REVIEW BUKU HAJI – ALI SHARIATI

REVIEW BUKU HAJI – ALI SHARIATI

REVIEW BUKU HAJI - ALI SHARIATI
REVIEW BUKU HAJI – ALI SHARIATI

Hidup kita bagaikan sandiwara dimana kita menyaksikan pergantian siang dan malam yang tidak berkesudahan. Sebuah pertunjukan dimana kita memiliki sebuah perjuangan.

Haji sangat bertentangan dengan perjuangan-perjuangan tanpa tujuan hajia adalah pemberontakan melawan nasib malang yang di sebabkan oleh kekuatan-kekuatan jahat dan dapat memutuskan jerat-jerat yang menjaring dirimu. Merupakan cakrawala yang terang benderang dan jalan yang terhampar menuju keabadian/menuju Allah yang maha besar.

Manusia bagaikan srigala,domba, anjing dan tikus yang memiliki sifat-sifat bodoh, kejam, tamak. Maka allah memerintahkan untuk menunaikan ibadah haji. Disananlah Allah menunggumu menanti kedatanganmu.

Didalam pertunjukan haji dimulai di miqat yang terletak  8mil disebelah selatan madinah yang mengharuskan untuk menutupi diri dengan baju ihram yang telah ditentukan agar tidak menimbulkan perpecahan karena di tempat itulah (Miqat) seluruh pelosok dunia yang akan menunaikan ibadah haji berkumpul disana tujuannya agar manusia bertekad untuk kembali kepada allah. Dan disana pula kalian akan menyaksikan tubuhnya sendiri yang mati dan menziarahi kuburannya sendiri (agar ingat kematian) kemudian di bangkitkan kembali. Setelah itu manusia melanjutkan perjalanan menempuh padang pasir yang terletak antara miqat dan miad.

Begitulah yamg akan kalian saksikan di hari kiamat nanti. Yang terlihat hanyalah gelombang manusia yang berpakaian serba putih (kain kafan). Jasad-jasad telah ditinggalkan di miqat dan yang bergerak adalah ruh-ruh mereka.

Sebelum daripada itu engkau harus menyatakan niat untuk menuju rumah ummat manusia. Kemudian engkau melakukan sholat ihram di miqat, disana engaku mengenakan pakaian putih (kafan) yang akan dikenakan di akhirat nanti.

Semuanya menyerukan “Labbaika, Allahuma Labbaika” . setiap orang dimanapun juga ia berseru kepada Allah yang maha besar ketika engkau sedang menghampiri ka’bah, perasaanmu akan bergejolak karena engkau akan merasakan keberadaan Allah.

Mungkin sekali engkau telah membayangkannya sebagai sebuah karya arsitektur yang indah dengan langit-langit yang menutupi keheningan spiritual. Mungkin pula engkau telah membayangkan sebagai sebuah musolleum yang tinggi. Yang engkau saksikan hanyalah sebuah ruangan persegi yang kosong yang menjadi pusat agama,  sholat, dan kematian.

Ibadah haji sama sekali bukanlah tujuan terakhir melainkan sebagai petunjuk arah. Ka’bah adalah awal perjalanan bukan akhir. Anehnya, di ka’bah tidak adasatupun yang dilihat akan tetapi disebelah barat ka’bah ada sebuah tembok rendah yang berbentuk setengah lingkaran dan menghadap ke ka’bah. Bangunan itu disebut Hajar ismail yang bertarti pangkuan ismail( istri ibrahim yang melahirkan ismail). Disanalah rumah hajar dan kuburannya berada di dekat pilar ka’bah yang ketiga.

Diantara hajar ismail dengan ka’bah ada sebuah gang sempit. Allah memerintahkan kalian agar ketika melakukan thawaf kita juga mengelilingi kedua bangunan tersebut. Jika tidak, MAKA IBADAH HAJI YANG KITA LAKUKAN TIDAK DITERIMA ALLAH SWT

Baca Juga :