Milad ke 32, Unida Siap Wujudkan Visi Misi Jadi Kampus Riset Bertauhid

Milad ke 32, Unida Siap Wujudkan Visi Misi Jadi Kampus Riset Bertauhid

Milad ke 32, Unida Siap Wujudkan Visi Misi Jadi Kampus Riset Bertauhid
Milad ke 32, Unida Siap Wujudkan Visi Misi Jadi Kampus Riset Bertauhid

Tahun ini, Universitas Djuanda (Unida) memasuki usianya yang ke 32. Berbagai kegiatan diadakan, dan puncaknya digelar orasi ilmiah dari Bupati Bogor, Ade Yasin, di Kampus Unida, Kamis (21/3/2019).

Dalam orasi itu, Ade Yasin memaparkan kesamaan Pemkab Bogor dengan Unida yang dilihat dari Panca Darma Unida dan Panca Karsa program Pemkab Bogor.

“Mendengar pemaparan dari Pak Rektor mengenai Panca Darma di Unida, ada kesamaan dengan Panca Karsa Pemkab Bogor. Kalau Panca di Unida adalah profesionalisme, kalau Panca di Pemkab Bogor itu maju dan cerdas,” terang Ade Yasin.
Orasi ilmiah Bupati Bogor Ade Yasin.

Menurutnya, Panca Darma profesionalisme dan Panca Karsa maju dan cerdas membentuk manusia yang cerdas dan maju sesuai bidangnya. Hanya untuk aplikasi atau penerapannya yang sedikit berbeda.

Dengan semangat, wanita yang juga lulusan S2 Hukum Bisnis Unida ini memaparkan, Panca maju dan cerdas dilakukan dengan peningkatan pendidikan, baik itu mutu maupun fasilitas, sarana dan prasarana sekolah. Memberikan berbagai reward atau penghargaan, beasiswa untuk siswa berprestasi maupun kurang mampu.

Belum lama ini Pemkab Bogor meluncurkan program Bodas, Bogor Cerdas. Dari panca keberadaban sudah ada beberapa kegiatan keagamaan. Di sekolah pada Jumat pagi sebelum jam pembelajaran mulai, dilakukan ngaji bersama (ngaos), menambah jam mata pembelajaran agama menjadi 4 jam tiap minggu.
Penandatanganan kerjasama sama Unida dengan Radar Bogor.

Tiap bulan juga ngaos dilakukan di masing-masing SKPD. Ade juga menyampaikan,

dari Panca Darma Unida dapat diaplikasikan dalam membangun Kabupaten Bogor, seperti pengabdian, penelitian dan pengajaran.

Dari Panca Darma dan Panca Karsa, tercipta sinergitas yang dapat mewujudkan Kabupaten Bogor sebagai kota termaju, terdepan. Tak hanya melalui panca tersebut di atas, dari yang lain juga dapat saling mendukung. Di Milad 32, Ade mengharapkan Unida lebih berkembang dan maju, menjadi kampus ternama serta siap bersaing dengan kampus lain..

Sementara itu Rektor Unida, Dede Kardaya mengatakan, dengan adanya kesamaan tersebut, semoga dapat saling mendukung mewujudkan misi dan tujuan yang sama.

“Adanya kesinkronan ini semoga bisa saling mendukung dalam rangka mewujudkan

Unida kampus riset bertauhid,” terang Dede Karyadaya.

Sedangkan Ketua Yayasan, Martin Roestamy menuturkan sesuai dengan misi dan tujuan pada 2035, Unida menjadi kampus riset bertauhid yang dapat menghasilkan berbagai bisnis, lapangan pekerjaan serta melahirkan banyak inovasi baru.

“Punya IPK tinggi, taat ibadah, rajin sholat, peka terhadap lingkungan,

” ucap Martin Roestamy.

Bahkan hasil riset dan survei yang dilakukan kampus dapat dimanfaatkan untuk kemajuan dan kepentingan masyarakat Kabupaten Bogor.

