Cara Mudah Mengajarkan Anak Menulis

Cara Mudah Mengajarkan Anak Menulis

Buah hati ialah anugerah terindah yang diserahkan Tuhan untuk kita. Ketika usia buah hati sudah memasuki usia sekolah (5-6) tahun maka ia sudah dapat diajari menulis. Berikut ini ada sejumlah langkah gampang yang bisa kamu lakukan guna mengajarkan anak menulis:

1. Berikan Stimulus (Rangsangan)

Berikanlah rangsangan pada buah hati anda supaya ia tertarik guna menulis. Salah satu rangsangan yang dapat diberikan yakni memperkenalkan anak pada huruf dan angka, pengenalan dapat melalui kitab huruf khusus guna anak, dapat melalui poster huruf, dll.

2. Susun Program

Agar lebih terstruktur tentukan berapa lama masa-masa anak kamu belajar mencatat setiap harinya. Tentukan pula dalam masing-masing hari tersebut target apa yang berkeinginan dicapai. Jangan terlampau lama dan tidak boleh terlalu serius, 20-30 menit lumayan untuk anak umur 5-6 tahun.

3. Kenalkan Buku & Pensil

Ketika anak kamu sudah menyukai bentuk-bentuk tulisan, selanjutnya kamu berikan ia kertas/buku dan pun pensil. Biarkan anak mengeksplor kemampuannya, sekalipun yang diciptakan oleh anak bukan huruf tetapi masih bentuk-bentuk yang tidak jelas.

4. Ajarkan Cara Memegang Pensil yang Benar

Ketika anak kamu menggunakan pensil guna menulis, amatilah bagaimana teknik ia memegangnya. Jika masih salah memegang pensil maka segeralah kamu ajari buah hati kamu untuk memegang pensil dengan benar.

5. Latihan Kelenturan

Setelah anak kamu mampu memegang pensil dengan benar, selanjutnya berikanlah ia pelajaran kelenturan. Salah satu contohnya yakni berilah ia kertas lantas minta ia menciptakan garis vertikal, horizontal secara berluang-ulang di dalam kertas tersebut.

6. Deskripsikan Huruf kedalam Kata-kata

Tahap ke 6 ini sangat menolong terutama untuk anak-anak yang perlu pendeskripsian lebih dalam menggarap sesuatu. Contoh Pendeskripsian huruf ke dalam tulisan tersebut seperti huruf “a” melengkung dikasih perut, “i” tarik garis dari atas ke bawah diberi titik.

7. Menulis di udara

Mintalah anak guna menyebutkan huruf di angkasa mengenai huruf-huruf yang sudah ia pelajari.

8. Menebalkan Huruf

Setelah anak dapat menulis di udara, tahapan selanjutnya yaitu beri ia buku/ pelajaran untuk menebalkan huruf.

9. Menulis Huruf Secara Mandiri

Ketika anak telah mahir menebalkan maka berilah ia pelajaran selanjutnya yang adalahtahap sangat penting, yaitu mencatat huruf. Jangan ditolong tapi biarkan ia menunjukan sejauh mana kemampua ia menulis.

10. Lakukan dengan Menyenangkan

Seperti anda tahu dunia anak ialah dunia bermain, oleh karena tersebut meskipun sedang belajar ciptakanlah susana yang menyenangkan supaya anak kamu tidak terbebani tapi justeru termotivasi.

Demikianlah cara-cara gampang atau langkah dalam rangka mengajarkan anak kamu menulis.

Sumber : http://wireless.fcc.gov/cgi-bin/wtbbye.pl?https://www.pelajaran.co.id

UNSUR PADA PERSONAL DEVELOPMENT

UNSUR PADA PERSONAL DEVELOPMENT

UNSUR PADA PERSONAL DEVELOPMENT
UNSUR PADA PERSONAL DEVELOPMENT

Unsur-unsur yang ada dalam pengembangan diri atau personal development. Karena pengembangan diri bukan hanya sekedar bagaimana meningkatkan dan membentuk kualitas hidup yang lebih baik, tapi memahami dan melaksanakan dengan detail hal-hal kecil yang ada dalam proses pengembangan diri tersebut.

