Tak Pernah Dirilis, Xiaomi Mi 6s Mendadak Nongol di Geekbench

Tak Pernah Dirilis, Xiaomi Mi 6s Mendadak Nongol di Geekbench

Tak Pernah Dirilis, Xiaomi Mi 6s Mendadak Nongol di Geekbench
Tak Pernah Dirilis, Xiaomi Mi 6s Mendadak Nongol di Geekbench

Pada bulan April 2017 lalu Xiaomi telah merilis Xiaomi Mi 6. Terkait dengan hal itu, ada rumor yang menyebutkan bahwa pabrikan smartphone asal Cina tersebut juga akan membuat Xiaomi Mi 6s yang merupakan varian baru dari Mi 6.

Tetapi, hingga Xiaomi merilis Mi 8 di tahun ini, Mi 6s tidak pernah diluncurkan. Menariknya, baru-baru ini muncul satu perangkat yang diduga kuat Xiaomi Mi 6s di situs Geekbench. Smartphone ini pun tercatat masih menggunakan chipset lawas Qualcomm, yakni Snapdragon 835.

Selain dukungan chipset Snapdragon 835, Geekbench juga memperlihatkan

bahwa smartphone ini sudah dibekali RAM sebesar 6 GB yang juga dimiliki oleh Mi 6. Menariknya, smartphone ini telah dibekali Android 9 alias Pie.

Dalam pengujian single-core, Geekbench mencatat bahwa perangkat ini mampu meraih skor hingga 1.747 poin. Sedangkan dalam pengujian multi-core, perangkat ini mampi mencapai nilai 7.039. Sayangnya, tak ada informasi lainnya yang bisa diungkap dari smartphone ini.

Xiaomi sendiri saat ini juga sedang sibuk untuk mempersiapkan

peluncuran Mi MIX 3. Spekulasi yang juga berkembang, Xiaomi kabarnya akan memperkenalkan Mi MIX 3 bersama dengan Mi Note 4 pada tanggal 15 Oktober 2018.

Sayangnya tidak ada konfirmasi yang datang dari Xiaomi mengenai waktu peluncuran. Besar kemungkinan kedua perangkat tersebut akan melenggang akhir bulan ini. Jika benar, kehadiran Mi MIX 3 dan Mi Note 4 akan berbenturan dengan OnePlus 6T yang meluncur pada tanggal 30 Oktober 2018.

Selain berbenturan dengan OnePlus 6T, kedua perangkat besutan Xiaomi

tersebut juga akan berhadapan dengan Honor Magic 2 dan Nubia X yang dijadwalkan akan resmi meluncur pada tanggal 31 Oktober 2018 mendatang.

 

Baca Juga :

Facebook: Ada 30 Juta Akun Rentan di-Hack

Facebook: Ada 30 Juta Akun Rentan di-Hack

Facebook Ada 30 Juta Akun Rentan di-Hack
Facebook Ada 30 Juta Akun Rentan di-Hack

Facebook belum lama ini sudah mengeluarkan pernyataan bahwa ada pelanggaran keamanan terkait dengan layanan media sosial yang dikembangkannya. Tercatat, diperkirakan masih ada 30 juta pengguna yang datanya berhasil diretas, seperti alamat e-mail dan nomor telepon.

Diperkirakan, setengah dari jumlah tersebut ada beberapa data pribadi yang terbilang penting yang berhasil diakses oleh peretas, termasuk data tempat tinggal, status hubungan dan riwayat pencarian. Facebook sendiri mengatakan bahwa ini bukan lagi pelanggaran sepele yang dilakukan oleh peretas.

Diperkirakan ada 14 juta akun pengguna yang dibobol oleh peretas dan

mereka berhasil mengakses data pribadi yang terbilang “sangat krusial”. Tak hanya nama pengguna dan jenis kelamin

, peretas juga berhasil mengetahui informasi lainnya, seperti agama,

tanggal lahir, pendidikan hingga perangkat yang dipakai.