Setelah orasi, dilakukan juga penandatanganan kerjasama antara Unida dengan berbagai lembaga. Di antaranya, Pemkab Bogor, BNI Syariah, Radar Bogor dan masih ada beberapa lembaga lainnya. (mer)

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/

Oracle (-) dan (+)

Oracle (-) dan (+)

Oracle (-) dan (+)
Oracle (-) dan (+)

Database merupakan salah satu komponen dalam teknologi informasi yang mutlak diperlukan oleh semua organisasi yang ingin mempunyai suatu sistem informasi yang terpadu untuk menunjang kegiatan organisasi demi mencapai tujuannya. Karena pentingnya peran database dalam sistem informasi, tidaklah mengherankan bahwa terdapat banyak pilihan software Database Management System (DBMS) dari berbagai vendor baik yang gratis maupun yang komersial. Beberapa contoh DBMS yang populer adalah MySQL, MS SQL Server, Oracle, IBM DB/2, dan PostgreSQL.

Oracle merupakan DBMS yang paling rumit dan paling mahal di dunia, namun banyak orang memiliki kesan yang negatif terhadap Oracle. Keluhan-keluhan yang mereka lontarkan mengenai Oracle antara lain adalah terlalu sulit untuk digunakan, terlalu lambat, terlalu mahal, dan bahkan Oracle dijuluki dengan istilah “ora kelar-kelar” yang berarti “tidak selesai-selesai” dalam bahasa Jawa. Jika dibandingkan dengan MySQL yang bersifat gratis, maka Oracle lebih terlihat tidak kompetitif karena berjalan lebih lambat daripada MySQL meskipun harganya sangat mahal.

Namun yang mereka tidak perhitungkan adalah bahwa Oracle merupakan DBMS yang dirancang khusus untuk organisasi berukuran besar, bukan untuk ukuran kecil dan menengah. Kebutuhan organisasi berukuran besar tidaklah sama dengan organisasi yang kecil atau menengah yang tidak akan berkembang menjadi besar. Organisasi yang berukuran besar membutuhkan fleksibilitas dan skalabilitas agar dapat memenuhi tuntutan akan data dan informasi yang bervolume besar dan terus menerus bertambah besar.

Fleksibilitas adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai kebutuhan dan kondisi khusus yang dapat berubah-ubah. Sebagai contoh, organisasi yang besar membutuhkan server yang terdistribusi dan memiliki redundancy sehingga pelayanan bisa diberikan secara cepat dan tidak terganggu jika ada server yang mati. Organisasi tersebut juga mempunyai berbagai macam aplikasi yang dibuat dengan beragam bahasa pemrograman dan berjalan di berbagai platform yang berbeda. Oracle memiliki banyak sekali fitur yang dapat memenuhi tuntutan fleksibilitas dari organisasi besar tersebut. Berbagai fitur tersebut membuat Oracle menjadi DBMS yang rumit dan sulit untuk dipelajari, namun itu adalah harga yang harus dibayar untuk mendapatkan fleksibilitas yang dibutuhkan dalam sistem informasi di organisasi yang berukuran besar.

Skalabilitas mengacu pada kemampuan untuk terus berkembang dengan penambahan sumber daya. Organisasi yang besar harus mampu melakukan transaksi data dalam volume yang besar dan akan terus bertambah besar. Jika dijalankan hanya pada satu server saja, MySQL memang bisa berjalan lebih cepat daripada Oracle. Namun jika satu server sudah tidak bisa lagi menangani beban yang terus bertambah besar, kinerja MySQL mengalami stagnasi karena keterbatasan server tersebut. Namun Oracle mendukung fitur Grid yang dapat mendayagunakan lebih dari satu server serta data storage dengan mudah dan transparan. Hanya dengan menambahkan server atau data storage ke dalam Oracle Grid, maka kinerja dan kapasitas Oracle dapat terus berkembang untuk mengikuti beban kerja yang terus meningkat.

Demikianlah salah satu (atau dua) keunggulan dari Oracle. Tidaklah mengherankan bahwa meskipun Oracle merupakan DBMS yang paling rumit dan paling mahal di dunia, perusahaan-perusahaan besar memilih Oracle dan tidak menggunakan DBMS seperti MySQL yang gratis karena mereka membutuhkan fleksibilitas dan skalabilitas dalam sistem informasi yang mereka gunakan.

