Dihajar Corona, Penjualan Retail Mobil Honda di Indonesia Hancur Lebur

Dampak pandemi virus Corona atau Covid-19 yang terjadi di Indonesia sangat dialami oleh industri otomotif. Salah satu yang terpapar imbasnya ialah penjualan ritel PT Honda Prospect Motor (HPM) yang turun menyeluruh hingga 82 persen, menjadi 1.855 unit pada April tahun ini, dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan total penjualan pabrikan berlambang huruf H ini, sekitar Januari hingga April 2020 menjangkau 37.033 unit. Jumlah tersebut, lebih rendah dibanding periode yang sama tahun kemudian sebesar 50.457 unit.

Dijelaskan Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT HPM, turunnya penjualan sebab ekonomi nasional yang pun anjlok serta banyaknya wilayah yang merealisasikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Daerah yang merealisasikan PSBB setara 70 persen pasar otomotif nasional. Pada April tahun lalu, penjualan ritel HPM lebih dari 10 ribu unit, sementara tahun ini melulu 1.855 unit,” papar Yusak Billy ketika teleconference bareng media sejumlah waktu lalu.

Lanjut Yusak, penjualan Honda masih ditopang mobil murah ramah lingkungan (LCGC), Brio Satya yang berkontribusi lebih dari 50 persen. Di samping itu, penjualan Honda pada bulan lalu, didapatkan dari media digital atau online Honda. Volumenya selama 20 persen, sebenarnya waktu normal, penjualan online melulu menyumbang selama 3 persen.

Sumber Penjualan
Sekitar 70 persen penjualan Honda di masa pandemi ini masih berasal dari repeat order khususnya dari loyalis brand Honda. Metodenya dari semua tenaga penjualan yang menghubungi konsumennya.

Sedangkan penjualan secara offline masih terjadi, namun kecil melulu 10 persen. Penjualan offline ini masih terjadi khususnya di daerah-daerah yang belum merealisasikan PSBB, sampai-sampai dealer dan konsumen masih dapat berinteraksi secara fisik. Sumber: https://t.co/RR7XrkHGxp