Cara Melindungi Anak dari Konten Dewasa di Internet

Cara Melindungi Anak dari Konten Dewasa di Internet

Dengan peradaban teknologi dan koneksi internet yang memadai, baik anak-anak maupun orang dewasa semakin lancar menggunakan internet. Sayangnya, suasana ini pun memperbesar bisa jadi anak-anak di bawah usia terekspos oleh konten-konten yang tidak cocok dengan usianya. Konten dewasa dapat berupa pornografi, kekerasan, seksualitas, teks vulgar, minuman beralkohol, dan konten ilegal lainnya. Lalu, bagaimana teknik melindungi anak dari konten dewasa di Internet?

Membuat akun eksklusif anak

Google mempunyai fitur FamilyLink yang memungkinkan anak-anak di bawah 13 tahun menciptakan akun sendiri. Fitur ini memungkinkan orang tua memantau kegiatan anak di internet, dari mulai software yang didownload hingga mengontrol channel youtube apa saja yang dapat ditonton anak. Sayangnya, fitur ini berbayar dan baru dapat digunakan di US.

Menggunakan fitur SafeSearch Google

Untuk mengayomi anak dari konten dewasa, kita dapat mengaturnya dengan Google. Google bisa menyaring konten gamblang berupa video, gambar, dan website andai fitur SafeSearch diaktifkan. Cara menggiatkan fitur SafeSearch guna browsing melewati laptop/komputer ialah mengatur ‘Setting’ pada menu di pojok kanan atas dan mencentang ‘Turn on SafeSearch’.

Jika memakai tablet dan smartphone berbasis android yang sering dipakai anak- anak, maka Anda dapat mengaturnya pada software ‘Google Setting’>’Personal Info & Privacy’>Search Setting.

Pada tab SafeSearch Filters, pilih ‘Filter Explicit Results’ dan simpan penataan tersebut. Cara menutup konten dewasa untuk pemakai iPhone/iPad pun dengan Android, Anda bermukim klik penataan Google App>Search Setting> Filter Explicit Results.

Memasang website ramah anak sebagai default search engine

Anda dapat mengunduh software untuk membatasi kegiatan buah hati di dunia maya. Namun, andai kesulitan menemukan software yang cocok, mungkin kamu bisa memakai situs pencari yang memang diutamakan untuk anak-anak. Jika anak telah terbiasa menggali konten dengan pertolongan google, maka kamu bisa merubah homepage website pencari mereka. Misalnya kamu ingin merubah homepage dari google ke kiddle.

Bagi pemakai Chrome versi desktop dapat mengklik menu More>Settings>Appearance>Show Home Button. Ketik situs kiddle pada isian tersebut. Untuk pemakai iOS yang mempunyai Safari browser dapat mengaturnya pada Safari Apps>Preference>General>Homepage. Ketik situs yang diharapkan sebagai homepage.

Mengaktifkan Restriction Aplikasi/Games

Apps dan Games pada AppStore maupun PlayStore tidak sedikit yang berfungsi untuk anak laksana mengajarkan calistung, namun sejumlah tidak cocok untuk anak-anak sebab kerap mengindikasikan kekerasan atau violence. Beberapa orang tua menggiatkan fitur ini untuk menangkal anak-anak mendownload aplikasi, games, dan In-App berbayar. Google menutup konten masing-masing apps-nya dengan rating.

Standar content rating ini bertolak belakang di masing-masing negara. Jika kamu melihat simbol 12+,16+,dan 18+ pada informasi maka apps itu untuk anak umur di atas 12,16,dan 18 tahun dengan keterangan bahwa apps tersebut barangkali berisi bagian kekerasan, aksi kriminalitas, pemakaian kalimat kasar, menstimulasi perjudian, dan sebagainya.

Jika Anda hendak melindungi anak dari konten dewasa, maka Anda dapat mengaktifkan restriction supaya anak tidak mendownload games/apps yang tidak cocok usianya. Cara menggiatkan fitur ini yakni membuka Tab Menu pada software PlayStore. Lalu, masuk ke Setting dan nyalakan Parental Controls.

Anda bakal diminta menciptakan PIN. Jika anak ‘iseng’ mematikan Parental Control, mereka bakal dimintai PIN ini. Jadi, pastikan PIN ini tidak diketahui anak, ya. Untuk perlengkapan berbasis iOS metodenya lebih mudah, bermukim masuk ke Setting>Restrictions>Enable Restriction. Anda bakal diminta menciptakan PIN lantas memilih Apps yang bakal diblokir.

Mendampingi anak ketika terhubung Internet

Cara sangat efektif mengayomi anak dari konten dewasa ialah pendampingan orang tua. Orang tua dapat menjelaskan ketika mereka mengejar konten yang tidak mereka pahami dan akibat keranjingan internet untuk diri mereka sendiri. Selain teknik melindungi anak dari konten dewasa di atas, membubuhkan komputer di lokasi dan layar yang dapat diawasi bakal memperkecil bisa jadi anak mengakses konten dewasa.

Sumber : https://www.fuzokubk.com/cgi-bin/LinkO.cgi?u=www.pelajaran.co.id