SMA Terbuka di SMAN 4 Sepi Peminat

SMA Terbuka di SMAN 4 Sepi Peminat

SMA Terbuka di SMAN 4 Sepi Peminat
SMA Terbuka di SMAN 4 Sepi Peminat

SMAN 4 Kota Bogor mengajak masyarakat, khususnya warga Kota Bogor untuk mengikuti program masuk SMA Terbuka.

Sekolah yang terletak di Jalan Dreded, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan ini mengklaim, tidak akan memungut biaya sepeser pun terkait program ini. Hal ini dikarenakan, seluruh biaya ditanggung oleh pemerintah pusat melalui program Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui BOS Provinsi Jawa Barat.

“Tahun pelajaran 2017/2018 kemarin, kami telah membuka program SMA Terbuka.

Tapi, masih belum diminati masyarakat,” ujar Kepala SMAN 4 Kota Bogor Enung Nuripah saat ditemui Metropolitan, kemarin.

Padahal, sambung dia, melalui musyawarah rencana pembangunan tingkat Kecamatan Bogor Selatan, kami telah mensosialisasikannya. Tapi, masyarakat kurang paham dan mengerti sistem pembelajaran di SMA Terbuka.

“Untuk waktu dan tempat belajar SMA Terbuka fleksibel, karena waktu belajar minimal

dua kali dalam seminggu, sementara kurikulumnya disesuaikan,” bebernya.

Enung menambahkan, sistem belajar di sekolah terbuka ini berbasis IT dan Aplikasi, selain itu tersedia juga modul-modul manual untuk belajar.

“Kami juga sudah mensiapkan guru-guru binanya, guru kunjungnya, dan juga guru pamongnya,” tukasnya.

 

Baca Juga :

 

 

Pemkot Bogor Bahas Rute Sekolah

Pemkot Bogor Bahas Rute Sekolah

Pemkot Bogor Bahas Rute Sekolah
Pemkot Bogor Bahas Rute Sekolah

Pemerintah Kota Bogor saat ini sedang membahas masalah rute bagi bus sekolah. Bus sekolah sendiri merupakan salah satu dari 32 janji politik Bima Arya – Usmar Hariman.

“Target RPJMD 2014 – 2019 itu bus sekolah sebanyak empat unit. Persoalan yang sedang dikaji sekarang adalah untuk rutenya. Saat ini sedang dikaji dan ditelaah,” ujar Plt Wali kota Usmar Hariman

Sistem sekolah di Kota Bogor disebut Usmar tidak menganut sisten zonasi sehingga untuk pemerataan sekolah masih jauh. “Sistem sekolah kita kan tidak menganut zonasi ya. Pemerataan sekolah pun disebut masih jauh titik lokasinya,” ujarnya.

Saat ini Usmar menyatakan sedang dibahas rute-rute efektif untuk bus sekolah ini.

Apakah nantinya mengikuti Sistem Satu Arah (SSA), diberangkatkan dari Baranangsiang, atau bahkan dari Ciawi langsung menuju SSA ke Sempur, Jalak Harupat, dan lokasi lain.

“Ya itu harus diidentifikasi berapa sekolah yang bisa dilalui. Nanti bisa dirumuskan lagi. Itu harus ada simulasi terkait efektifitas dua bus sekolah ini. Yang pasti satu dari arah mana dan satu yang lain. Harus berlawanan titiknya,” ucapnya.

Usmar menyebut target akan ada empat unit bus sekolah yang akan beroperasi dan mengakomodasi siswa-siswi di Kota Bogor. Dua unit disebut dibuat 2018 ini, sementara dua sisanya akan dibuat tahun depan. Untuk penganggaran bus sekolah disebut berasal dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor.

Ayub Cahyono selaku Kasubag Umum dan Kepegawaian Disdik Kota Bogor menyatakan

, awalnya pengadaan merupakan tanggungjawab Dinas Perhubungan (Dishub). Namun, setelah dilakukan pengajian, pengadaan diserahkan kepada Disdik karena berhubungan dengan sekolah dan siswa yang merupakan wilayah Disdik.