Untuk mengetahui apakah data pribadi kalian termasuk yang berhasil diretas, kalian bisa mengakses tautan ini. Geser ke bawah ke kotak berwarna biru muda dengan judul “Is my Facebook account impacted by this security issue?”

Jika akun Facebook kalian tidak terganggu masalah ini,

kalian akan melihat pesan yang bertuliskan “Based on what we’ve learned so far, your Facebook account has not been impacted by this security incident. If we find more Facebook accounts were impacted, we will reset their access tokens and notify those accounts.”

 

sumber :

https://profilesinterror.com/jdm-racing-apk/

Xiaomi Akhirnya Ungkap Tanggal Rilis Black Shark 2

Xiaomi Akhirnya Ungkap Tanggal Rilis Black Shark 2

Xiaomi Akhirnya Ungkap Tanggal Rilis Black Shark 2
Xiaomi Akhirnya Ungkap Tanggal Rilis Black Shark 2

Bulan Oktober tahun ini jadi bulan yang sibuk bagi sebagian pabrikan smartphone untuk memperkenalkan jajaran produk terbarunya. Pada tanggal 9 Oktober 2018, Google telah merilis dua smartphone terbaru miliknya, yakni Google Pixel 3 dan Pixel 3 XL.

Selanjutnya pada tanggal 10 Oktober 2018, Razer membuat kejutan dengan menghadirkan Razer Phone 2 yang merupakan kelanjutan dari Razer Phone generasi pertama yang diperkenalkan pada tahun 2017 lalu. Dan pada tanggal 16 Oktober 2018 giliran Huawei yang memperkenalkan Huawei Mate 20 Series.

Xiaomi pun tak mau ketinggalan. Disebut-sebut, pabrikan smartphone asal Cina ini akan memperkenalkan Mi MIX 3 pada tanggal 25 Oktober 2018. Namun sebelum mereka merilis Mi MIX 3, Xiaomi punya agenda yang tak kalah seru, yakni merilis Black Shark 2 pada tanggal 23 Oktober 2018.

Mengenai waktu peluncuran Black Shark 2, Xiaomi pun telah mengonfirmasi lewat dua poster teaser yang telah mereka sebar ke internet. Kedua poster tersebut menampilkan siluet Black Shark 2 sebagai gambar latarbelakang, baik sisi bagian depan maupun sisi belakang perangkat.

Seperti yang bisa kalian lihat, pada bagian depan perangkat, Xiaomi akan menyisipkan lubang speaker di atas layar yang memiliki desain seperti yang selama ini dibocorkan. Selain itu, Xiaomi juga sepertinya bakal mengemas Black Shark 2 dengan garis neon hijau yang berada di sekitar bingkai atau frame.

Xiaomi Black Shark generasi pertama lahir pada bulan April tahun ini

dan enam bulan kemudian, generasi keduanya dalam perjalanan. Black Shark 2 disebut-sebut akan hadir dengan chipset Snapdragon 845 yang juga menjadi otak dari Black Shark generasi pertama.

Smartphone ini juga akan dilengkapi dengan kamera ganda di bagian belakang

dan pemindai sidik jari yang juga berada di bagian belakang perangkat. Xiaomi tetap akan mengemas Black Shark 2 dengan bentang layar berukuran 5,99 inci dan baterai berkapasitas 4.000 mAh.

Apakah smartphone ini akan dijual lebih tinggi dari generasi

pertamanya? Tentu saja pertanyaan tersebut baru akan bisa terjawab pada tanggal 23 Oktober 2018 nanti. Jadi kita tunggu saja gebrakan-gebrakan menarik yang akan ditawarkan oleh Xiaomi ke dalam smartphone gaming terbarunya ini.