Baca Juga :

Tentang Hubungan Internasional

Tentang Hubungan Internasional

Tentang Hubungan Internasional
Tentang Hubungan Internasional

Blog Hubungan Internasional dibuat sebagai sarana dan media pembelajaran bagi siswa, mahasiswa, maupun masyarakat ataupun siapa saja pembaca untuk mengenal dan memahami khususnya segala materi Hubungan dan Sistem Hukum Internasional,

Hubungan Internasional

Hubungan Internasional senantiasa menjadi isu hangat dalam hubungan antarnegara di era global. Perkembangannya sangat dinamis seiring dengan era globalisasi dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hubungan Internasional juga merupakan bagian dari materi pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMA pada umumnya. Oleh karena itu, blog ini diharapkan dapat membantu dan dijadikan siswa dan guru sebagai salah satu referensi bacaan dan sumber pembelajaran.
Isi atau konten blog dapat menerima artikel dari pembaca dengan cara mengirim artikel ke email misrinwa@gmail.com. Mohon kritikan dan saran apabila ada yang tidak berkenan atau belum lengkap dalam pemuatan artikel di blog ini. Terima kasih.

Kondisi SUPM Negeri Waiheru, Sejak Lahir Hingga Sekarang

Kondisi SUPM Negeri Waiheru, Sejak Lahir Hingga Sekarang

Kondisi SUPM Negeri Waiheru, Sejak Lahir Hingga Sekarang
Kondisi SUPM Negeri Waiheru, Sejak Lahir Hingga Sekarang

Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Waiheru Ambon lahir tahun 1986

, seiring dengan lahirnya Kementerian Eksplorasi Laut dan Perikanan tahun 1999 yang kini menjadi Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Sekolah ini telah menghasilkan tenga-tenaga teknis perikanan tingkat menengah yang tersebar di berbagai instansi pemerintah, perusahaan perikanan baik dalam dan luar negeri seperti; di Jepang, Australia, Korea, Spanyol, Afrika Selatan, Panama dan negera-negara di Amerika Latin.

Mereka juga telah menduduki jabatan-jabatan strategis di kapal seperti Nahkoda

, Mualim, Kepala Kamar Mesin (KKM) dan sebagainya,”kata Kepala SUPM Negeri Waiheru Ambon Achmad Jais Ely, ST. M.Si di Ambon, Selasa (15/5/2018).

Menurut Ely, jumlah lulusan yang telah dihasilkan sejak tahun 1986 sampai 2018 sebanyak 2.651 orang, dengan prosentase bekerja sebagai PNS/TNI/Polri 308 orang (12 persen), bekerja pada bidang swasta di dalam dan luar negeri 1.596 (60,2 persen).
Wisudawan/Wisudawati

Sebagai wirausaha 431 orang (16,26 persen) dan melanjutkan pendidikan sebanyak 306

(11,54 persen), artinya mereka sudah menjadi almamater pada lembaga pendidikan yang lain.

Dalam mendukung proses pembelajaran, maka saat ini SUPM Negeri Waiheru Ambon memiliki 78 orang tenaga pendidik dan kependidikan, serta fasilitas pendidikan yang memadai, sebagai pendukung penyelenggaraan sistem pebelajaran.(TM02)

 

Baca Juga :

 

 

Unpatti Siap Terima Mahasiswa Dua Prodi Baru

Unpatti Siap Terima Mahasiswa Dua Prodi Baru

Unpatti Siap Terima Mahasiswa Dua Prodi Baru
Unpatti Siap Terima Mahasiswa Dua Prodi Baru

Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon siap menerima pendaftaran mahasiswa baru untuk dua program studi

(Prodi) baru, yakni Teknik Geofisika dan Teknik Perminyakan pada tahun ini.

“Tahun ini kita targetkan akan melakukan seleksi penerimaan mahasiswa baru prodi teknik geofisika dan teknik Perminyakan. Kita berharap tahun 2019 kita akan membuka prodi energi dan perminyakan, ” kata Rektor Unpatti M.J, Saptenno, di Ambon, Kamis (24/5).

Ia mengatakan, proposal pembukaan prodi baru telah diterima menteri Riset Teknologi,

dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir , dan akan ditindaklanjuti dengan penerbitan surat keputusan pembukaan prodi baru.

Penerimaan mahasiswa untuk dua prodi baru masih tetap dibatasi hanya menerima 15 mahasiswa.

“Jika kita telah menerima surat keputusan maka di semester baru mendatang kita akan melakukan seleksi mahasiswa baru di tahun ini,” katanya.

Menurut Saptenno, tahun 2017 Unpatti telah membuka prodi baru teknik geologi.

Total mahasiswa yang telah kuliah sebanyak 15 orang dan semuanya mendapatkan beasiswa dari pemerintah.