 

Self Awareness/Kesadaran Diri – kapasitas untuk introspeksi dan kemampuan untuk mengenali diri sendiri sebagai individu yang terpisah dari lingkungan dan orang lain. Konten dalam kesadaran diri antara lain dalam Biologi, Psikologi, Filsafat, Kedokteran, Teater, dan Fiksi Ilmiah.
Self Knowledge/Pengetahuan Diri – komponen diri atau lebih tepatnya konsep pribadi. Pengetahuan tentang diri seseorang dan sifat seseorang dan keinginan untuk mencari ilmu sehingga mengarahkan perkembangan konsep diri.
Identity/Identitas – dapat didefinisikan sebagai karakteristik yang khas milik setiap individu tertentu atau kelompok. Dapat dibedakan menjadi dua, pertama adalah label, yang kedua adalah tindakan itu sendiri. Identitas terbaik ditafsirkan sebagai relasional dan kontekstual.
Potential/Potensi – umumnya mengacu pada kemampuan saat ini yang belum direalisasi. Istilah ini digunakan dalam berbagai bidang. Menunjukan keadaan dimana mampu mengubah cara, mulai dari perlepasan sederhana energy dengan objek untuk realisasi kemampuan.
Human Capital/Modal Manusia – saham dari kompetensi, pengetahuan, kebiasaan, atribut sosial dan kepribadian termasuk kreatifitas, kemampun kognitif dalam kemampun untuk melakukan pekerjaan sehingga menghasilkan nilai ekonomi.
Quality of Life/Kualitas Hidup – kualitas yang dirasakan dari kehidupan sehari-hari individu, yaitu, penilaian kesejahteraan mereka . Ini mencakup semua aspek emosional, sosial, dan fisik kehidupan individu.

Baca Juga :

TIPS Mengubah Kelemahan Menjadi Kelebihan

TIPS Mengubah Kelemahan Menjadi Kelebihan

TIPS Mengubah Kelemahan Menjadi Kelebihan
TIPS Mengubah Kelemahan Menjadi Kelebihan

Perbedaan-perbedaan dan POTENSI adalah berbeda dalam setiap individu. Inti perbedaan-perbedaan antara satu orang lain dengan orang lainnya, yang mungkin nampak seperti kelemahan di mata orang lain, justru adalah, atau sebenarnya bisa menjadi KELEBIHAN kita!

Berdasarkan teori personality oleh Carl Jung, setiap orang terlahir dengan preferensi berbeda, dan preferensi yang terbentuk dari nature (alami), atau nurture (didikan/ pengaruh lingkungan) ini pada akhirnya menentukan gaya kerja, preferensi personality, bahkan potensi kita. Dan intinya, setiap tipe ini memiliki kekurangan kelebihannya sendiri- sendiri, tapi TIDAK ADA tipe yang ‘unggul’ secara umum dibandingkan tipe lainnya.

Memahami bahwa setiap orang berbeda, dan memahami bagaimana diri kita berbeda, adalah langkah pertama dalam mulai mengubah ‘kelemahan’ kita menjadi kelebihan.

Dikotomi 1: Ekstrovert VS Introvert

Seseorang bisa berbeda dalam caranya mendapatkan energi, dan bagaimana ia memusatkan perhatiannya. Artinya, seseorang yang cenderung ekstrovert prefer mendapatkan energinya dari ‘sumber luar’ dirinya, seperti orang lain, atau tindakan fisik. Sementara seseorang yang cenderung introvert, mengumpulkan energinya dari dalam dirinya, seperti merenung, berpikir, dan refleksi diri.

Dampaknya, seorang ekstrovert akan cenderung supel, suka banyak bicara, suka mencari perhatian, dan ekspresif. Sementara seorang introvert tampak diam, senang aktivitas pribadi, dan senang menyendiri. Dari mata introvert, ‘banyak ngoceh’ adalah salah satu kelemahan seorang ekstrovert, dan dari mata ekstrovert, terlalu diam dan kebanyakan mikir, adalah kelemahan seorang introvert.

Tips Memperkuat Kelebihan: Seorang ekstrovert perlu mencari profesi dan posisi yang dia banyak bertemu dengan banyak orang, tempat dia bisa mengekspresikan dirinya, dan bertindak langsung secara fisik. Sementara seorang introvert perlu memberikan dirinya posisi dan situasi kerja dia bisa dengan tenang bekerja tanpa banyak gangguan luar, dan memanfaatkan kemampuan refleksi dirinya dengan optimal, seperti menulis.

