Setelah 30 Tahun Menunggu SK Kemenristek, UM Bandung Diresmikan

Setelah 30 Tahun Menunggu SK Kemenristek, UM Bandung Diresmikan

Setelah 30 Tahun Menunggu SK Kemenristek, UM Bandung Diresmikan
Setelah 30 Tahun Menunggu SK Kemenristek, UM Bandung Diresmikan

CIDADAP – Setelah 30 tahun menunggu, akhirnya rencana pendirian Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung terealisasi dan diresmikan kemarin (23/8). Menurut Ketua Panitia UM Bandung Dadang Syarifuddin, UM Bandung baru mendapatkan keterangan pendirian dari Kemenristek pada akhir Juni. Kemudian pada petengahan Juli, barulah mendapatkan surat resmi tersebut. ”Kita bersyukur, akhirnya bisa meresmikan UM Bandung,” ungkap Dadang kepada wartawan saat jumpa pers di Hotel Harris, Jalan Ciumbuluit, kemarin.

Dia menjelaskan, UM Bandung memiliki 11 Prodi. Di mana berbasis sains dan teknologi di antaranya Teknik Elektro, Teknik Informatika, Teknik Industri, Farmasi, Bio Teknologi, dan Teknologi Pangan Halal. Sedangkan untuk sosial, di antaranya Psikologi, Ilmu Komunikasi, Akuntansi Publik, Agri Bisnis dan Kriya Fashion. Di antara 11 prodi tersebut, terdapat dua jurusan yang menjadi unggulan yaitu Kriya Fashion dan Teknologi Pangan Halal.

Dengan kultur Kota Bandung yang menjadi kota fashion, hal ini mampu menjawab rasa penasaran pangsa pasar fashion. Lalu terkait Teknologi Pangan, dengan berkembangan zaman, teknologi dalam pangan harus mampu membawa pembaruan dari bidang pangan.

Dengan adanya UM Bandung ini, menambah deretan Perguruan Tinggi Muhammadiyah

di Indonesia. Tercatat, saat ini total perguruan tinggi Muhammadyah 147 yang tersebar di Indonesia.

Menurut Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad, adanya UM Bandung mengaplikaikan peran Tri Dharma Perguruan Tinggi. ”Mampu memecahkan permasalahan yang ada di masyarakat,” ungkapnya.

Diakui olehnya, terutama Indonesia masih banyak persoalan, di antaranya kemiskinan, pengangguran, ekonomi dan lain sebagainya. Sehingga dengan bertambahnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah ini, bisa mengurangi beban masyarakat.

Selain itu, adanya program teknik di UM Bandung bisa menambah orang-orang teknik di Indonesia. Pihaknya mengatakan, berdasarkan data dari kemenristek orang-orang teknik hanya berkisar 10 persen hingga 15 persen.

”Artinya, dalam jangka empat tahun ke depan UM Bandung akan menambah lulusan di Teknik,” jelasnya.

Rektor UM Bandung Suyatno mengatakan, UM Bandung berkurikulum terbaru

untuk perguruan tinggi, yaitu Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). ”Itu adalah kurikulum yang harus diterapkan, sehingga kami sudah merancangnya dengan baik,” ungkapnya.

Pihaknya mengatakan tidak ada kesulitan untuk nanti pelaksananya. Pihaknya pun bertekad untuk melaksanakan sebaik mungkin. ”Jika kami tidak berbasis KKNI, UM Muhammadiyah tidak akan ada mendapatkan izin,”ungkapnya.

Untuk beasiswa, saat ini membuka peluang sebesar-besarnya. Bahkan, saat ini

terdapat beasiswa 50 persen untuk para mahasiswa baru yang mendapat. Lebih jauh lagi, dengan berjalannya waktu ada beragam beasiswa untuk para mahasiswa.

Sehingga, untuk calon mahasiswa baru yang kurang mampu tidak usah khawatir terkait hal itu. Saat ini, lanjut dia, pihaknya sedang mengerjakan pembangunan lahan seluas satu hektare di Soekarno Hatta yang berdekatan dengan UIN SGD Bandung dan Stikes Bakti Kencana.

 

Sumber :

https://jilbabbayi.co.id/struktur-novel/