“Sesuai dengan pembicaraan dengan Plt Walikota, pengadaan diserahkan ke kita (Disdik). Mungkin kita pegang sampai tahun depan, sampai UPTD Terminal dan Angkutan Dishub sudah berjalan dengan baik. Bus wisata ini kan dikelola oleh mereka juga,” ujar Ayub.

Untuk proses yang sedang berlangsung, Ayub mengaku masalah bus sekolah ini sedang diproses

dalam e-purchasing di e-catalog. Namun, kemarin sempat ada kendala karena pengadaan bus sekolah ini belum masuk dalam Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD), yang salah satunya akibat dari pengalihan pengurusan.

 

Sumber :

http://reachforcollege.org/ways-to-find-the-best-medical-information-online

UNBK di Rumba Madya Berjalan Lancar

UNBK di Rumba Madya Berjalan Lancar

UNBK di Rumba Madya Berjalan Lancar
UNBK di Rumba Madya Berjalan Lancar

301 siswa SMA Rumba Madya mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer

(UNBK) yang dibagi menjadi tiga sesi. Menurut Kepala SMA Rumba Madya Hj.

Eliyagus Solfana, penyelenggaran ujian di hari kedua ini berjalan dengan lancar dan aman.

“Sampai sampai saat ini seluruh siswa masih bisa mengerjakan soal UNBK dengan lancar tanpa ada gangguan apapun,” ujar Eliyagus saat ditemui Metropolitan, kemarin.

Menurutnya, lancarnya pelaksanaan UNBK ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak

dilingkungan pendidikan SMA Rumba Madya yang sangat solid. Selain itu, para siswa juga sudah dibekali beberapa kali uji coba dengan simulasi beberapa mata pelajaran yang tidak beda jauh dengan soal yang mereka hadapi saat ini.

“Semoga saja sampai pelaksanaanya selesai seluruh siswa dapat mengisi soal UNBK

dengan baik karena saya yakin dengan kemampuan mereka,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://www.giantbomb.com/profile/topon990/blog/you-can-get-best-educational-management-informatio/137222/

Perubahan Standar Nasional Pendidikan

Perubahan Standar Nasional Pendidikan

Perubahan Standar Nasional Pendidikan
Perubahan Standar Nasional Pendidikan

PP No. 32/2013 tentang Perubahan Standar Nasional Pendidikan

Pada tanggal 7 Mei 2013 lalu, Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, telah menandatangani sebuah peraturan baru yaitu Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Berdasarkan konsideran dalam peraturan ini, perubahan peraturan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan perlu diselaraskan dengan dinamika perkembangan masyarakat, lokal, nasional, dan global guna mewujudkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional, serta perlunya komitmen nasional untuk meningkatkan mutu dan daya saing bangsa.

Setelah mencermati isi PP No. 32 Tahun 2013 ini, saya melihat perubahan-perubahan yang dilakukan tampaknya lebih cenderung berkaitan dengan pasal-pasal yang berhubungan dengan kurikulum dan key area pembelajaran (standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, dan standar penilaian). Hal ini tampak jelas dengan disisipkannya BAB XIA yang secara khusus berisi pasal-pasal yang mengatur tentang KURIKULUM. Beberapa pasal dalam PP No. 19 tahun 2005 yang dihapus pun tampak lebih menggambarkan konsekuensi dari isi pasal-pasal yang dituangkan dalam BAB XIA ini.

Sementara untuk pasal yang berkaitan dengan standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan secara esensial tampaknya tidak banyak perubahan yang signifikan.

Barangkali tidak terlalu keliru jika saya berpendapat bahwa lahirnya peraturan pemerintah ini, salah satunya dilatari oleh semangat untuk mengganti kurikulum yang berlaku saat ini dengan tetap melanjutkan ujian nasional, kecuali untuk tingkat SD/MI, SDLB. (mohon koreksi kalau saya keliru)

Baca Juga :

Pentingnya Rasa Humor Guru di Kelas

Pentingnya Rasa Humor Guru di Kelas

Pentingnya Rasa Humor Guru di Kelas
Pentingnya Rasa Humor Guru di Kelas

Rasa humor (sense of humor) dapat diartikan sebagai kecenderungan respons kognitif individu untuk membangkitkan tertawa, senyuman, dan kegembiraan. Para ahli medis dan psikologi sepakat bahwa rasa humor merupakan aset berharga dan amat penting untuk kesehatan dan kebahagiaan hidup, yang bisa dimiliki oleh setiap individu normal.