Dikotomi 2: Intuitive VS Sensing

Dikotomi ini menentukan bagaimana seseorang menyukai informasi, bentuk informasi, atau data yang disukainya. Seorang intuitive senang gambaran besar, dan suka ‘kemungkinan- kemungkinan’ di masa depan. Saat seorang intuitive ingin mencoba hal baru dan selalu tertarik pada potensi masa depan, seorang sensing memiliki ketertarikan pada detail, pada hal-hal berurutan, dan pada fakta masa kini. “Yang real ajalah!” Sensing suka hal yang telah terbukti dan sudah tertulis.

Dari mata intuitive, kelemahan sensing adalah seseorang yang kebanyakan mikir ‘hal detail enggak perlu’, dan terlalu ngurut, sehingga, menurut mereka, “enggak kreatif”. Dari mata sensing, kelemahan intuitive adalah seseorang yang kebanyakan ‘mimpi’. Mereka melihat tipe intuitive sebagai seseorang yang melihat terlalu jauh tanpa fakta, gegabah, dan tidak teliti.

Tips Memperkuat Kelebihan: Tipe intuitive perlu menyadari kelebihannya sebagai visioner. Ia perlu mencari posisi dan rekan yang bisa membantunya mewujudkan visinya, atau bahkan mengoptimalkan kreatifitasnya Sementara seorang sensing perlu menyadari kekuatannya dalam detail dan data berurutan adalah kemampuan luar biasa dalam mewujudkan dan merealisasikan project, dengan membuat semacam patokan dan langkah- langkah proses.

Dikotomi 3: Feeling VS Thinking

Menentukan bagaimana seseorang mengambil keputusan, seorang feeling akan cenderung mengambil keputusan dengan mendekati keputusannya, dan melihat efeknya terhadap orang-orang yang terlibat. Ia cenderung menjaga perasaan orang lain, dan menghindari konfrontasi. Sementara seorang thinking adalah tipe to the point dan by the book. Dia akan mengambil keputusan yang adil dan ‘seharusnya’ menurut hukum.

Dari mata seorang feeling, tipe thinking sering terlihat terlalu galak, kurang empati, dan sering menyinggung orang lain tanpa disadarinya, walaupun sebenarnya ia hanya bertindak sesuai peraturan.

Sementara dari mata seorang tipe thinking, seorang feeling sering kali terlalu terlihat mudah tersinggung alias baper, ‘kebanyakan enggak enakan’, dan tidak tegas.

Tips Memperkuat Kelebihan: Seorang tipe feeling akan sangat berfungsi optimal dalam posisi seperti PR, Human Relation, CSR, dan posisi- posisi yang membutuhkan interaksi dan menjaga hubungan dengan orang lain. Sementara seorang tipe thinking perlu mencari posisi dimana dia bisa membantu membuat peraturan, atau dalam langkah-langkah penegakan hukum dan prosedur.

Dikotomi 4: Judging VS Perceiving

Seorang judging adalah tipe yang rapi dan ingin mengatur serta meng- organize segalanya, semua serba terencana, dengan rencana tiga lapis yang dilakukan sesuai jadwal. Sementara, seorang perceiving cenderung go with the flow, tidak membuat rencana, atau membuat rencana ‘terbuka’.

Dari mata seorang judging, kelemahan tipe perceiving adalah seseorang yang ‘sembrono’ dan tidak teratur, seakan-akan anti kerapian, berantakan, dan seringkali terlambat, dan tidak suka keputusan.

Dari mata seorang perceiving, kelemahan tipe judging adalah terlalu kaku dan tidak dinamis. Atau seringkali dalam bahasa mereka, ‘boring’, dan tidak berwarna.

Tips Memperkuat Kelebihan: Seorang tipe judging adalah pembuat rencana yang tajam dan akurat, dan dapat melaksanakan rencana dengan baik. Ia perlu mencari dan melakukan fungsi dan posisi planner, manajerial, atau sistem pengawasan. Sementara seorang tipe perceiving sebagai tipe yang jauh lebih dinamis, perlu mencari kegiatan dan pekerjaan yang tidak banyak mengikat, dan akan mengeluarkan potensinya dengan fungsi yang lebih terbuka dan bersifat pengembangan.

Kadang-kadang, kita tidak perlu menutupi semua kekurangan. Malah mungkin kadang, kita hanya perlu mengubahnya dan MENGOPTIMALKANNYA menjadi suatu kelebihan!

Pelajari kelemahan, karena siapa tahu dia menyembunyikan POTENSI terbesar kita!

Tanyakan pada diri Anda, “Apa tipe saya?” “Apa nilai positif dari ‘kelemahan’ saya yang lain?” dan “Bagaimana saya bisa mengembangkan ‘kelemahan’ ini jadi kelebihan?”

