Nike – Cantona Vs The Devils

Nike – Cantona Vs The Devils

Nike - Cantona Vs The Devils
Nike – Cantona Vs The Devils

Video / iklan ini dibuat oleh Perusahaan Nike, dimana dalam video ini menceritakan tentang pertandingan sepak bola antara Tim Eric Cantona dengan para iblis. Pada pertandingan tersebut tim iblis selalu berbuat curang dan wasit pun juga tidak bersikap adil tetapi pada akhirnya dengan kegigihan dan semangat tim eric cantona pun memenangkan pertandingan tersebut.

Pesan dan Komentar :
Dalam video ini menerangkan bahwa kegigihan, semangat dan kerja sama yang apik dapat mengalahkan kecurangan dan ketidakadilan dalam hal yang dianggap mustahil sekalipun. Dan kekuatan fisik bukan hal yang mutlak di perlukan.

Baca Juga ;

Resensi Novel Fairish

Resensi Novel Fairish

Resensi Novel Fairish
Resensi Novel Fairish

Detail Novel
Judul : Fairish
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Penulis : Esti Kinasih,lahir di Jakarta, 9 September

Kabarnya, novel ini juga best seller nyaingin Dealova. Tapi kira-kira aku tahu kenapa novel ini jadi bestseller. Gaya berceritanya enak banget, pas dan enggak bertele-tele. Lagian novel ini juga lumayan lucu dan enggak jayus.

Soal gaya penulisan yang sudah mateng, wajar banget. Esti, penulisnya emang udah pengalaman, in other word, udah ‘angkatan tua’. Jadi gaya penceritaannya udah lebih bisa ngambil jarak dengan apa yang terjadi di dunia remaja. Kalau penulis-penulis remaja kan mereka nulis aja apa yang terjadi sehari-hari pada mereka, seperti nulis buku harian, nggak pakai refleksi segala. Mungkin juga nggak pakai sudut pandang orang lain.

Di dalam novel ini menceritakan fairish anak sma palagan. Kecil, imut, manis, dan nggak tenar ini tiba-tiba dipertemukan sama 2 cwok yang keren dan tinggi. Dan setelah dia bertemu sama mereka kehidupan dia tiba tiba berubah. Selama ini dia tak punya musuh. Akan tetapi teman sekelasnya malah musuhin dia. Mereka iri kepada fairish karena dia bisa pacaran ama davi si murid baru tadi. Apalagi dia juga di sukai sama alfa,. Murid baru juga di kelas sebelah. Padahal, fairish pacaran ma davi itu cuma pura-pura. Kita kutip sejenak sinopsis cerita fairish.

“Lo pura-pura jadi pacar gue ya, Rish? Biar gue nggak dikerubutin cewek-cewek centil itu.” pinta Davi.”Tapi… konsekuensinya. Dav.” ujar Irish pelan.”Elo punya cowok?” Kali ini ganti Davi yang tersentak kaget.”Atau… lagi ada yang elo suka?”Irish buru-buru geleng kepala. “Bukan gitu. Kalo mereka nyangka kita beneran…””Biarin aja. Bagus malah!” Davi menggenggam kedua tangan Irish.Akhirnya Irish menerima permintaan Davi meskipun dengan setengah hati. Tapi setelah dijalani. Irish senang kok menjadi satu-satunya cewek yang paling dekat dengan Davi, walau cuma untuk sementara dan tanpa ada ikatan apa-apa.Irish emang nggak secantik Penelope Cruz. Dia cuma cewek biasa, yang disekolah pun sama sekali nggak ngetop. Karena itu Davi merasa aman, soalnya dia merasa nggak bakalan naksir Irish.
Tapi saat muncul cowok lain yang bikin Irish terpikat yaitu Alfa yang tinggi dan sangat perhatian, kok Davi jadi nggak rela kehilangan Irish, ya?

Akhirnya mereka saling berebut Irish.

Davi terkejut saat mengetahui bahwa Alfa adalah sepupu Melanie, mantan pacarnya yang meninggal saat kebut-kebutan bersama Davi di Kebun Teh kesukaan Melanie.

Ini adalah alasan Davi menjadi dingin kepada cewek,karena dia masih menyesal dan tidak ingin kejadian yang sama terulang kembali. Akhirnya Irish menjatuhkan pilihan kepada Davi yang telah berubah menyayanginya. karena Alfa mendekati Irish hanya untuk balas dendam kepada Davi.

Sumber :https://indianapoliscoltsjerseyspop.com/

Pepsi Commersil – Roberto Carlos

Pepsi Commersil – Roberto Carlos

Pepsi Commersil - Roberto Carlos
Pepsi Commersil – Roberto Carlos

 

Iklan ini merupakan iklan minuman produksi Pepsi yang di bintangi oleh pemain bola profesional asal brazil, yaitu Roberto Carlos. Iklan komersial ini di buat dalam rangka menyambut piala dunia 2002 yang di selenggarakan di Jepang dan Korea Selatan.
Dalam video ini menceritakan tentang seorang anak kecil yang menunggu kedatangan tim kesayangannya di bandara yaitu tim Sepakbola Brazil dimana terdapat Roberto Carlos didalamnya. Saat Carlos tiba, anak kecil tersebut meminta tanda tangan dan memberikan sebotol pepsi sebagai tanda terima kasih. Setelah itu anak tersebut menundukkan badan (Tanda hormat tradisi Jepang) sebagai penghormatan dan terima kasih.
lalu, ketika Tim brazil menghadapi tim jepang, Carlos menggunakan tradisi Jepang tersebut untuk membobol gawang lawannya.