 

sumber :

Stick War: Legacy 1.11.152 Apk + Mod (Unlimited Money/Gems) for android

Game Mode 5.0 Bikin Vivo V15 Makin Asyik Buat Ngegame

Game Mode 5.0 Bikin Vivo V15 Makin Asyik Buat Ngegame

Game Mode 5.0 Bikin Vivo V15 Makin Asyik Buat Ngegame
Game Mode 5.0 Bikin Vivo V15 Makin Asyik Buat Ngegame

Sejalan dengan perkembangan industri mobile game dan Multiplayer Online Battle Arena (MOBA), produsen smartphone terus melakukan pembenahan terhadap perangkat yang diperkenalkannya. Tidak terkecuali Vivo yang baru-baru ini telah memperkenalkan Vivo V15 Series.

Ya! Vivo V15 Series yang turut dipasarkan ke Indonesia telah membawa fitur khusus Game Mode 5.0. Tak hanya meminimalisir gangguan eksternal ketika bermain game, seperti panggilan telepon atau notifikasi media sosial, namun lebih jauh sudah mengintegrasikan kemampuan AI.

Berkat fitur Game Mode 5.0, Vivo mengklaim bahwa Vivo V15 Series bisa menjadi sebuah perangkat gaming yang bebas lag. Tidak hanya itu, pengguna pun tidak perlu khawatir akan catu daya dari smartphone ini karena tetap lebih efesien dalam pemakaiannya.

“Vivo V15 Series, baik V15 dan V15 Pro, keduanya didukung dengan Game Mode 5.0. Fitur ini dikembangkan lebih lanjut berdasarkan insight konsumen untuk fitur pendukung gaming all-in-one yang dapat dengan mudah diakses,” ungkap Yoga Samiaji, Senior Product Manager PT Vivo Mobile Indonesia.

Yoga juga menegaskan bahwa dukungan Dual-Turbo serta Competition

Mode yang ada pada Game Mode 5.0 menjadi sesuatu yang lebih penting untuk memaksimalkan performa smartphone. Tidak hanya dari sisi visual gaming yang lebih smoot, tetapi juga mampu mengatur alokasi RAM yang lebih efesien.

Fitur Gaming Mode 5.0 ini pun juga mudah

untuk diaktifkan oleh pengguna lewat Control Center. Di dalamnya pengguna bisa mengaktifkan beberapa rangkaian fitur yang ada, seperti Background Calls, Reject, Block Notification, Off-Screen Autoplay dan Esport Mode.

Yang menjadi pembeda pada Game Mode 5.0 adalah dua fitur tambahan

, yaitu Dual-Turbo Engine dan Competition Mode. Dual-Turbo Engine adalah kombinasi Vivo Game Acceleration Engine (Game Turbo) dan System Acceleration Engine (System Turbo) yang membuat game dapat berjalan dengan halus.

 

Baca Juga :

Baterai iPhone 2019 Lebih Besar dan Support Reverse Charging

Baterai iPhone 2019 Lebih Besar dan Support Reverse Charging

Baterai iPhone 2019 Lebih Besar dan Support Reverse Charging
Baterai iPhone 2019 Lebih Besar dan Support Reverse Charging

Untuk menciptakan sebuah perangkat yang ditujukan untuk konsumen kelas atas, tak sedikit pabrikan smartphone yang berlomba-lomba menawarkan layar bezel-less. Ya! Hal itu sudah berjalan sejak tahun lalu dan kini pabrikan smartphone siap memasuki era 5G.

Contohnya Samsung yang dalam waktu dekat ini akan meluncurkan Samsung Galaxy S10+ dengan kemampuan konektivitas 5G. Sementara itu, pesaing Samsung, yakni Huawei juga tak mau kalah. Mereka telah mempersiapkan Huawei Mate X juga dengan kemampuan konektivitas 5G.

Namun yang tak kalah menarik, fitur reverse wireless charging kemungkinan akan naik daun mulai pertengahan tahun ini. Seperti yang kita tahu, Huawei telah memulai dengan menyisipkan fitur tersebut ke dalam Huawei Mate 20 Pro yang diperkenalkan pada tahun lalu.

