Posted in: Umum

Filsafat islam

Filsafat islam

            Filsafat sebenarnya baru tumbuh setelah gerak filsafat mucul di akhir masa bani umayyah untuk melawan pemikiran yahudi dan nasrani yang selalu menyerang dan mendiskreditkan ajaran islam. Pemikiran teologis dari agama Kristen sudah berkembang lebih dulu sebelum datangnya islam dan masuk ke lingkungan islam secara sengaja untuk merusak akidah islam. Karena ituh timbul kenginn kaum muslimin untuk mengali pemikiran tuk merusak akidah islam. Karena ituh timbul kenginn kaum muslimin untuk mengali pemikiran yang bersiafat teologis, sehingga dapat menolak ajran-ajaran teologis dari agama Kristen. Ilmu ini kemudian disebut ilmu kalam. Ilmu kalam dalam perkembangannya menjadi ilmu khusus yang membahas tentang berbagai macam pola pemkiran yang berbeda dari ajran islam sendiri. Hal ini didukung oleh banyaknya ayat dalam AL-QUR’AN yang memerintahkan untuk membaca, berpikir dan mengunakan akal ke semuanya mendorong umat islam, terutama para ahlinya untuk berpikr mengenai mengenai segala sesuatu guna mendapatkan kebenaran dan kebijaksanaan . dalam perkembangan selanjutnya, ilmu kalam berkembang menjadi filsafat islam.

5) Ilmu sejarah

            Pada masa bani umayyah, penkajian ilmu sejarah manghasilkan tarikh yang terbagi dalam 2 kategori:

  1. a)ilmu tarikh islam yaitu sejarah kaum muslimin  dengan segala perjuangan serta riwayat hidup pemipin-pemipin mereka. Sumber tarikh dalam bidang ini adalah amal perbuatan mereka sendiri.
  2. b)Tarikh umum yaitu sejarah bangsa-bangsa lain yang dipelajari dan di salin dengan sunguh-sunguh sejak masa bani umayyah. Hal ini karea khalifah mereka termasuk orang-orang yang palng gemar untuk mengetahui orang-orang ternama dari sejarah bangsa-bangsa lain. Namun demikian ilmu pada masa umayyah baru dalam tahap awal pertumbuhan. Ilmu sejarah mulai berkembang pesat pada masa abbasiyah.

4) Periode bani abbasiyah

            Periode ini diakui dunia islam sebagi masa kajayaan ilmu pengetahuan  dan peradabaan dalam islam . masa pemerintahaan bani abbasiyah merupakan masa kejayaan islam dalam berbagai bidang, khususnya bidang ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Pada masa ini umat islam telah banyak melakukan kajian kritis tentag tentang berbagai ilmu pengetahuan, sehinga ilmu pengetahuan, baik aqli(rasional) maupun naqli(tekstual), mengalami kemajuan secara gemilang. Pada masa dinasti ini, proses transformasi ilmu pengetahuan dilalakukan dengan cara penerjemahan berbagai buku karangan bangsa-bangsa terdahulu, seperti bangsa yunani, romawi, hindu,Persia serta berbagai naskah yang ada di kawasan timmur tengah, afrika, Mesopotamia, dan mesir.

            Meskipun pada waktu itu pusat-pusat tudi ke ilmuan belum memiliki fasilitas yang memadai seperti saat ini, namun aktivitas ke ilmuan tetap berjalan dan berkembang dengan penuh semangat. Pada masa ini, pusat-pusat kajian ilmiah betempat di masjid-masjid, misalnya masjid Basrah. Di masjid ini terdapat kelompok studi yang disebut Halaqat al jadl, Halaqat al fiqh, Halqat al-tafsir wal hadist dan lain-lain. Banyak orang dari berbagai suku bangsa yang datag ke tempat studi ilmu pengetahuan itu. Dengan demikian berkembanglah kebudayaan dan ilmu pengetahuan dalam islam.

            Di awal berdirinya pemerntahan bani absiyyah, belum mengenal lemaga pendidikan formal, seperti sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Mereka masih mengikuti tradisi  keilmuan para pendahulu mereka, dinasti Umayyah. Baru pada khalifah Harum Ar-Rasyid, didirikan lembaga pendidikan formal seperti darul hikmah, yang kemudian dilanjutkan dan disempurnakan oleh Al-makmuh. Dari lembaga inilah banyak lahir para sarjana  dan para ahl ilmu pengetahuan yang membawa kejayaan  dinasti Abbasiyah dan umat islam pada umumnya.

            Imu pengetahuan yang tumbuh dan berkembang pada masa dinasti Abbasiyah dapat diidefikasi pada dua ketegori, sebagai berikut ini.

 

https://haciati.co/