Aktivitas perkuliahan prodi teknis geologi dibantu dosen tamu dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mata kuliah khusus dan sistem perkuliahan menggunakan sistem blok dan kuliahnya nanti diberikan selama seminggu full.

“Mahasiswa yang lolos seleksi biaya kuliahnya dibebaskan, karena ditanggung penuh pemerintah melalui Kementerian Ristek dan Dikti,” ujarnya.

Dijelaskannya, dua prodi baru yang akan dibuka di Unpatti dalam rangka menunjang operasional Blok Masela.

Penambahan dua prodi baru merupakan embrio untuk pembentukan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan di Unpatti Ambon.

“Syarat yang ditetapkan kementerian untuk membuka fakultas baru, harus memiliki tiga sampai lima program studi pendukung, kita berharap dengan pembukaan prodi baru dapat menunjang fakultas baru,” tandasnya.

 

Sumber :

https://blog-fiesta.com/sejarah-gitar/

Dikbud Maluku Gelar Dua Kegiatan Sekaligus

Dikbud Maluku Gelar Dua Kegiatan Sekaligus

Dikbud Maluku Gelar Dua Kegiatan Sekaligus
Dikbud Maluku Gelar Dua Kegiatan Sekaligus

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku melalui bidang Pendidikan

Khusus Layanan Khusus (PKLK), menggelar kegiatan Layanan Manajemen dan Rapat Penyusunan Program dan Anggaran Pembinaan PKLK, berlangsung di Hotel Imperial Inn, Tanah Tinggi Ambon, Selasa (17/7/2018).

Kepala Dinas Dikbud Maluku Drs. M. Saleh Thio, M.Si dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kabid Pembinaan Pendidikan Khusus, Jahja S. Baljanan, SH mengatakan, setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu.

Terkait dengan itu, maka Direktorat Pembinaan PKLK sebagai lembaga pengemban

amanat berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), guna mempersiapkan SDM Indonesia yang tanguh, berkualitas serta mampu bersaing secara global.

Diharapkan terjadi sinergitas antara dinas dikbud di kabupaten/kota dengan kepala SLB, dengan mengacu pada kebijakan Direktorat PKLK, sehingga menjadi efektif dan efisien.

Untuk itu diperlukan perhatian yang serius guna mampu melaksanakan serta menerapkan

Rapat Penyusunan Program dan Anggaran untuk Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus secara sistimastis.

Selain itu, kegiatan ini secara umum memberikan pemahaman dan kesamaan persepsi tentang pelaksanaan program dan anggaran antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota yang seimbang, guna kepentingan anak berkebutuhan khusus dapat terpenuhi secara maksimal, sekaligus tersosialisasi kebijakan Direktorat PKLK.

Kegiatan yang berlangsung tiga hari ini diikuti oleh 25 peserta berasal dari 11 kabupaten/kota, dengan biaya penyelenggara dibebankan pada DIPA Satuan Kerja Dinas Dikbud Provinsi Maluku, bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus tahun anggaran 2018.(TM04)

 

Sumber :

https://blog-fiesta.com/niat-puasa-senin-kamis/

Gara-gara Kucing

Gara-gara Kucing

AIkisah, sepasang suami-istri dikaruniai seorang anak terhadap th. pertama era pernikahannya. Tentu saja, mereka amat gembira bersama dengan anugerah Allah selanjutnya dikarenakan punya anak termasuk salah satu harapan besarnya. Akan tetapi, kebahagiaan mereka tidak bertahan lama. Allah Swt. berkehendak menimpakan penyakit aneh kepada sang anak yang masih bayi itu. Berbagai ikhtiar penyembuhan telah ditunaikan kedua orang tuanya. Namun, penyembuhan seakan takberdaya untuk menyembuhkannya, kondisi sang Anak se-makin memburuk.

Tidak cuma kondisi anaknya yang makin memburuk, kondisi ibu-bapaknya pun menjadi jelek akibat rasa sedih dan besarnya kekuatan yang dikeluarkan untuk menyembuhkan anak semata wayangnya itu. “Perasaan jelek itu menyeruak di di dalam hati dikarenakan kami jadi takberdaya menambahkan penyembuhan bagi penderitaan anak kami,” ujarnya.