Nah! Fitur yang sama juga diadopsi oleh Samsung ke dalam Galaxy S10

, dan raksasa elektronik asal Korea Selatan ini menyebutnya Wireless PowerShare. Tak mau ketinggalan, Huawei pun juga membenamkan fitur reverse wireless charging ke dalam amunisi terbarunya, Huawei P30 Pro.

Huawei sudah memulai dan Samsung juga sudah ikut menggunakananya. Nah! Kabarnya fitur ini juga akan diadopsi oleh Apple ke dalan jajaran iPhone yang bakal muncul di tahun ini. Setidaknya, itulah laporan terbaru yang keluar dari mulut analis ternama, Ming-Chi Kuo.

Tidak berbeda dengan Wireless PowerShare

kepunyaan Samsung, nantinya fitur reverse wireless charging yang ada pada iPhone 2019 juga akan dapat mengisi daya secara nirkabel ke iPhone lain atau AirPods dengan Wireless Charging Case atau perangkat Qi yang kompatibel.

Kuo juga memberikan bocoran bahwa Compeq

akan memasok battery boards dan STMicro akan memasok Apple dengan pengontrol pengisian daya nirkabel dua arah. Agar ini berfungsi maksimal, kapasitas baterai dan battery boards untuk iPhone 2019 diharapkan akan bertambah besar.

 

sumber :

https://ekonomija.org/robot-assassin-apk/

 

Terungkap! Inilah Harga Huawei Watch GT di Indonesia

Terungkap! Inilah Harga Huawei Watch GT di Indonesia

Terungkap! Inilah Harga Huawei Watch GT di Indonesia
Terungkap! Inilah Harga Huawei Watch GT di Indonesia

Huawei secara resmi telah memperkenalkan jam tangan pintar terbarunya, Huawei Watch GT di pasar Indonesia. Nah! Bagi kalian yang tertarik untuk membeli jam tangan pintar ini, Huawei telah memasarkannya lewat Erafone dengan penawaran pre-order.

Penawaran pre-ordernya sendiri baru akan dimulai pada tanggal 8

hingga 21 April 2019. Ada dua warna yang ditawarkan, yakni Orange dan Green. Huawei menjanjikan, untuk warna Orange akan dikirim ke pembeli mulai tanggal 16 April 2019, sedangkan warna Green akan dikirim 23 April 2019.

Bagi kalian yang tertarik untuk membeli Huawei Watch GT, jam tangan pintar ini ditawarkan dengan harga Rp2.499.000. Dalam penawaran pre-order ini, Erafone dan Huawei juga memberikan promo bebas ongkir dan cicilan 0% pembelian dengan kartu kredit hingga 12 bulan.

Lantas, apa daya tarik Huawei Watch GT? Seperti telah diinformasikan

oleh DroidLime sebelumnya, daya tarik dari jam tangan pintar ini tidak hanya dibekali kemampuan AI, tetapi juga punya daya baterai yang lama, konsumsi daya yang rendah serta cocok untuk penyuka aktivitas outdoor.

Watch GT dirancang dengan penampilan klasik, tetapi tetap penuh gaya. Jam tangan pintar ini punya kombinasi yang sempurna antara material keramik klasik dan fitur modern yang cerdas. Bezel keramik pada Huawei Watch GT 42mm adalah biocompatible sehingga tidak menimbulkan iritasi di tangan.

Refleksi cahaya juga akan muncul sebagai warna yang berbeda

dari sudut yang berbeda dan mampu menghasilkan warna-warna yang luar biasa. Watch GT juga memakai layar sentuh 1,2 inci AMOLED dengan resolusi 390 x 390 piksel untuk menghasilkan tampilan yang jernih.

 

sumber :

https://ekonomija.org/digital-marketing/

 

Tiga Smartphone ini Turun Harga, Menarik Buat Dibeli?