Secara medis, rasa humor dapat membantu mengatasi rasa sakit, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan bahkan dapat memperpanjang usia. Secara sosio-psikologis, rasa humor dapat membantu mengurangi stress dan kecemasan, mempermudah interaksi sosial, dan dapat membantu pengambilan keputusan yang lebih baik di tengah-tengah situasi yang sulit. Mitchell Ditkoff menyebutkan bahwa humor merupakan salah satu ciri orang inovatif. Sementara, James C. Coleman mengatakan bahwa membangkitkan rasa humor merupakan salah satu cara untuk memelihara emosi yang konstruktif.

Bagi guru, memiliki rasa humor merupakan modal personal yang sangat berharga sekaligus dapat menjadi daya pikat tersendiri di mata siswanya. Rasa humor guru sangat berguna dalam upaya menciptakan iklim kelas dan pengembangan proses pembelajaran yang lebih sehat dan menyenangkan. Bahkan, Melissa Kelly menyebutkan bahwa rasa humor merupakan salah satu kunci untuk menjadi guru yang sukses. Menurut Melissa, rasa humor guru dapat meredakan ketegangan suasana dan dapat mencegah timbulnya perilaku disruptif siswa di kelas, serta bisa dijadikan sebagai cara untuk menarik perhatian siswa di kelas. Dan yang paling penting, dengan rasa humor yang dimilikinya, seorang guru akan menunjukkan bahwa dia adalah sosok orang yang memiliki kepribadian dan mental yang sehat, dapat menikmati hidup, serta mampu menjalani kehidupan kariernya secara wajar tanpa stress

Meski di bangku kuliah tidak pernah diberikan mata kuliah yang secara khusus mengkaji tentang pengembangan rasa humor di kelas, tetapi disini tampak terang bahwa guru perlu berlatih dan membiasakan diri untuk memiliki kemampuan mengembangkan rasa humor di kelas.

Dalam praktiknya, mengembangkan rasa humor di kelas tidak bisa dilakukan secara serampangan tetapi memerlukan cara dan kiat tersendiri. Berikut ini beberapa ide yang sering saya praktikkan di kelas.

  1. Hubungkan dengan materi yang sedang diajarkan. Mungkin ini ide yang paling sulit untuk diterapkan karena tidak semua materi yang kita ajarkan kepada siswa bisa disisipi humor,– khususnya bagi Anda yang kurang terbiasa berartikulasi. Tetapi jika Anda mampu melakukannya, maka humor yang dikoneksikan dengan materi pelajaran bisa diyakini sebagai bentuk reinforcement yang dapat membantu siswa untuk mencerna dan menyimpan informasi secara lebih baik dalam sistem memori jangka panjangnya.
  2. Gunakan video atau gambar yang relevan. Untuk ide yang kedua ini, mungkin tidak sesulit ide yang pertama. Cukup dengan menggunakan jasa Eyang Google atau mesin pencari lainnya, Anda bisa mencari dan menemukan aneka video dan gambar yang dibutuhkan untuk kepentingan pengembangan rasa humor di kelas. Konten video atau gambar tidak harus persis identik dengan materi yang akan diajarkan, yang penting bisa dicari kaitannya (dihubung-hubungkan). Selanjutnya, sajikanlah video atau gambar tersebut di kelas secara atraktif. Usahakan setelah usai penayangan, mintalah kepada siswa untuk merefleksi tayangan tersebut, dikaitkan dengan materi yang sedang diajarkan.
  3. Lakukan pada waktu dan situasi yang tepat. Mengembangkan rasa humor tidak harus dilakukan sepanjang waktu pelajaran, karena Anda tidak sedang melawak di kelas. Sajikan rasa humor Anda ketika siswa Anda membutuhkannya. Misalnya, ketika siswa mulai menunjukkan tanda-tanda kejenuhan atau ribut di kelas. Usahakan jangan mengulang topik humor yang sama pada kelas yang sama, Jika Anda mengulanginya, bukan kegembiraan siswa yang akan didapat tetapi malah mungkin menjadi sesuatu yang membosankan dan menyebalkan.
  4. Sampaikan secara etis dan tidak melecehkan siswa. Interaksi antara guru dengan siswa adalah interaksi pendidikan. Oleh karena itu, ketika Anda hendak menyampaikan humor di kelas harus tetap dalam bingkai pendidikan, baik dari segi konten maupun cara penyampaiannya. Hindari humor jorok dan berbau SARA, serta hindari bentuk humor yang dapat melukai harga diri seseorang, khususnya siswa, sekalipun humor itu sangat lucu dan dapat mengundang sebagian besar orang untuk tertawa dan bergembira.
  5. Mudah dipahami dan sesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa. Seorang guru berusaha mengembangkan humor tertentu di kelas, yang menurut dia humor itu sangat lucu, tetapi ternyata reaksi dari siswa malah datar-datar saja. Sangat mungkin hal ini disebabkan oleh konten humor yang terlalu tinggi sehingga sulit dicerna oleh pikiran siswa. Oleh karena itu, pilihlah secara jeli konten humor yang sesuai dengan daya tangkap siswa dan tingkat perkembangan siswa.

