Peneliti UI: Yang Penting Bekerja Sebaik-baiknya

Peneliti UI: Yang Penting Bekerja Sebaik-baiknya

Peneliti UI Yang Penting Bekerja Sebaik-baiknya
Peneliti UI Yang Penting Bekerja Sebaik-baiknya

Perbedaan penilaian pemeringkatan perguruan tinggi di Indonesia berdasarkan versi dunia

dengan yang dilakukan Kementerian Riset dan Pendidikan ternyata tidak membuat para peneliti di Universitas Indonesia menjadi frustasi. Mereka tetap berkarya menorehkan nama mereka di jurnal-jurnal internasional untuk terus menaikan posisi Indonesia di ranking universitas dunia.

Manneke Budiman, Wakil Dekan Bidang Akademi, Riset, dan Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia menanggapi perbedaan pemeringkatan tersebut dengan santai.

“Akhirnya (saat ini) kami tidak terlalu fokus dengan apa yang peringkat apapun yang dibuat Dikti.

Karena bagi kami yang penting bekerja yang sebaik-baiknya. Pengakuan datang sendiri dan itu terbukti dari beberapa rangking internasional yang utama. Itu memang klop, kami adalah yang di atas,” tutur Manneke, Selasa (13/11).

Menurut Manneke, pernyataannya itu tidak dimaksudkan untuk mengatakan bahwa UI memang lebih baik dari ITB, UGM, dan universitas papan atas lainnya di Indonesia. Namun persoalan yang muncul dan menjadi ruwet karena penilaian sistem pemeringkatan yang dibuat Dikti berbeda dengan parameter lembaga pemeringkatan universitas kelas internasional.

“Pasti standar pe-ranking-an yang mereka pakai berbeda ya, karena hasilnya itu bedanya juga sangat signifikan,

” tutur peneliti bidang budaya yang sudah menghasilkan banyak karya ilmiah terkait budaya Indonesia.

Manneke memaparkan saat ini UI konsisten mengejar standar kualitas dan kuantitas publikasi internasional berdasarkan QS Time Higher Education (THE) dan Scopus. Pada papan penilaian THE, Universitas Indonesia saat ini menduduki posisi 601-800 ranking universitas terbaik dunia. Pada QS World University Ranking, UI ada di peringkat 292 dunia dan 57 universitas terbaik di benua Asia dan nomor satu di Indonesia. Pemeringkatan THE didasarkan penilaian 13 indikator kinerja mendasari lima metrik yakni penelitian, pengajaran, pengaruh penelitian, pendapatan industri dan international outlook.

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/