Ketika kondisi sang Anak telah amat mengkhawatirkan, tersedia seseorang yang menyatakan kepada pasangan muda ini seorang dokter yang memiliki pengalaman dan terkenal. Mereka pun langsung mengunjungi dokter tersebut. Saat tiba di area praktik dokter itu, demam anaknya makin tinggi.

Dokter itu pun berkata, “Apabila panas anak Anda tidak turun malam ini, kemungkinan besar dia bakal meninggal esok hari.”

Keduanya ulang bersama dengan sang Anak bersama dengan kegelisahan yang memuncak. Sakit menyerang tubuh sang Ayah memikirkan anaknya sampai kelopak matanya takmampu terpejam tidur malam hari.

Untuk menenangkan diri, dia pun langsung shalat dan memohon jalur terbaik kepada Allah. Setelah selesai shalat, dia langsung pergi bersama dengan wajah bermuram durja meninggalkan istrinya yang menangis sedih di dekat kepala anaknya.

Ayah muda ini terus berlangsung di jalanan dan tidak paham apa yang kudu diperbuat untuk anaknya. Tiba-tiba, dia teringat terhadap sebuah hadits Rasulullah saw. perihal sedekah yang berbunyi, “Obatilah orang yang sakit di pada kalian bersama dengan sedekah.”

Namun, dia bingung, siapa yang kudu dia temui terhadap sementara malam seperti ini. Dia dapat saja mengetuk pintu seseorang dan bersedekah kepadanya, tetapi apa yang bakal dikatakan oleh tuan tempat tinggal kepada dia terkecuali dia laksanakan itu?

Dalam kondisi bimbang seperti itu, tiba-tiba, tersedia seekor kucing kelaparan yang mengeong di kegelapan malam. Dia pun langsung teringat terhadap pertanyaan seorang kawan baik kepada Rasulullah saw, “Apakah berbuat baik terhadap binatang kami tersedia pahalanya?”

Rasulullah menjawab, “Di di dalam tiap-tiap apa yang bernyawa tersedia pahalanya.” (HR Al Bukhari dan Muslim)

Tanpa pikir panjang, dia pun langsung ulang ke rumah, menyita sepotong daging, dan memberi makan kucing itu.

Dia menutup pintu belakang rumahnya. Suara pintu itu bercampur bersama dengan suara istrinya yang bertanya, “Mengapa anda telah ulang bersama dengan cepat?” dia pun bergegas menuju ke arah istrinya dan mendapati wajah sang Istri telah berubah. Dari permukaan wajahnya, terlihat raut kegembiraan.

Wanita muda itu berkata, “Sesudah engkau pergi, aku tertidur sebentar masih di dalam kondisi duduk. Maka, aku melihat sebuah pemandangan yang menakjubkan. Dalam tidurku, aku melihat diriku mendekap anakku. Tiba-tiba, tersedia seekor burung hitam yang amat besar berasal dari langit yang terang hendak menyambar anak kami untuk mengambilnya dariku. Aku menjadi amat ketakutan, dan tidak paham apa yang kudu aku perbuat? Tiba-tiba, terlihat seekor kucing yang menyerang secara dahsyat burung itu, dan keduanya terlibat perkelahian sengit. Aku tidak melihat kucing itu lebih kuat daripada burung itu dikarenakan si burung badannya gemuk. Namun, pada akhirnya burung elang itu pun pergi menjauh. Aku terbangun mendengar suaramu saat datang tadi.”

Mendengar cerita istrinya, dia cuma tersenyum. Melihat suaminya, sang Istri menatap ke arahnya bersama dengan terheran-heran.

Keduanya selanjutnya bergegas mendekati anaknya. Dilihatnya demam sang Anak telah mereda dan matanya telah jadi terbuka. Esok harinya, sang Anak telah sudi makan dan sehat seperti sedia kala.

Sumber : https://tokoh.co.id/

Baca Juga :

Kubah Ajaib

Kubah Ajaib

Suatu hari, Nabi Sulaiman menerima wahyu dari Allah supaya pergi ke tepian sebuah pantai untuk memandang keajaiban yang bakal ditunjukkan Allah kepadanya. Beliau pun segera pergi ke pantai berikut bersama diiringi para pengikutnya.

Setibanya di pantai, Nabi Sulaiman konsisten mengintai-ngintai untuk melacak sesuatu, layaknya yang dikatakan oleh Allah. Setelah lama mencari, dia tidak menjumpai apa pun tak sekedar desiran ombak dan butir-butir pasir yang terhampar luas.