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Menjadi Pribadi Yang Berakhlak

Menjadi Pribadi Yang Berakhlak

Menjadi Pribadi Yang Berakhlak
Menjadi Pribadi Yang Berakhlak

Jika memberikan manfaat kepada orang sudah menjadi kebiasaan dan gaya hidup kita, maka disitulah berarti kita sudah benar-benar menjadi pribadi yang bermanfaat. Sebab kalau sekedar melakukan saja, bahkan sekedar berniat saja, itu hanya baru disebut melakukan kebaikan.

Ini yang kadang dilupakan orang. Banyak yang hanya membahas sampai melakukan kebaikan dengan cara membantu orang orang lain. Namun hal itu belumlah menjadi kepribadian, baru sebatas mau melakukan. Sebuah tindakan, akan menjadi sebuah akhlak saat kita sudah melakukan dengan biasa tanpa memikirkannya terlebih dahulu.

Anda memberi, belum tentu kepribadian Anda. Namun jika Anda sudah biasa memberi dan menjadi gaya hidup Anda, barulah itu disebut kepribadian (akhlak).

Bagaimana cara kita meningkatkan manfaat diri? Ya, kita harus meningkatkan kuantitas dan kualitas kebaikan. Kuantitas bisa dilihat dari frekuensi dan besarnya apa yang diberikan kepada orang lain. Sementara kualitas manfaat ditingkatkan dengan cara meningkatkan kualitas diri kita, yaitu dengan meningkatkan keterampilan dan kemampuan, sehingga apa yang kita berikan semakin bermanfaat.

Semakin banyak seseorang memberikan manfaat kepada orang lain -tentunya orang yang tepat- maka semakin tinggi tingkat kemanfaatannya bagi orang lain. Semakin tinggi kemanfaatan seseorang kepada orang lain, maka ia semakin tinggi posisinya sebagai manusia menuju “manusia terbaik”.

Karena memberikan manfaat kepada orang lain, semuanya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri.

Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri… (QS. Al-Israa [17]:7)

Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah membantu keperluannya. (Muttafaq ‘alaih)

Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan dunia, Allah akan menyelesaikan kesulitan-kesulitannya di hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan, niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat (HR. Muslim)

Lantas, agar kita benar-benar mendapatkan manfaat yang kita berikan kepada orang lain, kita harus ikhlas. Ikhlas adalah kunci diterimanya amal. Dan hanya amal yang diterima Allah SWT yang akan memberikan manfaat kepada kita dunia dan akhirat. Kita harus menghindari dari semua penghapus pahala amal, yaitu ketidak ikhlasan atau riya’. Niatkan, bahwa apa yang kita lakukan hanya karena Allah, bukan karena ingin disebut pribadi yang bermanfaat (pujian). Penyakit riya sungguh tidak terlihat, sangat samar, sehingga kita harus hati-hati.

Maka barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarrah-pun, ia akan mendapatkan balasannya (QS. Al Zalzalah [99]:7)

Percayalah! Dengan menjadi orang yang paling bermanfaat, berarti juga menjadi orang yang sukses baik di dunia maupun di akhirat. Lihatlah orang-orang yang dipandang sukses, mereka semua memiliki banyak manfaat bagi orang lain. Maka, jadilah pribadi yang bermanfaat, bahkan yang paling bermanfaat bagi bangsa, negara dan agama.

Sumber : https://filehippo.co.id/

SMKN 3 Jadi Rujukan SMK Lain

SMKN 3 Jadi Rujukan SMK Lain

SMKN 3 Jadi Rujukan SMK Lain
SMKN 3 Jadi Rujukan SMK Lain

SMKN 3 Kota Bogor men­jadi salah satu sekolah dari 125 SMK se-Indonesia yang ditunjuk untuk

melaksanakan program revitalisasi SMK 2017, sesuai Instruksi Presiden No 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing sum­ber daya manusia (SDM). Makanya, baru-baru ini SMKN 3 mendapatkan pendampingan revitalisasi dalam dua tahap.

Tahap pertama sejak 11 hingga 15 September lalu, dengan pendampingan serta workshop mengenai revitalisasi SMK yang dihadiri pendamping revitalisasi SMKN 3 dari Universitas Pen­didikan Indonesia (UPI) Ban­dung, Yatti Sugiarti.

