3.760 Pelajar Membaca Senyap

3.760 Pelajar Membaca Senyap

3.760 Pelajar Membaca Senyap
3.760 Pelajar Membaca Senyap

SOREANG – Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung menggelar rampak baca (readthon)

di Dome Bale Rame Gedung Budaya Soreang Kabupaten Bandung, Senin (17/4).

Kegiatan yang melibatkan 3.760 pelajar tingkat dasar itu diperuntukan untuk meningkatkan minat baca di masyarakat khususnya untuk para pelajar. Para pelajar SD dan SMP itu secara bersamaan membaca buku dengan durasi mulai 42 menit, 21menit dan 10 menit.

”Ini sangat menggembirakan, ternyata jumlah yang hadir lebih dari target. Angka 3.76 itu, sengaja kami buat untuk menyambut Hari Jadi Kabupaten Bandung yang ke 376,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Juhana pada wartawan, Senin (17/4).

Selain itu sebut dia, banyaknya peserta juga menunjukan tingginya minat baca

di kalangan pelajar sudah mulai semarak.

Menurutnya siswa yang hadir dalam kegiatan ini merupakan perwakilan dari semua sekolah tingkat SD dan SMP se Kabupaten Bandung. Semula pihaknya berencana menghadirkan sebanyak 3.760 orang pelajar. Tapi pada pelaksanaannya, antusiasme pelajar sangat tinggi sehingga jumlahnya lebih dari yang ditargetkan. Semua warga sekolah yang hadir di tempat itu, membaca senyap selama 42 menit, 21menit dan 10 menit.

”Minat baca di kalangan pelajar saat ini terus menggeliat. Hal ini juga ditunjang oleh kegiatan membaca disetiap sekolah 10 hingga 15 menit sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai,” tuturnya.

Dirinya menambahkan selama ini dinas pendidikan menargetkan setiap anak

, per tahun minimal harus membaca 24 buku. Tapi ternyata pada pelaksanaannya, sudah ada yang sampai 130 buku. Hal itu, menunjukan minat baca pelajar agar terus bergairah.

Lebih lanjut Juhana, menjelaskan kegiatan tersebut tentunya sangat menunjang dan bertujuan untuk kemajuan peradaban generasi muda suatu bangsa. Sehingga, bisa mempercepat masyarakat yang maju mandiri berdaya saing. ”Budaya membaca itu sangat penting untuk kemajuan suatu bangsa. Sehingga, ini harus terus digalakan disemua tingkatan,”katanya.

Juhana menambahkan, saat ini sarana berupa buku bahan bacaan untuk pelajar, di setiap sekolah sudah sangat memadai. Oleh karena itu, pihaknya mengintruksi di setiap sekolah wajib melakukan membaca sebelum KBM dimulai.

Pihaknya menambahkan disemua sekolah diberbagai tingkatan, sehingga tidak perlu khawatir akan kekurangan bahan bacaan. Karena memang untuk meningkatkan minat baca pelajar itu, sesuai dengan Permendikbud 23 tahun 2015 Tentang Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti, dimana salah satu komponennya adalah gerakan literasi.

 

Baca Juga :