Memilih Dan Merawat Wadah Plastik

Memilih Dan Merawat Wadah Plastik

Memilih Dan Merawat Wadah Plastik
Memilih Dan Merawat Wadah Plastik

Manfaat dan praktisnya membuat wadah plastik sebagai primadona.

Terlebih bentuk serta warnanya yang menarik. Tak jarang karena cantiknya, kaum ibu sampai mengoleksi berbagai ukuran plastik dari merek tertentu.

Kendati apik dan awet, kerap kali penggunaan wadah plastik menuai masalah. Jika digunakan menyimpan makanan misalnya, biasanya wadah akan berbau dan bernoda. Belum lagi bila mutunya kurang bagus, atau kita salah cara penggunaannya dan perawatannya. Kalau tak hati-hati, kesehatan keluargapun mengancam. Apa penyebabnya? Hal ini karena plastik merupakan bahan yang terbuat dari zat kimia monomer dan plasticizer yang dilelehkan dalam suhu tinggi lalu ditekan sesuai bentuk yang diinginkan dan didinginkan kembali. Jika wadah plastik terkena panas makanan atau minuman, cairan asam atau cairan berminyak, plastik bisa rusak  dan membuat makanan terkontaminasi. Bila dikonsumsi dan terus berulang, hal tersebut ditenggarai bisa menyebabkan kanker.

Pilihlah wadah plastik yang memang aman untuk menyimpan makanan atau food safe/food grade. Terdapat jenis-jenis plastik yang relatif aman, seperti yang terbuat dari polyethylene terephthalate (PET), high density polyethylene(HDPE), low density polyethylene (LDPE), dan polypropylene (PP). Untuk mengetahui seperti apa wadah  plastik yang aman digunakan, perhatikan hal-hal berikut. Pertama, ada lambang gelas dan garpu yang merupakan tanda bahwa plastik tersebut aman untuk bersentuhan dengan makanan. Atau terdapat tulisanfood grade, atau tulisan approved by FDA. Agar lebih aman, ibu rumah tangga lebih baik mempergunakan perkakas plastic dengan merek dagang yang sudah dipatenkan, ada lambang TM (Trade Mark) atau R (registered).

Bagaimana bila wadah plastik kesayangan terlanjur bernoda? Jika wadah plastik ternoda, cobalah merendam selama 20 menit dalam sebaskom air hangat plus beberapa tetes pemutih. Setelah itu, cucilah hingga bersih dengan menggunakan sabun pencuci piring dan air hangat.

Sementara apabila wadah perabot memudar ataupun menghitam, sebaiknya tak digunakan lagi. Namun, ada triknya agar warna-warni wadah tahan lama. Aneka perabot seperti mangkok, gelas atau piring berbahan plastik itu bisa di olesi minyak kelapa. Gunakan kapas untuk melumuri seluruh permukaannya. setelah itu,cuci dengan sabun seperti biasa. Ada lagi,  untuk menghilangkan bau makanan, taruh wadah di freezer atau panaskan di bawah terik matahari  selama beberapa jam. Cara lain, coba tetesin dengan perasan lemon, tutup dan diamkan hingga bau hilang.

Jejak bau sayur atau makanan yang menyengat juga bisa kita samarkan dengan memanfaatkan Koran bekas. Caranya, isi wadah menggunakan sobekan Koran basah lalu tutup rapat dan simpan di freezer semalaman. Esok paginya, buang Koran yang sudah menyerap bau itu. Cuci wadah dengan sabun mild dan air hangat.

 

Hal lain yang tak boleh diabaikan,

lihat tanda-tanda yang menunjukan wadah itu bisa digunakan di oven/microwave atau tidak. Bila bisa dimasukandimicrowave, terdapat gambar garis bergelombang dalam kotak, letaknya di bagian wadah. Dan bila tertera gambar dua garis horizontal dalam kotak, ini bertanda wadah aman untuk digunakan di oven. Meskipun wadah plastik kita merupakan wadah yang aman dari panas, alangkah baiknya bila kita tidak mengisinya dengan makanan atau minuman panas serta beraroma tajam supaya lebih awet.

                Plastik sulit dilepas dari keseharian kita saat ini. Berbagai macam penggunaan plastik mulai dari untuk membungkus makanan, alat-alat rumah tangga hingga perangkat elektronik. Produksi yang mudah, praktis dan murah menjadi alasan mengapa plastik banyak digunanakan. Namun, mari berhati-hatilah dalam menggunakan plastik, karena terdapat beberapa bahaya bila kita tidak cermat.

                Untuk miminimalkan akibat buruk dari kurang amannya plastik, The Society of Plastic Industrymengeluarkan kode-kode untuk mengindentifikasi plastik berdasarkan bahan dan kegunaannya pada 1988. Kode-kode tersebut sudah di standarisasi oleh International Organization for Standardization (ISO). Tanda pengenal identifikasi plastik secara umum, biasanya berada di dasar kemasan. Kode berupa segitiga yang terbentuk dari tiga tanda panah yang di dalamnya terdapat angka tertentu. Dan di bawah segitiga itu, ada nama jenis plastik tersebut.

 

Kode 1 : PET (polyethylene terephthalate)

                PET adalah jenis plastik yang biasa dipakai untuk botol plastik yang tembus pandang misalnya botol air mineral dan minuman lainnya. Bot5ol jenis ini direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Bila terlalu sering dipakai, apalagi untuk menyimpan air panas akan mengakibatkan pisan polymer pada botol meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik penyebab kanker.

 

Kode 2 : HDPE (high density polyethylene)

                HDPE memiliki sifat bahan plastik yang lebih kuat, keras, dan lebih tahan lama terhadap suhu tinggi. Kode 2 ini biasanya dipakai untuk botol susu berwarna putih, gallon air dan lain-lain. HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang lebih aman karena mampu mencegah reaksi kimia dengan makanan atau minuman. Kendati demikian, plastik jenis ini juga direkomendasikan hanya untuk sekali pakai, karena pelepasan senyawa antimoni trioksida yang dapat meningkat seiring dengan waktu.

Sumber : http://carapengobatanalamiherbal.com/strategi-penerapan-pembelajaran-siswa-aktif-di-sekolah/