Da­lam paparannya, Yatti menjelaskan tujuh hal yang menjadi tujuan adanya revi­talisasi SMK

. Yaitu meningkatkan peran SMK dalam implementasi pro­gram revitalisasi, memastikan block grant revitalisasi SMK terimplementasikan dengan baik, transfer budaya mutu, penguatan dan perluasan kerja sama antarsekolah.

“Mendampingi sekolah me­nyusun peta revitalisasi jangka me­nengah dan panjang, me­nyusun strategi untuk pengem­bangan sekolah serta mengem­bangkan SMK piloting revitalisasi untuk menjadi SMK rujukan atau model bagi SMK lainnya,” jelas Yatti.

Kata dia, ada enam aspek yang menjadi poin utama selama pendampingan. Seperti aspek p

engembangan dan penyela­rasan kurikulum, inovasi pem­belajaran, standarisasi sarana pra­sarana utama, pemenuhan dan pening­katan profesionalitas guru dan tenaga pendidik (tendik), kerja sama sekolah dengan DUDI dan perguruan tinggi, juga aspek pengelolaan dan penataan kelem­bagaan.

Yatti berharap bahwa dalam proses produksinya, SMK Negeri 3 Bogor dapat bermitra dengan industri dan mengembangkan kreativitas dan inovasi dari warga sekolah, baik berbasis produksi untuk program keah­lian Perhotelan, Kuliner dan Tata Busana maupun jasa untuk program keahlian Tata Kecan­tikan, Teknik Komputer dan Informatika.

“Saya berharap kerja sama SMKN 3 Bogor dengan DUDI tidak hanya terbatas prakerin atau guest lecture. Tapi lebih luas lagi yaitu penyelarasan kurikulum, dukungan sarana dan prasarana, pelatihan, uji kompetensi dan magang guru,” tegas Yatti.

Pengawas SMKN 3, Uzi Fauziah mengaku sangat mendukung, membantu dan mendampingi SMKN 3 selama revitalisasi, agar perwajahan SMKN 3 terwujud.
Sementara itu, Kepala SMKN 3, Uus Sukmara menjelaskan pendampingan hari kedua dengan mengunjungi beberapa industri yang di dalamnya ada lulusan SMKN 3. Di antaranya Novotel Bogor Golf Resort and Convention Center, Denta Studio Mode dan Lilim’s Cake. Dilanjutkan perte­muan dengan Kepala BP3 wilayah I, Herry Pansila.

 

Baca Juga :

 

 

Lomba Imbangi dengan Ajaran Agama

Lomba Imbangi dengan Ajaran Agama

Lomba Imbangi dengan Ajaran Agama
Lomba Imbangi dengan Ajaran Agama

Masih dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-72 RI, SMPIT Ummul Quro

pun memeriahkannya dengan berbagai lomba selama beberapa hari. Koordinator kegiatan, Dini Andriani menjelaskan, memang tiap tahun selalu diadakan, hanya tidak selalu sama pada tema kegiatan dan juga isi acara.

Kata Dini, ada sepuluh jenis yang dilombakan dan diikuti semua perwakilan kelas masing-masing.

Yaitu lomba selancar balon, balap sarung, kelereng sumpit, ranking 1,

transfer air dan masing banyak lagi.

“Ada kurang lebih sepuluh macam lomba yang diikuti anak-anak, ada juga yang diikuti atau pesertanya khusus para guru SMPIT Ummul Quro,” jelasnya kepada Radar Bogor.

Yang menarik, semua lomba harus diimbangi dengan tata cara agama. Seperti halnya lomba memakan kerupuk. Di mana sangat terkenal bahwa lomba makan kerupuk di masyarakat dilakukan secara berdiri.

“Kalau kami, lomba makan kerupuk sambil duduk, sesuai dengan ajaran Islam,

makan dan minum dilakukan harus duduk,” ujarnya.

Satu lagi yang menarik dalam lomba, kata Dini, yakni lomba menghias kelas masing-masing yang sengaja dilakukan karena bertepatan dengan masuknya tahun ajaran baru.
Lomba tersebut diadakan bertujuan agar anak-anak menciptakan kelas yang mereka hias sendiri dan membuatnya merasa nyaman.

“Poin penilaiannya, tentu kebersihan kelas, kerapian, kelengkapan atribut kelas, kreativitas, juga kekompakan anak-anak dalam menghias. Tentu ada guru atau tim pe­nilaian yang muter melihat proses itu,” tambah Dini.