Perdana menterinya yang bernama Asif bin Barkhiya berharap izin untuk menyelam ke di dalam samudra. Setelah mendapat izin, dia membaca sesuatu dan konsisten menyelam ke di dalam laut. Tidak lama kemudian, Asif menjumpai sebuah kubah yang terlalu indah.

Kubah berikut mempunyai empat penjuru, tiap tiap penjuru mempunyai pintu. Pintu pertama terbuat dari mutiara, pintu kedua terbuat dari zamrud berwarna merah, pintu ketiga terbuat dari jauhar, sedangkan pintu keempat terbuat dari zabarjad. Pintu-pintu berikut terbuka luas, namun terlalu aneh, air tidak masuk ke dalamnya.

Dengan kuasa yang diberikan oleh Allah, Asif sanggup mempunyai kubah berikut naik ke darat dan di tempatkan di hadapan Nabi Sulaiman. Putra Nabi Daud ini terlalu takjub memandang keindahan kubah tersebut. dia segera masuk dan mendapati seorang pemuda berada di dalamnya.

Pemuda berikut tidak memahami jika kubahnya sudah diangkat ke daratan. Dia sedang sibuk bermunajat kepada Allah. Nabi Sulaiman berikan salam. Pemuda itu menyongsong salam bersama perasaan terkejut. Nabi Sulaiman memperkenalkan dirinya kepada pemuda itu, yaitu bahwa dia adalah seorang nabi yang diperintahkan Allah untuk memandang keajaiban yang dikaruniakan kepadanya.

Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda tersebut, bagai-mana dia sanggup berada di di dalam kubah yang terdapat di basic laut. Pemuda berikut menceritakan bahwa dia sudah berkhidmat kepada orang tuanya sepanjang tujuh puluh tahun. Ayahnya adalah seorang yang lumpuh, sedangkan ibunya seorang yang buta.

Suatu hari, disaat ibunya hendak meninggal dunia, dia memanggil si Pemuda dan memaklumkan bahwa ibunya sudah rela atas pengkhidmatan yang diberikan olehnya. Ibunya berdoa kepada Allah supaya anaknya dipanjangkan umur dan tetap taat kepada Allah.

Setelah ibunya meninggal dunia, tidak lama kemudian, ayahnya pun meninggal dunia. Sebelum meninggal dunia, dia juga sudah ridha terhadap pengkhidmatan yang diberikan olehnya. Dia pun berdoa supaya anaknya di tempatkan di suatu area yang tidak sanggup diganggu oleh setan.

Doa kedua orang tuanya itu diijabah oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Suatu hari, disaat pemuda itu berjalan-jalan di tepian pantai, dia memandang sebuah kubah yang sedang terapung di tepian pantai. Ketika dia menghampiri kubah tersebut, ada nada yang menyeru supaya dia masuk ke dalamnya.

Ketika sudah berada di dalam, tiba-tiba saja kubah berikut bergerak dan masuk ke basic lautan. Tidak lama kemudian, datanglah seseorang yang memperkenalkan diri sebagai malaikat utusan Allah. Dia mengatakan, bahwa kubah itu adalah anugerah Allah kepadanya sebagai balasan atas pengabdiannya kepada kedua orang tuanya.

Dia pun boleh tinggal sesukanya di sana tanpa kudu mengkhawatirkan segala kebutuhan hidupnya. Malaikat itu mengatakan bahwa dia diperintahkah Allah untuk mempunyai kubah berikut ke basic laut. Sejak itulah, sang Pemuda konsisten bermunajat kepada Allah hingga Allah rela mengangkatnya ke darat.

“Berapa lama engkau sudah berada di di dalam kubah ini?” bertanya Nabi Sulaiman.

Pemuda itu menjawab, “Saya tidak menghitungnya, namun saya memasukinya terhadap jaman Nabi Ibrahim.”

Nabi Sulaiman terdiam selanjutnya berkata, “Itu artinya, engkau sudah berada di di dalam kubah ini sepanjang dua ribu empat ratus tahun.” Nabi Sulaiman melanjutkan, “Wajahmu tidak berubah, jadi tetap muda walaupun sudah dua ribu empat ratus tahun lamanya. Bagaimana engkau sanggup hidup di di dalam kubah di basic lautan itu?” bertanya Nabi Sulaiman.

