Posted in: Pendidikan

Kesultanan Sulu

Table of Contents

Kesultanan Sulu

Sekitar abad ke 6, nyaris seluruh kepulauan Borneo adalah di bawah jajahan takluk Kesultanan Brunei. Seperti termasuk Sarawak yang rata-ratanya menjadi tanah Kuripan kepada bangsawan dan termasuk pembesar berasal dari Kesultanan Brunei maka begitulah termasuk sebaliknya ke Sabah.

Segalanya dimulai kala terjadinya perang saudara di Brunei pada Sultan Mohammad Ali dan Pengiran Bendahara Abdul Hakkul Mubin. Dikabarkan sengketa ini berlangsung dikarenakan ananda Sultan Mohammad Ali dibunuh oleh Pengiran Muda Bongsu kala menyabung ayam. Sultan Mohammad Ali telah bertindak membunuh Pengiran Muda Bongsu dan ini membawa dampak Pengiran Bendahara Abdul Hakkul Mubin mendambakan menuntut bela dan setelah itu menyita alih puncak pemerintahan Sultan Mohammad Ali.

Pembunuhan Sultan Mohammad Ali telah membawa dampak Pengiran Bendahara Abdul Hakkul Mubin naik tahta sesudah kemangkatannya. Sebagai langkah pengamanan, Sultan Abdul Hakkul Mubin telah berubah ke Pulau Chermin, sebuah pulau di muara Sungai Brunei. Sultan Abdul Hakkul Mubin sesudah itu menunjuk anak saudara Sultan Mohammad Ali sebagai Pengiran Bendahara Brunei yaitu Pengiran Muda Muhyiddin.

Pengiran Muda Muhyiddin naik tahta sebagai Sultan Brunei bersama bergelar Sultan Muhyiddin sesudah kemangkatan beliau. Dan kala pemerintahan Sultan Abdul Hakkul Mubin inilah pemerintah Brunei telah menghadiahkan Kesultanan Sulu yang dahulunya Adipati Brunei namun telah bertindak mendirikan kesultanan sendiri dikarenakan kelemahan kekaisaran kesultanan Brunei terhadap jaman itu. Bahkan kala Sultan Abdul Hakkul Mubin memohon pertolongan jadi kesultanan Sulu mampu mengulurkan bantuan. Maka jadilah pantai Timur Borneo punya kepada Kesultanan Sulu terhadap tahun 1662.

Pada awal tahun 1760, satu perjanjian telah ditandatangani pada Alexander Dalrymple bersama Kesultanan Sulu untuk terhubung basis perdagangan Perusahaan Hindia-Timur Inggris di Pulau Balembangan. Pulau Balembangan terletak sekitar 20 mil berasal dari utara Kudat. Kemudian nama Pulau Balembangan telah diubah menjadi Felecia Island. Setelah ditetapkan sesaat selanjutnya Perusahaan Hindia-Timur Bristish terhadap tahun 1805 meninggalkan Pulau Balembangan dikarenakan dikatakan tidak membuahkan hasil layaknya yang diharapkan.

Pada tahun 1878, Baron Gustavus Von Overbeck, Konsul Jenderal untuk kekaisaran Austro-Hungarian yang berbasis di Hong Kong telah membawa dampak perjanjian bersama Kesultanan Sulu untuk menyerahkan hak tanah di bawah kekuasaan Sultan Sulu kepada Perusahaan Overbeck. Perjanjian ini telah beri tambahan Sultan Sulu mendapat $ 5.000 setahun berasal dari Serikat Overbeck. Nilai $ 5.000 adalah nilai didalam dolar Meksiko yang mana terhadap kala itu bersamaan bersama nilai emas.

Pada tahun yang sama, Perusahaan Overbeck telah mengalami kasus keuangan benar-benar dan selanjutnya meminta pertolongan keuangan berasal dari Alfred Dent, seorang jutawan Inggris terhadap jaman itu. Alfred Dent telah mampu mendukung bersama bersyarat yaitu cuma wakil Inggris diizinkan untuk menguasai bisnis di Sabah. Akhirnya Baron Gustavus Von Overbeck yang berkebangsaan Austria telah menyerahkan seluruh bisnisnya di wilayah Sabah kepada Alfred Dent untuk dikelola. Disinilah dimulainya dampak Serikat Berpiagam Borneo Utara keatas koloni kerajaan Sulu di Sabah.
Pada tahun 1888, Perusahaan Berpiagam Borneo Utara, Negara Sarawak dan Brunei telah di tandatangani perjanjian bersama Pemerintah Mahkota Inggris yaitu menjadikan ketiga negara ini menjadi negara pertolongan bagi Pemerintah Mahkota Inggris. Perjanjian ini bakal meyakinkan bahwa tidak tiap tiap negara di pada ketiga ini bakal memperluas kekaisaran negara tiap-tiap dan kalau berlangsung sesuatu peperangan maka mereka bakal mendukung di pada satu mirip lain.

Artikel Lainnya : contoh motivation letter

Selama Perang Dunia Ke-2 yaitu kala Jepang jadi memperluas kekuasaannya ke Asia Tenggara, Sabah termasuk tidak kalau mendapat tempias sehingga ia mengalami perusakan yang parah. Perusahaan Berpiagam Borneo Utara telah tidak mampu untuk mengembangkan Sabah terhadap kala itu menjadi terhadap tanggal 15 Juli 1946, Sabah secara formal telah diberikan kepada Pemerintah koloni Inggris dan menjadi jajahan takluk Inggris. Sepanjang menjadi jajahan Serikat Berpiagam Borneo Utara dan termasuk koloni Inggris, harga pajakan Sabah tetap dibayar kepada pemerintah Sulu.

Setelah Sabah merdeka terhadap 31 Agustus 1963 dan bergabung membentuk Federasi Malaysia berbarengan bersama Sarawak dan Malaya dan Singapura (Singapura keluar terhadap tahun 1965), tugas untuk membayar kepada Pemerintah Sulu termasuk berubah tangan. Saban tahun Pemerintah Federal Malaysia tetap membayar Pemerintah Sulu sebesar RM5, 300.00 (Ditambah RM300 oleh Pemerintah Malaysia) termasuk untuk mematuhi Perjanjian 1878. Ada klausul di didalam Perjanjian 1878 yang membuktikan bahwa sewa atas Sabah perlu dibayar sehingga tidak tersedia matahari dan bulan ataupun terhadap makna sebetulnya “Penyewaan Sampai Kiamat”.

baca juga :