Dini mengatakan, dengan beragam kegiatan lomba tersebut, tertanam semangat juang para anak didik di SMPIT Ummul Quro dan memaknai hari kemerdekaan dengan merayakannya serta mencip­takan semangat unt

 

Sumber :

https://www.pesawarankab.go.id/pages/bahasa-nasional/

Tazkia Kenalkan FinTech Syariah

Tazkia Kenalkan FinTech Syariah

Tazkia Kenalkan FinTech Syariah
Tazkia Kenalkan FinTech Syariah

STEI Tazkia mengadakan acara Monday Forum dan diskusi terbuka bertajuk “Pentingnya

Peran FinTech dalam Perkembangan Ekonomi Syariah” sekaligus peresmian dan soft launching Pusat Kajian FinTech Syariah STEI Tazkia. Di mana, STEI Tazkia akan menjadi pusat kajian atau studi tentang perkembangan FinTech syariah di Indonesia.

Ketua panitia, sekaligus Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STEI Tazkia,

Nasher menjelaskan, dalam acara Monday Forum kali ini STEI Tazkia menghadirkan dua pembicara umum, yaitu CEO StartZakat dan Indves, yang membagikan cerita dan pengalaman mereka tentang pendirian startup mereka masing-masing serta tantangan dalam pengembangannya.

“Diskusi umum kali ini juga dihadiri para praktisi keungan syariah, perbankan syariah, konsultan keuangan, peneliti atau akademisi dan dihadiri juga perwakilan dari PT Telkom,” jelasnya kepada Radar Bogor.

Sehingga diskusi umum kali ini menjadi sebuah diskusi yang sangat menarik, lanjutnya,

karena tidak hanya membahas tema paling update tapi juga dapat memunculkan pandangan-pandangan dan ide-ide dari para ahli dan praktisi yang hadir mengenai pentingnya FinTech dalam industri keungan syariah.

“Tantangan-tantangan yang dihadapi, dan bagaimana agar FinTech syariah ini dapat di terima oleh masyarakat dan tepat guna atau tepat sasaran,” tambah Nasher.

Kata dia, hasil diskusi umum kali ini, memunculkan beberapa isu dan kesepakatan yang akan dituangkan dalam seminar nasional dengan tema “FinTech Syariah” Oktober mendatang di kampus utama STEI Tazkia. Dilanjutkan penandatanganan kerja sama atau MoU antara praktisi FinTech (startup) dengan pemilik modal atau pelaku usaha.(ran/c)

 

Sumber :

https://www.pesawarankab.go.id/pages/bahasa-indonesia-sebagai-bahasa-negara/

Cara Mengajak Anak Belajar Menyusun Rencana

Cara Mengajak Anak Belajar Menyusun Rencana

Membuat rencana sebelum beraksi atau menggarap sesuatu, adalahhal penting dilaksanakan untuk meminimalisasi sekian banyak risiko buruk yang barangkali terjadi. Dengan rencana yang tersusun rapi, tantangan yang bakal dihadapai nanti dapat dianggarkan dan segera dicarikan penyelesaiannya.

Belajar merangkai rencana usahakan bisa diajarkan oleh orang tua semenjak dini. Anak-anak pun wajib mempunyai rencana mereka sendiri. Mulai dari rencana-rencana kecil, sampai rencana besar yang barangkali akan mereka wujudkan di masa mendatang.

Kebiasaan merangkai rencana semenjak kecil dapat menolong anak-anak menjadi lebih tanggap dan dapat menyelesaikan masalah dengan metodenya sendiri. Mengajak anak belajar merangkai rencana dapat dibuka dengan menciptakan rencana jangka pendek, laksana merencanan kegiatannya sekitar satu minggu atau menciptakan rencana pekerjaan liburan.

Adapun rencana jangka panjang yang dapat disusun ialah menilai atau merencakan jurusan yang akan dipungut setelah lulus sekolah

Di samping lebih tanggap, belajar merangkai rencana ini pun memiliki guna lain, yaitu:

Melatih Anak Agar Tepat Waktu

Terbiasa mengerjakan segala sesuatu cocok dengan rencana akan menciptakan anak-anak menjadi lebih tepat waktu. Pasalnya, anak-anak dituntut untuk dapat menyelesaikan segala kegiatannya cocok dengan rencana dan jadwal yang sudah ditentukan.

Hal ini nantinya akan dominan kepada pekerjaan lain yang akan dilaksanakan di luar rencana yang telah disusun. Mulai dari bangun tidur, mandi pagi, sarapan, berangkat sampai pulang sekolah dapat dilaksanakan dengan tepat waktu.