Tiga Smartphone ini Turun Harga, Menarik Buat Dibeli?

Tiga Smartphone ini Turun Harga, Menarik Buat Dibeli
Tiga Smartphone ini Turun Harga, Menarik Buat Dibeli

Ada dua pabrikan smartphone Android yang mengumumkan bahwa perangkat yang diperkenalkannya

di tahun ini turun harga. Ya! Pabrikan smartphone Android tersebut adalah HMD Global yang menurunkan harga Nokia 2.2 dan OPPO yang kini memasarkan OPPO Reno serta OPPO Reno 10x Zoom jauh lebih murah dari sebelumnya.

HMD Global mengumumkan bahwa Nokia 2.2 kini dapat dibeli dengan harga 1.499.000. Padahal saat pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada akhir bulan Juni 2019 lalu, smartphone yang masuk ke dalam proyek Android One ini dijual dengan harga Rp1,8 juta.

Sementara, OPPO Reno kini dibanderol dengan harga Rp6.499.000 dari sebelumnya yang dijual

dengan harga Rp7.999.000. Sedangkan OPPO Reno 10x Zoom kini dijual seharga Rp10.499.000 dari sebelumnya yang dijual seharga Rp12.999.000.

OPPO Reno dan OPPO Reno 10x Zoom sendiri datang ke pasar Indonesia pada pertengahan bulan Juni 2019. Smartphone ini membawa desain kamera depan yang unik, yakni punya desain sirip ikan hiu. Selain itu, OPPO juga menyisipkan dukungan kamera belakang yang menarik ke dalam OPPO Reno dan OPPO Reno 10x Zoom.

Nah! Pada tanggal 8 Oktober 2019 nanti OPPO juga akan kembali mendatangkan OPPO Reno Series

terbaru ke pasar Indonesia. Diduga kuat, perangkat yang akan didatangkan oleh pabrikan smartphone asal Cina tersebut adalah OPPO Reno 2 dan OPPO Reno 2 F. Ya! Keduanya akan menyasar konsumen kelas menengah ke atas.

Sementara, Nokia 2.2 yang kini dijual dengan harga Rp1.499.000 sudah barang tentu menyasar konsumen entry-level. Ya! Dibanderol seharga Rp1 jutaan, smartphone ini pun bakal berkompetisi dengan Advan G3 Pro, Infinix Hot 8 dan Redmi 8A yang juga dijual dengan harga yang tidak terpaut jauh

 

Baca Juga :

Nubia Z20 Mengglobal, Sudah Bisa Dibeli oleh Konsumen di Indonesia

HMD Global Sedang Garap Nokia 8.2 dengan Kemampuan 5G

 

Nubia Z20 Mengglobal, Sudah Bisa Dibeli oleh Konsumen di Indonesia

Nubia Z20 Mengglobal, Sudah Bisa Dibeli oleh Konsumen di Indonesia

Nubia Z20 Mengglobal, Sudah Bisa Dibeli oleh Konsumen di Indonesia
Nubia Z20 Mengglobal, Sudah Bisa Dibeli oleh Konsumen di Indonesia

Diluncurkan pada bulan Agustus 2019 dan dijual di Cina sejak saat itu, Nubia Z20 sekarang secara resmi tersedia untuk dibeli di pasar internasional. Smartphone flagship layar ganda ini tidak hanya bisa di beli di kawasan Amerika Utara, tetapi juga d Eropa dan Asia.

Ya! Nilai jual dari smartphone ini adalah kehadiran layar sekunder 5,1 inci di bagian belakang. Selain itu, smartphone ini juga punya komponen hardware yang menarik di dalam bodinya. Smartphone ini punya layar utama dengan panel AMOLED berukuran 6,42 inci yang melengkung.

Sementara itu, di dalam tubuhnya sudah bercokol chipset Snapdragon 855+

yang datang bersama baterai berkapasitas 4.000 mAh serta dukungan pengaturan tiga kamera belakang. Punya layar sekunder, smartphone ini tidak lagi memuat kamera depan di dalam poni, punch-hole atau pun pop-up.

