seluruh Eropa di akhir abad pertengahan. Renaisans merupakan kelahiran kembali dari budaya Yunani dan Romawi kuno, masyarakat Italia percaya bahwa zaman Renaisans merupakan kembalinya sumber pengetahuan dan standar dari keindahan maupun tata krama yang telah dibentuk oleh masyarakat Yunani dan Romawi Kuno.[1]
Sedangkan istilah Renaisans pertama kali disebut oleh Vasari, kemudian Michelet. Pada 1860 M Jacob Burckhardt kembali memperkenalkan istilah tersebut dalam karyanya: Die cultuur der Renaissance in Italien. Sejak tahun 1860 M itulah istilah Renaisans populer digunakan.
Pusat dan awal dari Renaisans Eropa terletak di Florence, Italia pada abad 14 M. Ini dikarenakan faktor kekhasan sosial dan kemasyarakatan Florence pada struktur politik, perlindungan keluarga bangsawan, serta keluarga Medici yang memberikan perlindungan kepada segolongan sarjana Yunani yang akhirnya mengabdikan diri ke keluarga tersebut.[2] Florence juga merupakan kota yang strategis dan pusat industri wol terbaik di Italia, sehingga Florencia menjadi pusat perdagangan dan kota pertemuan dagang yang kaya raya.
Dengan jatuhnya Konstatinopel di tahun 1453 M menghasilkan gelombang imigran yang membawa naskah dari Yunani Kuno, yang kemudian menjadikan fokus baru untuk mempelajari karya-karya Yunani, filsafat, serta matematika. Selain itu, selama abad ke 14 M, masyarakat Italia umumnya menghabiskan sebagain besar uangnya untuk mendukung seni. Sehingga banyak yang mengatakan bahwa Renaisans menjadi tempat mencari karya seni yang akan membantu talenta-talenta seni mengubah sejarah Barat dari zaman pertengahan ke zaman baru.[3]
Wabah hitam juga menjadi latar belakang secara tidak langsung terjadinya Renaisans. Wabah hitam yang terjadi pada tahun 1348 M menhancurkan hampir separuh populasi Italia, dan megakibatkan resesi ekonomi. Mereka yang akhirnya selamat dari wabah ini menjadi lebih kaya dari sebelumnya, serta bertindak sebagai pendorong untuk menjalani kehidupan yang mewah.[4] Masyarakat meningkatkan mobilitas sosial mereka, terutama di Florence, dimana rakyat ingin merekam status sosial dan politik masing-masing. Seni rumah, harta benda, dan pakaian adalah cara memeragakan status dan menyumbang kembali kebangkitan budaya.

Recent Posts