Rencana yang sudah tersusun apik memang mesti dibarengi dengan manajemen masa-masa yang baik. Manajemen masa-masa yang buruk pasti akan menciptakan kacau rencana yang telah dibentuk secara apik dan terperinci.

Melakukan Sesuatu dengan Runut dan Rapi

Setiap rencana-rencana yang sukses diselesaikan dengan baik, tentunya akan menyebabkan hal positif. Terbiasa bekerja cocok dengan rencana, akan menciptakan anak lebih runut dan teratur. Hasil pekerjaannya juga lebih rapi.

Terbiasa bekerja atau mengerjakan segala sesuatunya secara rapi menolong anak-anak saat dewasa kelak. Mereka bakal lebih mudah menata pekerjaannya, memilih yang mana prioritas dan bukan, dan pasti saja bertanggung jawab dengan semua kegiatan yang dia lakukan.

Mampu Menyusun Strategi

Rencana tidak saja disusun dan langsung dilakukan begitu saja. Dalam penyusunannya, anak-anak pun harus tahu bagaimana strategi menerapkan rencana tersebut cocok dengan keinginan.

Strategi yang dibentuk juga tidak butuh berbelit-belit atau terlampau tinggi, karena malah akan menciptakan anak-anak menjadi bingung.

Strategi ini dipakai untuk dapat menolong anak-anak supaya bisa menjangkau tujuan yang mereka mau dengan mudah. Hanya dapat menyusun rencana saja, tanpa dapat memahami strategi pencapaian, pastinya yang adalahhal yang sia-sia.

Pandai Melihat Peluang

Setelah dapat merangkai rencana dan menciptakan strategi dengan baik, anak-anak bisa lebih mudah menyaksikan peluang yang ada. Untuk dapat mencapai suatu tujuan, terdapat peluang-peluang yang mesti dimanfaatkan supaya anak lebih gampang mencapainya.

Peluang merupakan peluang yang tidak datang dua kali. Jika mereka pandai melihatnya, maka destinasi pun dapat dijangkau dengan mudah. Perlu dikenang bahwa Peluang terbaik dapat disaksikan melalui rencana yang telah dibentuk sebelumnya.

Mengajak anak guna belajar merencanakan sesuatu memang tidak mudah. Apalagi, guna anak-anak yang fokusnya masih gampang teralihkan, merangkai sebuah rencana tentu akan menciptakan mereka bosan. Oleh sebab itu, orang tua mesti lebih sabar menemani anak-anak guna terus belajar. Bukan dalam merangkai rencana saja, namun dalam mengenai sekian banyak hal dalam kehidupan.

Sumber : http://link.harikonotora.net/?https://www.pelajaran.co.id

Perjuangan Rektor Unpak Bibin Rubini Meraih Gelar Guru Besar IPA

Perjuangan Rektor Unpak Bibin Rubini Meraih Gelar Guru Besar IPA

Perjuangan Rektor Unpak Bibin Rubini Meraih Gelar Guru Besar IPA
Perjuangan Rektor Unpak Bibin Rubini Meraih Gelar Guru Besar IPA

Dikukuhkan sebagai guru besar merupakan prestasi yang sangat membanggakan.

Dan itulah, yang kini dicapai Rektor Unpak, Bibin Rubini.

Awal Maret, Bibin dinyatakan sebagai guru besar bidang pendidikan IPA yang dikeluarkan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia.

Mendapatkan itu semua, Bibin mengaku tidak mudah. Bibin harus melewati dan melakukan banyak hal, sesuai syarat dan ketentuan yang wajib dipenuhi. Di antaranya, harus melakukan banyak kegiatan dan karya ilmiah, baik itu jurnal, seminar maupun penelitian.

Sesuai bidangnya, berbagai karya ilmiah dan kegiatan lain terkait dengan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam

(IPA) dilakukan Bibin. Termasuk kegiatan untuk masyarakat. Apalagi, syarat sekarang untuk menjadi guru besar dari total nilai, 45 persennya dari karya ilmiah.

“Jurnal yang dibuat juga tidak seberangan, reputasi dan akreditasinya harus diakui baik itu skala nasional maupun internasional,” ujar Bibin.

Ia mengakui, lebih memberikan tantangan lagi. Sisanya, 25 persen reputasi dan akreditasi nasional

kemudian 20 persen lagi internasional.

