Posted in: Pendidikan, Umum

Pengertian Politik Secara Umum

Indonesia adalah bagian dari sistem politik dunia, setiap sistem politik Indonesia akan mempengaruhi sistem politik negara tetangga atau lainnya. Struktur kelembagaan atau ciri khas Indonesia akan terus berinteraksi secara dinamis, saling mempengaruhi, menciptakan sistem politik yang hanya ada di Indonesia. Namun spesifikasi sistem politik Indonesia tidak dapat ditingkatkan jika kemampuan positif struktur dan fungsinya belum dipertimbangkan dengan sistem politik negara lain.

Salah satu syarat penting dalam sistem politik Indonesia adalah melalui pengembangan wawasan dengan ن with ر yang dibutuhkan oleh lembaga nasional maupun internasional. Artinya, lingkungan internal dan eksternal sebagai batasan sistem politik Indonesia harus dipahami terlebih dahulu.

Pengertian Politik

Politik adalah proses proses dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain merupakan proses pengambilan keputusan, khususnya di suatu negara. Definisi ini merupakan upaya gabungan antara berbagai definisi yang berkaitan dengan realitas politik yang sudah dikenal dalam ilmu politik.

Politik adalah seni dan ilmu untuk mendapatkan kekuasaan konstitusional atau inkonstitusional. Penghapusan politik dapat dilihat dari perspektif yang berbeda:

  • politik adalah upaya warga untuk menciptakan kebersamaan (teori klasik Aristoteles).
  • politik adalah masalah yang berkaitan dengan perlakuan terhadap pemerintah dan negara
  • politik adalah kegiatan yang bertujuan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat.

Dalam urusan politik, perlu diketahui beberapa hal penting, di antaranya: kekuatan politik, legitimasi, sistem politik, aksi politik, partisipasi politik, proses politik, dan juga tidak penting mengetahui sisipan politik dan partai.

Fungsi Politik

Sosialisasi Politik merupakan cara untuk memperkenalkan nilai-nilai politik, sikap dan etika politik yang ada atau dianut oleh suatu negara.

Pembentukan sikap politik atau pembentukan sikap dan masalah politik membutuhkan waktu yang lama melalui proses yang dilakukan tanpa henti. Menurut Gabriel Almound, dalam Sosialisasi Politik terdapat dua hal penting, yaitu: Sosialisasi Politik Berkelanjutan sepanjang hidup.

Sikap dan nilai diperoleh dan dibentuk saat anak akan berubah atau diperkuat pada saat terjadi berbagai pengalaman sosial. Pendidikan sekolah, pengalaman keluarga dan pengalaman sosial berperan dalam memperkuat konten juga dapat berubah secara dramatis.

Sosialisasi politik dapat berupa transmisi dan pengajaran. Artinya dalam sosialisasi, terdapat interaksi antara sikap dan masalah politik lansia kepada generasi muda yang membutuhkan belum fleksibel. Transmisi dan ajaran tersebut dapat dilakukan: interaksi langsung dalam bentuk ajaran formal atau ajaran ideologis.

Contoh: mengajar mata pelajaran Pancasila di perguruan tinggi. Interaksi secara tidak langsung, yaitu sangat berpengaruh pada masa kanak-kanak, dimana menurut sifat oposisi atau dengan orang tua, guru atau teman yang berubah sikap ketika anak menjadi pemimpin politik dan antar warga. Misalnya menghimpun anak, pengalaman yang didapat kejadian sisa keluarga dan kewenangan orang tua.

Keadaan dan pengalaman tersebut lahir secara prematur, setiap kompilasi yang terjadi di suatu negara yang dapat diatasi dengan keadaan dan pengalaman ketika masih muda, juga akan menimbulkan kebencian yang terwujud dalam partisipasi politik ilegal seperti demonstrasi, oposisi dan gerakan subversif. Sosialisasi politik dilakukan melalui berbagai institusi antara lain: keluarga, sekolah, kelompok sosial, pekerjaan dan media massa.

Sumber: blog.malavida.co.id