“Di di dalam kubah itu sendiri, saya tidak memahami di mana berada. Di langitkah atau di udara, namun Allah tetap beri tambahan rezeki kepadaku disaat saya tinggal di di dalam kubah ini.”

“Bagaimana Allah berikan makan kepadamu?”

“Jika saya merasa lapar, Allah menciptakan pohon di di dalam kubah selanjutnya buahnya saya makan. Jika saya merasa haus, keluarlah air yang teramat bersih, lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu.”

“Bagaimana engkau memahami perbedaan siang dan malam?” bertanya Sulaiman makin heran.

“Apabila sudah terbit fajar, kubah ini jadi putih, dari situ saya memahami jika hari itu sudah siang. Apabila matahari terbenam, kubah bakal jadi gelap dan saya memahami hari sudah malam,” tuturnya.

Nabi Sulaiman pun bertanya apakah sang Pemuda rela ikut bersamanya atau tetap tinggal di di dalam kubah.

“Nikmat apa lagi yang kudu saya minta tak sekedar dari nikmat yang dikaruniakan oleh Allah kepadaku ini,” jawabnya.

“Adakah engkau mengidamkan pulang ke area asalmu.”

“Ya, antarkanlah saya ke area asalku.”

Setelah kubah berikut lagi ke area asalnya, Nabi Sulaiman berkata kepada kaumnya, “Kalian sudah memandang keajaiban yang dikaruniakan oleh Allah. Lihatlah betapa besar balasan yang Allah memberikan kepada orang yang taat kepada orang tuanya dan betapa besar siksaannya kepada orang yang durhaka kepada kedua ibu-bapaknya.”

Beliau pun beranjak meninggalkan area berikut dan bersyukur kepada Allah sebab sudah beri tambahan peluang untuk memandang tidak benar satu kekuasaan-Nya.

Sumber : https://tutorialbahasainggris.co.id/

Baca Juga :

Tempe Setengah Jadi

Tempe Setengah Jadi

Abah dan Emak tinggal di sebuah desa yang lumayan terpencil. Setiap hari, mereka bekerja membuat tempe untuk lantas Abah menjualnya ke pasar. Jualan tempe merupakan hanya satu sumber penghasilan mereka untuk bertahan hidup.

Pada satu pagi, Abah jatuh sakit, Emak pun menyita alih tugas menjual tempe. Saat tengah bersiap-siap untuk pergi ke pasar menjual tempenya, tiba-tiba Emak memahami bahwa tempe buatannya hari itu tetap belum matang, tetap separah jadi.

Emak terasa amat sedih dikarenakan tempe yang tetap muda dan belum matang tentu saja tidak bakal laku. Itu artinya, untuk hari itu, mereka tidak bakal meraih pemasukan. Ketika Emak didalam kesedihan, tiba-tiba Abah mengingatkan Emak bahwa Allah Swt sanggup melakukan perkara-perkara ajaib dikarenakan tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya.

Emak pun mengangkat kedua tangannya sambil berdoa, “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu sehingga kacang kedelai ini menjadi tempe, amin.” Begitulah doa ringkas yang dipanjatkan bersama sepenuh hatinya. Emak amat yakin Allah tentu mengabulkan doanya.

Dengan tenang, Emak pun menekan-nekan bungkusan bakal tempe bersama ujung jarinya. Emak pun mengakses sedikit bungkusan itu untuk lihat keajaiban kacang kedelai itu menjadi tempe. Emak termenung sekejap dikarenakan kacang itu tetap selamanya kacang kedelai yang belum matang benar.

Namun, Emak tidak putus asa. Dia berpikir mungkin doanya tidak cukup memahami didengar oleh Allah. Emak pun mengangkat kedua tangannya ulang dan berdoa lagi, “Ya Allah, aku memahami bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi-Mu. Bantulah aku sehingga hari ini aku sanggup menjual tempe dikarenakan inilah mata pencarian kami. Aku mohon, jadikanlah kacang kedelaiku ini menjadi tempe, amin.”

Dengan penuh harapan, Emak pun sekali ulang mengakses sedikit bungkusan itu. Apakah yang terjadi? Emak menjadi heran dikarenakan kacang-kacang kedelai itu … tetap selamanya layaknya semula!