Begitulah ide dan pengalaman sederhana saya tentang bagaimana mengembangkan rasa humor di kelas. Tentu masih banyak ide dan pengalaman cerdas lainnya dari Anda, dan mari kita diskusikan di ruang komentar yang telah disediakan untuk memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana mengembangkan rasa humor di kelas dan menciptakan kelas yang lebih menyenangkan.

Inilah 12 Siswa dan 10 Sekolah Terbaik

Inilah 12 Siswa dan 10 Sekolah Terbaik

Inilah 12 Siswa dan 10 Sekolah Terbaik
Inilah 12 Siswa dan 10 Sekolah Terbaik

nilah 12 Siswa dan 10 Sekolah Terbaik dalam UN 2013

Hasil Ujian Nasional tahun 2013 untuk jenjang SMA/SMK/MA telah diumumkan secara serentak pada hari Jum’at, 24 Mei 2013 kemarin. Dari berbagai berita yang dipublikasikan di Kompas.com, diperoleh informasi bahwa dalam Ujian Nasional tahun 2013 terdapat 12 (dua belas) siswa yang memperoleh nilai UN murni tertinggi se-Indonesia dan 10 (sepuluh) sekolah dengan rata-rata nilai murni tertinggi UN se-Indonesia.

Berikut ini disajikan tabel peringkat 12 (duabelas) siswa dan 10 (sepuluh) sekolah yang berhasil meraih nilai Ujian Nasional murni tertinggi:

Peringkat Siswa Terbaik se- Indonesia dalam Ujian Nasional 2013

No.
Nama Siswa
Asal Sekolah
Rata-Rata UN
1.
Ni Kadek Vani Apriyanti SMA Negeri 4 Denpasar
9,87
2.
Aditya Agam Nugraha SMA Negeri 1 Surakarta
9,78
3.
Helena Marthafriska SN SMA Methodist 2, Medan
9,78
4.
Made Hyang Wikananda SMA Negeri 4 Denpasar
9,76
5.
Luh Putu Lindayani SMA Negeri 4 Denpasar
9,76
6.
Elva Vidya SMAK 5 BPK Penabur Jakarta
9,75
7.
Gracia Isaura Raulina SMA Negeri 8 Jakarta
9,75
8.
Putu Siska Apriliani SMA Negeri 4 Denpasar
9,75
9.
Nadia Anindita Vandari MAN Insan Cendikia, Serpong
9,75
10.
Sarah Alya Firnadya SMA Negeri 8 Jakarta
9,73
11.
Zulva Facharina SMA Negeri 10 Samarinda
9,73
12.
Putu Indri Widiani SMA Negeri 4 Denpasar
9,73

