Posted in: Umum

1943 – 1945 : Serangan Sekutu di Asia dan Pasifik

1943 – 1945 : Serangan Sekutu di Asia dan Pasifik

Pasukan Australia dan AS melancarkan kampanye yang panjang untuk merebut kembali bagian yang di duduki oleh Pasukan Jepang di Kepulauan Solomon, New Guinea dan Hindia Belanda, dan mengalami beberapa perlawanan paling sengit selama perang.
Seluruh Kepulauan Solomon direbut kembali pada tahun 1943, New Britain dan New Ireland pada tahun 1944. Pada saat Filipina sedang direbut kembali pada akhir tahun 1944, Pertempuran Teluk Leyte berkecamuk, yang disebut sebagai perang laut terbesar sepanjang sejarah.
Serangan besar terakhir di area Pasifik barat daya adalah kampanye Borneo pertengahan tahun 1945, yang ditujukan untuk mengucilkan sisa-sisa pasukan Jepang di Asia Tenggara, dan menyelamatkan tawanan perang Sekutu.
Kapal selam dan pesawat-pesawat Sekutu juga menyerang kapal dagang Jepang, yang menyebabkan industri di Jepang kekurangan bahan baku. Bahan baku industri sendiri sebenarnya merupakan salah satu alasan Jepang dalam memulai perang di Asia. Keadaan ini semakin efektif, setelah Marinir AS merebut pulau-pulau yang lebih dekat ke kepulauan Jepang.
Tentara Nasionalis China (Kuomintang) dibawah pimpinan Chiang Kai-shek dan Tentara Komunis China dibawah Mao Zedong, keduanya sama-sama menentang pendudukan Jepang terhadap China, tetapi tidak pernah benar-benar bersekutu untuk melawan Jepang. Konflik kedua kekuatan ini telah lama terjadi jauh sebelum Perang Dunia II dimulai, yang terus berlanjut, sampai batasan tertentu selama perang, walaupun lebih tidak kelihatan.

· 1945 : Iwo Jima, Okinawa, bom atom, penyerahan Jepang

Perebutan pulau-pulau seperti Iwo Jima dan Okinawa oleh pasukan AS, menyebabkan Kepulauan Jepang berada dalam jangkauan serangan laut dan udara Sekutu. Atas perintah Presiden Amerika Serikat, Harry S. Truman, setelah enam bulan pengeboman terjadi di 67 kota di Jepang.
Diantara kota-kota lain, Tokyo di bom bakar oleh Sekutu, dimana dalam penyerangan awal sendiri, setidaknya ada 90.000 orang yang tewas akibat kebakaran hebat di seluruh kota. Jumlah korban yang tinggi ini disebabkan oleh kondisi penduduk yang padat di sekitar sentra produksi dan konstruksi kayu serta kertas pada rumah penduduk yang banyak terdapat di masa itu.
Tanggal 6 Agustus 1945, AS mengirim 2 buah pesawat jenis B-29 superfoster yang membawa bom atom dengan massa 55 ton dari markas AS di Filipina. Bomber B-29 dengan nama “Enola Gay” yang dipiloti oleh Kolonel Paul Tibbets, Jr. melepaskan satu bom atom “Little Boy” di Hiroshima, dengan daya ledak 50 km², menciptakan awan jamur yang secara efektif menghancurkan kota tersebut.
Pada tanggal 8 Agustus 1945, Uni Soviet mendeklarasikan perang terhadap Jepang, seperti yang telah disetujui pada Konferensi Yalta, dan melancarkan serangan besar terhadap Manchuria yang diduduki Jepang (Operasi Badai Agustus).
Diikuti pada tanggal 9 Agustus 1945, Jepang dikejutkan dengan dijatuhkannya kembali bom nuklir berjulukan “Fat Man” dengan massa 105 ton berdaya ledak hingga 100 km² oleh bomber B-29 bernama “Bock’s Car” yang dipiloti oleh Mayor Charles Sweeney, yang menimbulkan cendawan asap di atas kota Nagasaki.

Sumber: https://pendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/