Jihad Sebagai Etos Kerja

Table of Contents

Jihad Sebagai Etos Kerja

Jihad Sebagai Etos Kerja
Jihad Sebagai Etos Kerja

Banyak orang yang berpikir sempit, dan menafsirkan dan mengartikan jihad hanya dengan pengertian perang. Jihad atau mujahadah berasal dari kata jahada-yujahidu yang mempunyai makna sikap yang bersungguh – sungguh untuk mengerahkan seluruh potensi diri untuk mencapai suatu tujuan atau cita – cita.

Firman Allah dalam Q. S. Al Ankabut : 6

Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri.”

Sedangkan dalam Q. S. Al Imran : 142

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.”

Sedangkan firman Allah dalam Q. S. Al Ankabut : 69

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.”

Makna jihad dalam kaitannya dengan bekerja, berikhtiar atau mewujudkan suatu cita – cita. Jihad menjadi satu kesatuan yang secara abadi harus terus menyala serta digali dan diuji potensinya, sehingga mampu mengeluarkan energi yang signifikan. Tidak ada artinya apabila kita ingin meraih cita – cita tanpa memiliki keinginan serta daya juang.

Kita menyaksikan betapa banyak orang yang mempunyai obsesi untuk menjadi kaya, tetapi pada saat yang bersamaan, keinginan tersebut tidak diikuti dengan kesungguhan untuk mewujudkan, sehingga biasanya mereka terjebak untuk menghalalkan segala cara, seperti bermain judi, perdukunan dan perilaku lain yang tidak rasional.

Islam mengajarkan agar hidup selalu mempunyai arah tujuan dan telah ditanamkan bahwa keinginan itu wajib diwujudkan dengan dorongan jihad. Kita boleh bermimpi, tetapi jadikanlah mimpi itu menjadi kenyataan dengan mengerahkan seluruh potenai diri untuk mewujudkannya. Apalagi, dengan sangat jelas, kita yakin bahwa Allah tidak akan pernah mengubah nasib diri kita, kecuali diri kita sendiri yang secara aktif ingin dan mempunyai tujuan untuk mengubah nasib kita sendiri ( Q. S. Ar Raduu : 11 )

Semangat kerja dalam Islam adalah adanya niat serta tujuannya bahwa bekerja merupakan kewajiban agama dalam rangka menggapai ridha Allah sehingga kesadaran bekerja seperti ini kita sebut jihad fi sabilillah.

Semangat jihad yang tumbuh dari keyakinan tauhid yang seharusnya menjadi etos kerja setiap muslim di mana pun berada. Kita harus menumbuhkan suatu penghayatan pada diri kita semua yang membuahkan suatu keyakinan bahwa keyakinan terhadap kitab suci Al Qur’an itu adalah ciri dan cara hidup, bahkan merupakan suatu definisi yang absolut akan keabsahan muslim seseorang.

Al Qur’an memberi petunjuk dan ajaran yang mencakup seluruh aspek kehidupan, bukan sebagai pernyataan statis yang tidak memberi dampak. Mengaktualisasikan Al Qur’an merupakan upaya akbar yang terus berkesinambungan dalam kehidupan seorang muslim.

Baca Juga :