Peringkat Sekolah Terbaik se- Indonesia dalam Ujian Nasional 2013

No.
Nama Sekolah
Rata-Rata UN
1.
SMA Negeri 4 Denpasar
9,17
2.
MA Negeri Insan Cendekia Banten
8,93
3.
SMA Kristen 1 BPK Penabur Jakarta
8.88
4.
SMA Santa Ursula Jakarta
8.87
5.
SMA Negeri 1 Denpasar
8.81
6.
SMA Negeri 3 Lamongan
8.81
7.
SMA Negeri 1 Babat Lamongan
8.81
8.
SMA Negeri 10 Fajar Harapan Banda Aceh
8,79
9.
SMA Negeri 1 Kembangbahu Lamongan
8,78
10.
SMA Negeri 8 Jakarta
8,74

Deskripsi Kerja Profesi IT

Deskripsi Kerja Profesi IT

Deskripsi Kerja Profesi IT
Deskripsi Kerja Profesi IT

Di dalam dunia IT terdapat berbagai macam profesi, dari berbagai macam profesi tersebut juga terdapat beberapa macam kriteria yang harus dimiliki seseorang jika ingin mempunyai pekerjaan tersebut. Kita harus terlebih dahulu mengenai apa saja job deskripsi yang ada pada bidang IT, kita dapat melihatnya seperti yang saya tuliskan dibawah ini :
1. System Analyst
System analyst merancang solusi IT baru untuk meningkatkan efisiensi bisnis dan produktifitas. Pekerjaannya dapat untuk ekstrenal client atau internal client (seperti departemen dalam organisasi yang sama).
Bekerja secara dekat dengan client, analyst memeriksa model bisnis dan aliran data, mendiskusikan penemuan mereka dengan client, dan merancang solusi IT yang tepat.
Mereka menghasilkan sketsa rancangan dan meminta sistem IT baru, menentukan operasi yang akan dijalankan oleh sistem, dan cara data akan dilihat oleh user, memberikan rancangannya pada client dan setelah disetujui, bekerja secara dekat dengan tim client untuk mengimplementasikan solusi.
2. Software Enginer
Software engineer meneliti, merancang, dan men-develop sistem software untuk memenuhi keperluan client. Setelah sistem sudah secara penuh dirancang software engineer lalu diuji, debug, dan memelihara sistem.
Mereka perlu memiliki pengetahuan berbagai macam bahasa pemrograman komputer dan aplikasi, ini karena luasnya bidang kerja yang dapat terlibat didalamnya.
Software engineer kadangkali merupakan computer programmer atau software developer. Bergantung pada tipe organisasi, software engineer dapat menjadi spesialis dalam sistem atau aplikasi. Software engineering merupakan salah satu profesi IT yang paling popular.
3. Network Engineer
Network engineer bertanggungjawab untuk memasang dan mendukung komunikasi jaringan komputer dalam organisasi atau antar organisasi. Tujuannya adalah untuk memastikan operasi yang lancar dari jaringan komunikasi untuk menyediakan performance yang maksimum dan ketersediaan untuk user (staff, client, customer, supplier, dan lain-lain).
Network engineer bekerja secara internal sebagai bagian dari tim pendukung IT di organisasi atau secara eksternal sebagai bagian dari perusahaan konsultansi networking dengan beberapa client.
4. IT Trainer
IT Trainer umumnya merancang dan memberikan kursus dalam information and communications technology (ICT) seperti aplikasi dekstop dan software khusus perusahaan. Mereka juga menyediakan pelatihan dalam area yang lebih teknis untuk software engineer, teknisi, perancang website, dan programmer. IT Trainer bekerja pada perguruan tinggi, perusahaan pelatihan, dan dalam departemen pelatihan dari suatu perusahaan besar dan organisasi sektor publik. Banyak IT Trainer merupakan self-employed.
5. Application Developer
Application developer menerjemahkan kebutuhan software ke dalam kode pemrograman singkat dan kuat. Kebanyakan akan mengkhususkan pada lingkungan development tertentu seperti computer games atau e-commerce, dan akan memiliki pengetahuan yang dalam pada beberapa bahasa komputer yang bersangkut-paut. Peranannya meliputi menulis spesifikasi dan merancang, membangun, menguji, mengimplementasikan dan terkadang yang membantu aplikasi seperti bahasa komputer dan development tool.
Application developer bekerja dalam range yang luas pada sektor bisnis seperti sektor publik, biasanya menjadi bagian dari tim dengan IT professional lainnya seperti system/busineess analyst dan technical author. Mereka bekerja pada produk umum yang dapat dibeli atau untuk client individual.