Ya! Untuk kebutuhan video call maupun selfie, semuanya dapat dilakukan lewat kamera belakang. Ketiga kamera belakang disematkan dengan susunan horizontal yang memilik konfigurasi 48 MP dengan aperture f/1.7 plus OIS sebagai kamera utama, lensa telefoto 8 MP dengan 3x optcal zoom dan lensa ultra-wide 16 MP.

Layar sekundernya juga menggunakan panel AMOLED dan memiliki resolusi HD+.

Ini melayan berbagai keperluan mulai dari tampilan yang selalu aktf ke jendela bidk kamera dan pengguna dapat dengan cepat untuk beralih di antara aplikasi di bagan depan dan belakang.

Sementara itu, pemindai sidik jari tidak dimuat di bawah layar, tetapi ditempatkan di kedua sisi perangkat, baik di sisi kanan maupun di sisi kiri. Nubia Z20 sudah berjalan dengan antarmuka Nubia UI 7 berbasiskan Android 9 Pie.Baterai 4.000 mAh juga sudah mendukung pengsian cepat hingga 27W dengan USB PD 2.0.

Nubia Z20 akan tersedia di Amerika Serikat, Kanada, Eni Eropa, Australia,

Hong Kong, Israel, Jepang, Singapura, Indonesia, Taiwan dan Makao. Ada dua pilihan warna yang ditawarkan, yakni Twilight Blue dan Diamond Black. Tersedia hanya satu varian, RAM 8 GB + ROM 128 GB yang dibanderol seharga US$ 549 atau sekitar Rp7,8 juta.

 

Sumber :

https://rhydianroberts.com/

HMD Global Sedang Garap Nokia 8.2 dengan Kemampuan 5G

HMD Global Sedang Garap Nokia 8.2 dengan Kemampuan 5G

HMD Global Sedang Garap Nokia 8.2 dengan Kemampuan 5G
HMD Global Sedang Garap Nokia 8.2 dengan Kemampuan 5G

Di sejumlah negara maju, jaringan 5G sudah diimplementasikan. Ini memacu banyak pabrikan smartphone Android untuk meluncurkan perangkat dengan kemampuan 5G di dalamnya. Tidak terkecuali HMD Global yang disebut-sebut sedang menggarap satu perangkat dengan konektivitas 5G.

Seperti ditulis oleh NokiaPowerUser dan beberapa sumber lainnya, smartphone 5G

yang sedang digarap oleh HMD Global adalah Nokia 8.2 5G. Tidak hanya punya nilai jual sebagai smartphone 5G, Nokia 8.2 5G juga disebut-sebut punya dukungan empat kamera yang mengesankan di bagian belakang.

Laporan lainnya menyebutkan, smartphone ini juga akan membawa kamera depan dengan desain pop-up seperti yang dimiliki oleh Nokia 8.2 versi 4G LTE. Ya! Artinya smartphone ini akan menawarkan layar yang tidak diganggu oleh poni bergaya waterdrop atau punch-hole.

Nah! Bagaimana dengan jeroannya? Sayangnya, hingga saat ini belum banyak yang mengungkap dukungan chipset, RAM, internal storage serta baterai yang disematkan ke dalam smartphone ini. HMD Global hanya menyebutkan bahwa smartphone 5G-nya itu menawarkan banyak nilai unggulan.

Jika Nokia 8.2 5G punya banyak nilai unggulan, tidak tertutup kemungkinan smartphone ini

akan masuk ke dalam jajaran flagship yang dikembangkan oleh HMD Global. Dengan begitu sudah bisa ditebak, smartphone ini nantinya akan dibanderol atau dijual dengan harga yang tidak murah.