“Tidak cuma harus menyiapkan karya, tapi juga harus melakukan dan mengikuti kegiatan di masyarakat. Melakukan semua itu, tak hanya membutuhkan waktu panjang juga pengorbanan,” bebernya .

Tak jarang, kata Bibin, harus memilih antara keluarga atau melakukan rangkaian kegiatan. Apalagi, pria yang aktif diberbagai kegiatan sosial ini tinggal berjauhan dengan keluarga.

Bibin yang juga dosen FKIP Unpak ini tinggal di Bogor, sedangkan istri dan anak-anaknya di Kota Bandung. Tapi, dengan keikhlasan dan kesabaran dapat dilewati dengan baik, diberikan prestasi tinggi sebagai guru besar.

Dengan pencapaian tersebut, tidak membuat Bibin bersantai. Sebaliknya, akan terus berusaha memberikan karya maksimal untuk bidang pendidikan. Bahkan tak akan berhenti untuk terus belajar dan belajar.

“Ilmu itu tidak akan pernah cukup, tapi akan terus berkembang,” ujarnya.

Bibin dikukuhkan sebagai guru besar pada 1 Maret lalu. Ditandatangani Menteri pada 19 Maret dan diserahkan pada Rabu (27/3). “Pengukuhan akan dilakukan pada 20 April di Universitas Pakuan,” tukasnya. (

 

Baca Juga :

USBN Rampung, SMANTIC Evaluasi Tiap Akhir Pelajaran

USBN Rampung, SMANTIC Evaluasi Tiap Akhir Pelajaran

USBN Rampung, SMANTIC Evaluasi Tiap Akhir Pelajaran
USBN Rampung, SMANTIC Evaluasi Tiap Akhir Pelajaran

Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) 2019 yang dilaksanakan pekan lalu, juga sudah rampung di SMAN 3 Cibinong atau biasa disebut SMANTIC.

Sebelumnya, selama USBN berlangsung sebelum masuk kelas dilakukan briefing terlebih dahulu. Diawali briefing, guru yang bertugas sebagai pengawas, dilanjutkan dengan pengarahan kepada seluruh siswa sebagai peserta ujian.

“30 menit. Dari jam 6.30 – 07.00 pagi. Briefing pengawas yang dipimpin kepala sekolah.

Terus pengarahan ke siswa sebelum USBN dimulai. USBN dimulai pukul 07.30,”, jelas Wakil Kepala Bidang Humas SMAN 3 Cibinong Iwan Kuswandi, kemarin. Dengan briefing tersebut, pelaksanaan USBN bisa terkontrol dengan baik dan berjalan lancar.

Tak hanya briefing, dilakukan juga evaluasi tiap akhir pelajaran, baik kepada para peserta didik maupun kepada para guru. Dengan cara tersebut, dilakukan secara kontinyu bisa berjalan sesuai yang direncanakan dan diharapkan.

Kegiatan tersebut, juga diberikan apresiasi oleh kepala SMAN 3 Cibinong.

Karena hasilnya sangat memuaskan. Para guru mampu bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) pengawasan. Bahkan disiplin peserta didik, datang dan pulang tepat waktu.

“Kami juga menegaskan setelah USBN dan nanti UNBK tidak ada namanya siswa corat-coret. kalaupun ada akan mendapatkan sanksi dari sekolah,” terang Iwan. Untuk mengantisipasinya pihak sekolah sudah bekerjasama dengan satgas pelajar.

Masih kata Iwan, dari 15 mata pelajaran yang masuk dalam USBN. Sekolah optimis

peserta atau siswa bisa mendapatkan nilai maksimal sesuai yang diharapkan.

“Insya Allah kami optimis dengan hasil USBN ini, ada mata pelajaran yang langsung diperiksa oleh guru mata pelajaran dengan hasil rata-rata sesuai dengan harapan dan ada juga pelajaran yang harus menunggu hasil pemeriksaan dari Kantor Cabang Dinas (KCD) wilayah 1,” bebernya.

Iwan berharap langkah awal yang bagus dari USBN ini akan terus berlanjut ke Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang akan dilaksanakan pada awal April. Khusus untuk menghadapi UNBK, SMAN 3 Cibinong sudah sangat siap.

Pembekalan pun sudah diberikan, di antaranya pemberian motivasi oleh Arif Dahsyat dari Depok. Persiapan teknis maupun sarana prasarana yang dibutuhkan terus dilakukan. “Sudah lengkap komputer, laptop, ruangan dan jaringan dan lain sebagainya,” ungkap Iwan. (mer/c)

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/