Hari pun tambah siang. Artinya, pasar pun sudah ramai didatangi pembeli. Emak selamanya tidak kecewa atas doanya yang belum terkabul. Berbekal kepercayaan yang amat tinggi, Emak memaksakan diri untuk selamanya pergi ke pasar membawa barang jualannya itu. Emak berpikir, mungkin keajaiban Allah bakal berlangsung didalam perjalanannya ke pasar.

Dia pun berangkat ke pasar. Semua perlengkapan untuk menjual tempe, layaknya biasa, dibawa bersama. Sebelum nampak dari rumah, Emak sempat mengangkat kedua tangannya untuk berdoa, “Ya Allah, aku percaya, Engkau bakal mengabulkan doaku. Sementara, aku berlangsung menuju ke pasar, karuniakanlah keajaiban ini buatku, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe, amin.” Dengan penuh keyakinan, wanita tua ini pun berangkat. Di selama perjalanan, dia selamanya tidak lupa membaca doa di didalam hatinya.

Sesampai di pasar, cepat-cepat, Emak letakkan barang-barangnya. Emak betul-betul yakin kecuali tempenya sekarang sudah amat matang dan siap untuk dijual. Dengan hati yang berdebar-debar, Emak pun mengakses bakulnya dan menekan-nekan bersama jarinya setiap bungkusan yang ada. Perlahan-lahan, Emak mengakses sedikit daun pembungkusnya dan lihat isinya. Apa yang terjadi? Tempenya amat tidak berubah, tetap layaknya semula!

Emak menarik napas dalam-dalam. Harapan dikabulkan-nya doa perlahan menipis. Emak terasa Allah tidak adil. Allah tidak kasihan kepadanya. Inilah hanya satu sumber penghasilannya: berjualan tempe.

Dia pun cuma duduk saja tanpa mengakses barang dagangannya itu dikarenakan dia yakin bahwa tidak ada orang yang bakal belanja tempe yang baru setengah jadi. Hari pun beranjak petang dan pasar sudah terasa sepi, para konsumen sudah terasa berkurang.

Emak lihat para penjual tempe lainnya, jualan mereka sudah nyaris habis. Emak tertunduk lesu layaknya tidak sanggup menghadapi kenyataan bahwa dia pulang tanpa membawa hasil jualannya hari itu.

Namun, jauh di sudut hatinya, Emak tetap menyimpan harapan terakhir kepada Allah, tentu Allah bakal menolongnya. Walau memahami bahwa hari itu dia tidak bakal meraih penghasilan langsung, tapi Emak berdoa untuk terakhir kali “Ya Allah, berikanlah penyelesaian paling baik terhadap tempeku yang belum menjadi ini.”

Tiba-tiba, Emak dikejutkan oleh teguran seorang wanita. “Bu …! Maaf ya, aku mendambakan bertanya, apakah Ibu menjual tempe yang belum jadi? Dari tadi, aku sudah pusing berkeliling pasar ini untuk mencarinya, tapi tidak ketemu juga.”

Emak langsung termenung, seakan tak yakin bersama apa yang didengarnya. Betapa tidak terkejut, sejak sepuluh th. dia menjual tempe, tidak pernah ada seorang pun pelanggan yang melacak tempe belum jadi.

Sebelum Emak menjawab sapaan wanita di depannya itu, cepat-cepat Emak berdoa di didalam hatinya “Ya Allah, saat ini aku tidak sudi tempe ini menjadi matang. Biarlah kacang kedelai ini selamanya layaknya semula, amin.”

Sebelum menjawab wanita itu, Emak pun mengakses sedikit daun penutupnya. Alangkah senangnya hati Emak, ternyata sebetulnya benar, tempenya tetap layaknya semula! Hati Emak pun bersorak gembira. “Alhamdulillah,” ucapnya.

Wanita itu pun memborong seluruh tempenya yang belum menjadi itu. Sebelum wanita itu pergi, Emak sempat menanyakan mengapa dia belanja tempe yang belum jadi. Wanita itu menerangkan bahwa anaknya yang tengah sekolah di Inggris mendambakan makan tempe dari desa.

Karena tempe itu bakal dikirimkan ke daerah anaknya itu, si Ibu pun belanja tempe yang belum jadi. Harapannya, andaikan hingga di Eropa nanti, bakal menjadi tempe yang sempurna. Kalau dikirimkan tempe yang sudah jadi, sesampainya di sana, tempe itu sudah tidak sedap ulang dimakan.

Baca Juga :