Baca :

Standar Profesi IT di Indonesia

Standar Profesi IT di Indonesia

Standar Profesi IT di Indonesia
Standar Profesi IT di Indonesia

Sebagai seorang yang berkecimpung di dalam dunia IT, kita harus mengetahui apa standar profesi yang ada di bidang kita tersebut. Khususnya standar IT yang ada di Indonesia. Dengan mengetahui standar IT yang ada maka kita akan mengetahui apa saja yang bisa kita lakukan dalam pekerjaan kita nantinya. Dan hal tersebut bisa sebagai bahan pertimbangan dalam memlih suatu pekerjaan, karena kita akan mengetahui spesifikasi tentang pekerjaan yang kita inginkan tersebut.
Institusi pemerintah telah mulai melakukan klasifikasi pekerjaan dalam bidang teknologi informasi ini. Klasifikasi pekerjaan ini telah diterapkan sejak 1992. Bagaimanapun juga, klasifikasi pekerjaan ini masih belum dapat mengakomodasi klasifikasi pekerjaan pada teknologi informasi. Terlebih lagi, deskripsi pekerjaan setiap klasifikasi pekerjaan masih tidak jelas dalam membedakan setiap sel pekerjaan.
Beberapa perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah mempunyai klasifikasi pekerjaannya sendiri. Begitu juga dengan beberapa perusahaan swasta yang besar, telah mengembangkan klasifikasi pekerjaan mereka sendiri juga. Belum adanya standardisasi klasifikasi pekerjaan ini terkadang menimbulkan kesulitan bagi para profesional TI.
Departemen Tenaga Kerja berkeinginan untuk mengeluarkan standard kompetensi untuk teknologi informasi. IPKIN diharapkan memberikan sumbangan untuk formulasi standard kompetensi pada Teknologi Informasi. Dengan mengacu ke model regional (model SRIG-PS), standard kompetensi yang akan diterapkan di Indonesia akan mudah dapat diterima dan disetarakan di negara-negara lain di region ini. Bagaimanapun juga, suatu persetujuan bilateral harus dicapai antara Pemerintah kedua negara.

Profesi TI di Indonesia
Pasar Teknologi Informasi di Indonesia ditunjukkan pada tabel berikut ini (Infokomputer, 1995) :
Jenis Perangkat dalam million US$
1988 1989 1990 1991 1995
Perangkat keras 192.5 252 303.6 292.8 57.2
Perangkat Lunak 20 35 50.6 67.2 75
Jasa 25 39 55.2 62.4 111
Peralatan tambahan (komunikasi data dll) 12.5 28 50.6 57.6 60
Total 250 354 460 480 818

Jumlah mahasiswa yang mempelajari teknologi informasi di Indonesia :
Jenis Pendidikan Jumlah mahasiswa Jumlah kelulusan
Non Gelar di Universitas Swasta 25376 5100
Strata 1 di Universitas Swasta 27903 7500
Strata 1 di Universitas Negeri 2300 100
Total 55579 12700

Klasifikasi Pekerjaan TI pada Institusi Pemerintah
Sejak tahun 1991, ada sekitar lebih dari 400 profesional pada Teknologi Informasi yang bekerja pada institusi pemerintah. Pemerintah Indonesia telah menspesifikasi klasifikasi pekerjaan untuk teknologi informasi, untuk tingkat programmer dan tingkat sistem analis. Tingkat-tingkat ini lebih tinggi dari tingkat operator. Klasifikasi ini diterapkan untuk memberikan skema pengembangan profesi yang berkesinambungan.
Klasifikasi pekerjaan ini adalah :
Pangkat Tingkat Nama Deskripsi Pekerjaan
IIB s/d IIID 01 Asisten Pranata
Komputer Madya Membantu dalam pelaksanaan studi kelayakan
Membantu dalam pembuatan spesifikasi sistem
Mempelajari spesifikasi sistem dan memformulasikan
spesifikasi program
Menguji program
Dokumentasi program dan manual operasi
Pemeliharaan dan meng-up-grade sistem
02 Asisten Pranata Komputer
03 Ajun Pranata Komputer Muda
04 Ajun Pranata Komputer Madya
05 Ajun Pranata Komputer Melengkapi implementasi sistem
Mengembangkan sistem dan program
Mensupervisi Pranata Komputer
Menerbitkan publikasi ilmiah dalam teknologi
informasi
Membantu pelaksanaan konsultasi dalam
mengembangkan teknologi informasi di institusi
pemerintah
06 Ahli Pranata Komputer Pratama
IV-A 07 Ahli Prata Komputer Muda
08 Ahli Pranata Komputer Madya Melaksanakan studi kelayakan
Mengimplementasi sistem
Menguji sistem
Mengembangkan sistem
Mensupervisi Pranata Komputer
Menerbitkan publikasi ilmiah dalam teknologi
informasi
Memilih teknologi yang sesuai untuk teknologi
informasi dalam institusi pemerintah
09 Ahli Pranata Komputer
Utama Pratama
10 Ahli Pranata Komputer
Utama Muda
11 Ahli Pranata Komputer
Utama Madya

