Posted in: Umum

Risiko Telat Membayar Premi Asuransi

Ketika Anda terdaftar sebagai perusahaan asuransi, ini berarti Anda telah menyetujui hak dan tanggung jawab yang Anda miliki dengan perusahaan asuransi. Ini agar Anda bisa memanfaatkan asuransi dan proses berjalan dengan lancar. Salah satu tanggung jawab yang harus Anda penuhi adalah membayar premi, tetapi cakupan asuransi, tepat waktu. Jangan terlambat membayar premi asuransi.

Jadi, apakah resiko jika Anda terlambat membayar premi asuransi?

1. Status keanggotaan akan ditangguhkan
biaya perawatan stroke
Membayar premi tepat waktu adalah tanggung jawab paling penting dari seorang peserta asuransi. Jika Anda akhirnya membayar premi, ini akan memengaruhi status keanggotaan Anda.

Asuransi akan menunda status keanggotaan Anda sampai Anda membayar premi atau kontribusi yang disepakati. Jika status keanggotaan Anda tidak aktif, ini berarti Anda tidak dapat menggunakan asuransi atau klaim akan ditolak.

Ini juga berlaku bagi Anda yang terdaftar sebagai peserta dalam Kertas Kesehatan Nasional – Asuransi Kesehatan Indonesia (JKN-KIS) dari BPJS Kesehatan. Sesuai dengan Peraturan Presiden No. 28 tahun 2016 tentang Asuransi Kesehatan, jika peserta BPJS terlambat membayar iuran alias premi BPJS selama sebulan, maka jaminan peserta akan tertunda.

Jaminan ini akan diperpanjang setelah Anda membayar semua tunggakan dan melunasi hutang Anda dengan benar. Setelah itu, Anda hanya dapat menggunakan layanan kesehatan yang disediakan oleh BPJS sesuai dengan peraturan yang berlaku.

2. Rupa
persiapan rumah sakit
Bagi Anda yang suka membayar premi asuransi, berhati-hatilah untuk mendapatkannya. Ini termasuk Anda yang merupakan anggota BPJS Kesehatan yang terdaftar.

Berdasarkan Peraturan Presiden No. 28 tahun 2016 tentang Asuransi Kesehatan, batas pembayaran premi asuransi maksimum adalah 30 hari. Tenang, Anda tidak akan didenda karena membayar tagihan kontribusi BPJS Anda.

Namun, jika Anda telah membayar tunggakan, Anda tidak akan dapat menggunakan kartu BPJS untuk layanan pasien dalam waktu 45 hari setelah kartu BPJS aktif kembali. Jika dalam 45 hari Anda membutuhkan layanan pasien yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan, Anda akan didenda 2,5 persen dari total biaya dan dua kali lipat tunggakan.

Contohnya adalah ini: Anda telah terdaftar sebagai peserta BPJS di kelas I dan Anda terlambat membayar kontribusi Anda selama 3 bulan. Jadi, Anda memerlukan rumah sakit dengan total biaya 20 juta rupiah. Kemudian, Anda akan didenda 2,5 persen dari jumlah tunggakan, sehingga jumlah denda yang harus dibayar adalah 1,5 juta rupiah.

Sebagai solusi, Anda harus menunggu 45 hari setelah kartu BPJS Kesehatan diaktifkan kembali. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan perawatan pasien tanpa didenda.

3. Status keanggotaan diblokir
memilih dan menciptakan asuransi kesehatan
Jika Anda terus membayar premi yang terlambat dan tidak membayar, kemungkinan yang paling besar adalah status keanggotaan Anda akan diaktifkan. Ini berarti Anda tidak dapat lagi menggunakan asuransi untuk layanan kesehatan.

Menurut persyaratan standar Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), pembayaran premi, atau kontribusi asuransi, harus dibayar penuh dalam waktu 30 hari. Jika lebih dari waktu dan biaya tetap signifikan untuk periode waktu tertentu, status keanggotaan Anda akan secara otomatis dibatalkan.

Akibatnya, Anda harus mereasuransikan sejak awal dan memenuhi tanggung jawab yang disepakati dengan perusahaan asuransi. Untuk mencegah hal ini terjadi, pastikan Anda membayar premi dengan benar, ya!

Hello Health Group dan Hello Healthy tidak memberikan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Silakan lihat halaman kebijakan editorial untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga: