Posted in: Umum

Pembagian Batang Kayu Penting? Dasar Pertimbangan dan Pelaksanaannya

Pembagian Batang Kayu Penting? Dasar Pertimbangan dan Pelaksanaannya

Pemanenan hutan merupakan rangkaian kegiatan pemanfaatan hutan produksi dengan tujuan menghasilkan hasil hutan berupa kayu dan bukan kayu dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat (Junaedi, 2019).

Dimana kegiatan pemanenan hutan pada hasil hutan kayu meliputi penebangan, pengumpulan, pembagian batang, permuatan kayu ke alat pemuat transportasi mayot atau secara sederhana bahwa petak tebang adalah suatu areal yang dilayani oleh satu TPn.

Dalam kegiatan pemanenan kayu pada bagian pembagian batang dikenal dengan istilah bucking yang berarti pemotongan batang pohon setelah ditebang menjadi sortimen-sortimen dengan ukuran tertentu.

Sebelum melakukan bucking, kegiatan penebangan harus dilaksanakan diawal kegiatan pemanenan hutan. Dimana penebangan merupakan langkah awal dari kegiatan pemanenan kayu, meliputi tindakan yang diperlukan untuk memotong dari tunggaknya secara aman dan efesien (Suparto, 1979).

Berdasarkan hal itu, ada beberapa pertanyaan yang dibahas dalam dunia kampus kehutanan yaitu:

“Jelaskan mengapa kita perlu melakukan pembagian batang” 

Karena pembagian batang mempunyai peran penting dalam meningkatkan nilai ekonomis, memisahkan berbagai sortimen kayu sesuai dengan peruntukkannya dan berperan untuk mempermudah pengangkutan dari satu batang pohon dengan memperhatikan azas peningkatan mutu sesuai penggunannya (Elias, 1998). Hal ini didukung oleh dengan pernyataan Supriyati (2020) bahwa kegiatan pembagian batang perlu dilaksanakan untuk mendapatkan kualitas dan volume yang maksimum bagi setiap kayu log yang dihasilkan.

“Jelaskan apa itu pembagian batang, dasar pertimbangan dan bagaimana pelaksaaannya”

Pembagian batang merupakan kegiatan pemanenan hutan dengan memotong batang pohon setelah ditebang menjadi sortimen-sortimen dengan ukuran tertentu yang tujuannya untuk mendapatkan nilai tambah (added value) pohon kayu bulat bernilai tinggi dan laku dipasaran dengan penerapan manajemen batang per batang.

Adapun dasar-dasar pertimbangan dalam kegiatan pembagian batang, adalah sebagai berikut (Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, 2013):

  1. Untuk mengurangi berat, berarti kayu yang disarad keluar harus betul-betul kayu yang laku dijual, hingga bagian yang tidak laku dijual dapat ditinggal ditempat tebangan, juga untuk menyesuaikan kapasitas alat sarad.
  2. Membuang bagian yang cacat atau berpenyakit.
  3. Untuk mempercepat penjualan, dengan jalan menyediakan ukuran-ukuran kayu yang banyak diminta pasar.

Adapun pelaksanaan pembagian batang, adalah sebagai berikut menurut Prajatinata dan Tajudin (2011):

  1. Setiap pohon yang telah ditebang langsung dipotong tajuknya oleh regu penebangan di dalam blok tebangan.
  2. Pembagian batang diusahakan seoptimal mungkin dan dilaksanakan di tempat pohon rebah atau tempat penebangan untuk memudahkan penyaradan dan menghindari kerusakan tegakan tinggal.
  3. Kemudian pada bontos kayu setiap sortimen diberi tanda-tanda sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam tata usaha kayu atau hasil hutan.
  4. Setelah itu, penomoran kayu bulat dari masing-masing bagian batang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam tata usaha kayu.
  5. Pemberian tanda-tanda kayu bulat wajib diberikan pada bagian bontos, setiap batang kayu bulat minimal dua penandaan secara lengkap pada kedua bontosnya.

Sumber: https://solidaritymagazine.org/kominfo-pantau-situs-tenor-yang-diblokir/