Klasifikasi pekerjaan ini dirancang dengan mempertimbangkan persyaratan utama dan persyaratan tambahan setiap sel.

Persyaratan utama dipertimbangkan berdasarkan :
• Latar belakang akademik
• Pengembangan sistem, pengalaman pemeliharaan
• Pengembangan Profesi

Persyaratan tambahan dievaluasi berdasarkan :
• Pengalaman menulis dan menerjemahkan.
• Kegiatan keilmuan, seperti survey, riset, dan sebagainya.
• Pelatihan
• Organisasi Profesi
• Penghargaan

Evaluasi dilakukan oleh Kepala Biro Pusat Statistik untuk staf dengan tingkat IV-A dan Badan Penguji dalam Tingkat Nasional. Bagaimanapun, evaluasi untuk tingkat II-B dan III-D dilakukan oleh Badan Penguji pada tingkat institusi, seperti di Departemen. Badan Penguji dipilih setiap 5 tahun oleh Menteri Aparatur Negara.

BAKOTAN (Badan Kerjasama Otomatisasi Administrasi Negara)
Pada tanggal 20 Mei 1969, pemerintah telah membentuk Badan Kerjasama Otomatisasi Administrasi Negara – BAKOTAN berdasarkan Keputusan Menteri Aparatur Negara. Institusi ini mempunyai pekerjaan :
• Akuisisi, pengolahan dan melakukan investigasi masalah otomasi pada administrasi pemerintah.
• Menyediakan laporan, menyarankan, dan memberi konsultasi kepada pemerintah dalam mekanisme administrasi.
• Melakukan kerjasama, konsultasi, dan informasi kepada masyarakat.

Sumber : https://fleshlightvibroreview.com/

Jenis Profesi IT di Indonesia dan Perbandingan

Jenis Profesi IT di Indonesia dan Perbandingan

Jenis Profesi IT di Indonesia dan Perbandingan
Jenis Profesi IT di Indonesia dan Perbandingan

Berikut adalah 10 jenis profesi pada bidang IT di Indonesia beserta jobdesknya:

1. Analyst Programmer
Seorang analis bertugas untuk merancang, membuat ‘code’ program, dan menguji program untuk mendukung perencanaan pengembangan sebuah sistem atau aplikasi.

2. Web Designer
Mengembangkan rancangan inovatif aplikasi web-based beserta isi dari aplikasi tersebut.

3. Systems Programmer/Softaware Engineer
Seseorang dengan posisi ini, harus terbiasa dengan pengembangan software ‘life cyclces’ dan memiliki keterampilan dalam mendesain suatu aplikasi, bahkan sistem. Tugasnya adalah menyiapkan program sesuai dengan spsifikasi, melakukan dokumentasi program, dan menguji program yang telah dibuat.

4. IT Executive
Seorang eksekutif IT bertanggung jawab untuk memelihara kecukupan, standard & kesiapan systems/infrastructure untuk memastikan pengoperasiannya dapat efektif & efisien. Selain itu
harus juga menerapkan prosedur IT & proses untuk memastikan data terproteksi secara maksimum.

