Mendidik Anak Bertanggung Jawab atas Kesalahan

Mendidik Anak Bertanggung Jawab atas Kesalahan

Pernahkah Ayah bunda menyaksikan anak menangis? Sewaktu anak masih kecil barangkali anak pernah tidak sengaja menabrak meja ketika mereka berlari, lantas anak menangis. Kebanyakan dari anda ingin supaya anak berhenti menangis dengan memukul meja dan menuliskan “Mejanya badung ya, nih mejanya telah mama pukul, tidak boleh menangis lagi ya?” Anak kesudahannya berhenti menangis.

Tahukah bahwa ketika kita memukul meja yang anak tabrak, sebetulnya kita sudah mengajarkan pada anak bahwa anak tidak pernah bersalah dan yang salah ialah benda beda atau meja yang ditabrak. Hal ini bakal terus diangkut sampai anak dewasa dan berdampak fatal, misalnya saat anak merasakan suatu peristiwa dan mengerjakan kesalahan, anak bakal memandang dirinya tidak jarang kali benar. Sebaliknya guna orang yang tidak bersalah bakal diberi peringatan atau sanksi atas kekeliruan yang diperbuat oleh anak.

Bisa jadi anda sebagai orang tua baru menyadari urusan itu ketika anak mulai melawan pada kita, perilaku semacam ini ternyata tanpa sadar telah terbangun ketika anak masih kecil yaitu kita mengajarkan anak guna tidak pernah merasa bersalah.

Lantas apa yang mesti saya dan anda lakukan saat anak bersalah? Sebaiknya anda mendidik anak guna ajarkan bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan. Saat anak menabrak meja dan menangis sebab kesakitan, katakanlah “Adik, sakit ya? Lain kali jalannya pelan-pelan saja supaya tidak menabrak lagi.”

Ayah bunda, tidak boleh biasakan memanjakan anak saat anak melakukan kekeliruan dan menyalahkan yang lain. Yuk, anda didik anak supaya bertanggung jawab atas kekeliruan yang diperbuatnya!

Sumber : www.studybahasainggris.com