Dalam wawancara sebelumnya, CEO HMD Global mengklaim bahwa nilai sebuah perangkat flagship akan menelan biaya setengah lebih mahal dari perangkat 5G. Saat ini, sebagian besar smartphone yang punya kemampuan 5G dijual dengan harga sekitar US$ 1000. Sehingga tidak masuk akal untuk menjual Nokia 8.2 5G dengan harga US$ 500.

Tak sedikit yang berharap, Nokia 8.2 5G sudah bisa diperlihatkan oleh HMD Global

pada ajang Mobile World Congress 2020 yang digelar di Barcelona Spanyol. Jika tidak diperkenalkan di ajang tersebut, tentu saja akan sulit bagi HMD Global untuk berkompetisi dengan pabrikan smartphone Android lainnya yang sudah getol merilis smartphone 5G.

Terakhir di ajang IFA 2019 di Berlin, Jerman, HMD Global telah meluncurkan Nokia 7.2 dan Nokia 6.2. Bisa dibilang, Nokia 7.2 adalah yang paling menarik. Bagaimana tidak! Smartphone ini datang dengan kamera utama di bagian belakang dengan sensor 48 MP. Untuk dapur pacunya, Nokia 7.2 sudah dibekali dengan SoC Snapdragon 660.

 

Sumber :

https://viewsflow.com/

Digitalisasi Sekolah di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal

Digitalisasi Sekolah di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal

Digitalisasi Sekolah di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal
Digitalisasi Sekolah di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal

Tidak semua daerah di Indonesia memiliki akses pendidikan yang baik.

Beberapa daerah bahkan dikategorikan sebagai daerah tertinggal, dengan kriteria yang meliputi aksesibilitas, keuangan daerah, karakteristik daerah, faktor SDM, ekonomi, dan sarana prasarana yang kurang memadai.

Kondisi pendidikan merupakan salah satu persoalan utama di daerah tertinggal yang membutuhkan perhatian khusus. Masalah pendidikan ini dipicu oleh tingginya angka putus sekolah, sarana prasarana yang belum memadai, minimnya tenaga pengajar, dan rendahnya mutu pelayanan pendidikan.

“Kondisi permasalahan pendidikan di Indonesia di daerah daerah tertinggal ini,

semakin jauh dari ibukota kabupaten, jumlah gurunya itu semakin kurang. Masalah kualitas, tidak semua guru-guru yang mengajar di sekolah SD maupun SMP itu punya kualifikasi seperti yang dipersyaratkan. Banyak guru-guru yang hanya lulus D1 sampai dengan D3, dan walaupun mereka lulus S1 pun biasanya tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan, bukan dari pendidikan guru SD atau SMP,” ujar Supriyo, Kasubdit Pendidikan, Direktorat PSDM, Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal.

Zenius Education, sebagai salah satu pionir EdTech di Indonesia, yang memiliki misi mencetak generasi Indonesia yang memahami ilmu pengetahuan ketimbang menjadi generasi penghapal, telah mengumumkan kerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi pada Mei 2019 untuk mengembangkan daerah tertinggal. Dan pada akhir Agustus 2019 lalu, Zenius Education mengunjungi Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, salah satu daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) di Indonesia untuk mengimplementasikan Zenius Prestasi.

Zenius Prestasi sendiri merupakan sebuah kotak peladen

(server) yang bisa digunakan oleh para penggunanya untuk mengakses materi pelajaran Zenius Education tanpa koneksi internet. Dengan fitur video belajar yang lengkap mengikuti perkembangan kurikulum, paket soal latihan dan ujian dengan komposisi Higher Order Thinking Skill (HOTS) dan Lower Order Thinking Skill (LOTS) yang proporsional, serta pemetaan kemampuan siswa dan prediksi rekomendasi belajar, Zenius Prestasi dapat membantu siswa untuk belajar dan membantu daerah yang memiliki keterbatasan jumlah guru untuk memantau perkembangan belajar siswa dan menyusun program pembelajaran selanjutnya.

 

Baca Juga :