5. IT Administrator
Tugasnya adalah menyediakan implementasi & administrasi yang meliputi Local Area Network (LAN), Wide Area Network (WAN) dan koneksi dial-up, firewall, Proxy serta pendukung teknisnya.

6. Network Administrator
Mengurusi & mengoperasi jaringan LAN maupun WAN, manajemen sistem serta dukungan terhadap perangkat kerasnya.

7. Database Administrator
Bertanggung jawab Untuk administrasi & pemeliharaan teknis yang menyangkut perusahaan dalam pembagian sistem database.

8. Systems Engineer
– Menyediakan rancangan sistem & konsultasi terhadap pelanggan.
– Memberikan respon terhadap permintaan technical queries serta dukungannya.
– Termasuk melakukan pelatihan teknis ke pelanggan & IT administrator.

9. Network Support Engineer
– Melaksanakan komunikasi & analisa sistem networking
– Mendisain perencanaan untuk integrasi. Mendukung jaringan pada internet, intranet & extranet.
– Menganalisa & ikut ambil bagian dalam pengembangan standardisasi keamanan & implementasi mengendalikan untuk keamanan LAN & WAN

10. IT Manager
– Mengatur kelancaran dari sistem IT.
– Troubleshooting & membantu organisasi dalam menangani permasalahan IT.
– Sesuai dengan pengembangan IT yang baru dalam bidang yang diperlukan.

Perbandingan dengan negara lain:
• Singapore
Pada model Singapore juga dilakukan pembagian berdasarkan tingkatan senioritas. Misal pada System development dibagi menjadi:

1. Programmer
2. Analyst/Programmer
3. Senior Analyst/Programmer
4. Principal Analyst/Programmer
5. System Analyst
6. Senior System Analyst
7. Principal System Analyst
• Malaysia

Model Malaysia ini mirip dengan model Singapore, juga membedakan posisi pekerjaan pada berbagai sektor bisnis. Tetapi berbeda dalam melakukan ranking senioritas, misal untuk System Development:

1. Programmer
2. System Analyst/Designer
3. System Development Executive
• Inggris
Model British Computer Society (BCS)
Untuk model BCS pekerjaan diklasifikasikan dalam tingkatan sebagai berikut :
Level 0 . Unskilled Entry
Level 1 . Standard Entry
Level 2 . Initially Trainded Practitioner
Level 3 . Trained Practitioner
Level 4 . Fully Skilled Practitioner
Level 5 . Experienced Practitioner/Manager
Level 6 . Specialist Practitioner/Manager
Level 7 . Senior Specialist/Manager
Level 8 . Principal Specialist/Experienced Manager
Level 9 . Senior Manager/Director

Sumber : https://sam-worthington.net/

Pendidikan Teknologi Jadi Fokus Kerja Sama Indonesia-Jepang

Pendidikan Teknologi Jadi Fokus Kerja Sama Indonesia-Jepang

Pendidikan Teknologi Jadi Fokus Kerja Sama Indonesia-Jepang
Pendidikan Teknologi Jadi Fokus Kerja Sama Indonesia-Jepang

Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima Rektor Universitas Hiroshima, Mitsuo Ochi, di kantornya

, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (6/2). Dalam pertemuan itu, Mitsuo bersama JK berbincang seputar Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pendidikan.

DIA menjelaskan, saat ini ada 159 siswa Indonesia yang sedang belajar di Universitas Hiroshima dan terdapat 221 gelar doktor yang sudah diberikan. Karena itu, ke depan hubungan pendidikan di Universitas Hiroshima dan Indonesia bakal ditingkatkan.

”Semoga hubungan pendidikan antara Universitas Hiroshima dengan Indonesia

tetap terjalin baik,” kata Mitsuo Ochi. Dia menjelaskan, nantinya Indonesia dan Jepang terutama universitas akan bekerja sama dalam pendidikan teknologi, budaya masyarakat Jepang kepada mahasiswa.

”Juga ingin belajar di Universitas Hiroshima,”tambahnya.

Tak hanya itu, Mitsuo juga turut berbela sungkawa karena telah terjadi bencana alam

di beberapa daerah Indonesia. Ia juga berkunjung ke Universitas Hasanuddin untuk memberikan bantuan, lalu diserahkan ke

para korban tsunami. (

 

Baca Juga :