Komentar atau Pesan :
Tradisi menundukkan badan di Jepang sebagai tanda hormat, terima kasih, dsb yang di masukkan ke dalam video ini menunjukkan bahwa jika kita menghormati orang lain maka orang lain juga pasti akan menghormati kita, dalam bentuk / tradisi apapun itu.

Sumber : https://indianapoliscoltsjerseyspop.com/

Jalan Sehat Tutup KKN Expo 2019

Jalan Sehat Tutup KKN Expo 2019

Jalan Sehat Tutup KKN Expo 2019
Jalan Sehat Tutup KKN Expo 2019

Bertempat di Lapangan Pandapa Paramarta Kabupaten Kuningan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Kuningan (Uniku) menyelenggarakan Jalan Sehat bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan masyarakat Kabupaten Kuningan, Minggu (25/08/2019) pukul 08.00 WIB.

Acara tersebut dibuka secara langsung oleh Rektor Universitas Kuningan (Uniku) Dr. Dikdik Harjadi, SE., M.Si., dengan didampingi Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pendidikan Sang Adipati Kuningan (YPSAK) Drs. Uri Syam, SH., MH., Ketua Persatuan Istri Karyawan dan Dosen Universitas Kuningan (Priskad Uniku) Dewi Fatmasari, SE., M.Si., Wakil Rektor I Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., Perwakilan USAID Amrulloh dan Ketua LPPM Oding Syafrudin . Para peserta Jalan Sehat berjalan dari Lapangan Pandapa menuju Taman Kota Kuningan yang kebetulan sedang Car Free Day (CFD) dan berputar dari Tamkot kembali menuju Lapangan Pandapa lagi.

Rektor Uniku Dr. Dikdik Harjadi, SE., M.Si., saat dimintai keterangannya, menyampaikan, ucapan terima kasih kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswi Uniku yang sudah melaksanakan KKN Tematik Kewirausahaan di 61 Desa dan 20 Kecamatan di Kabupaten Kuningan selama satu bulan penuh.

Selain itu, Dikdik sapaan akrabnya, juga mengungkapkan, bahwa kegiatan Jalan

Sehat ini merupakan agenda penutup kegiatan KKN EXPO 2019 yang diselenggarakan oleh LPPM Uniku.

“Jalan Sehat adalah agenda penutup kegiatan KKN Expo 2019,” ungkapnya, Minggu (25/08/2019).

Sesuai dengan nama kegiatannya yaitu Expo, panitia tak hanya menyelenggarakan kegiatan Jalan Sehat saja. Mereka juga membuka stand potensi desa kewirausahaan mahasiswa dan mahasiswi KKN Uniku tahun 2019 yang dibuka oleh Wakil Bupati Kuningan M Ridho Suganda, M.Si., Semalam.

“Beraneka ragam potensi desa kewiausahaan berhasil ditampilkan oleh seluruh mahasiswa dan mahasiswi KKN Uniku tahun 2019. Ada yang berupa makanan, minuman, wisata sampai dengan kerajinan tangan berhasil disuguhkan dalam kegiatan KKN Expo 2019 tersebut. Desa Cisantana berhasil meraih juara umum dalam kegiatan KKN Expo 2019,” ujarnya.

Menurut Audita Handayu Azizah yang juga Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa

(BEM) Universitas Kuningan (Uniku), mengatakan, acara tersebut merupakan agenda penutup KKN Tematik Kewirausahaan tahun 2019 dan bisa juga dikatakan sebagai perpisahan karena para mahasiswa dan mahasiswi Uniku sudah melaksanakan KKN di 61 Desa dan 20 Kecamatan di Kabupaten Kuningan selama satu bulan lamanya.

“Ini adalah agenda penutup dari KKN Tematik Kewirausahaan tahun 2019 hasil kerjasama antara Uniku dengan USAID,” ungkapnya.

Tak hanya itu, menurut mahasiswi Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

(PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Uniku, untuk memeriahkan acara, panitia juga menampilkan panggung hiburan dan dilakukannya berbagai kegiatan lomba bagi mahasiswa dan mahasiswi Uniku peserta KKN Tematik Kewirausahaan.

“Bukan hanya itu saja, panitia juga mengadakan penarikan undian berhadiah bagi peserta Jalan Sehat dengan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor dan beraneka jenis hadiah menarik lainnya,” pungkasnya. (Sep)

 

Baca Juga :

 

 

Uniku Raih Juara 1 Pawai Alegoris Hari Jadi Kuningan ke-521

Uniku Raih Juara 1 Pawai Alegoris Hari Jadi Kuningan ke-521

Uniku Raih Juara 1 Pawai Alegoris Hari Jadi Kuningan ke-521
Uniku Raih Juara 1 Pawai Alegoris Hari Jadi Kuningan ke-521

Universitas Kuningan (Uniku) yang setiap tahunnya ikut berpartisipasi kegiatan karnaval budaya dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Kuningan itu, tak pernah absen dalam gelaran tersebut.

Untuk karnaval budaya Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-521 tahun 2019, Uniku

kembali menampilkan “Teater Jalanan” yang bertemakan “Kering”. Berkat usaha kerja keras dan ide kreatif yang disumbangkan oleh seluruh komponen yang terlibat dalam teater jalanan Uniku, untuk tahun ini Uniku meriah juara pertama (1) pawai alegoris yang diselenggarakan dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-521.

Informasi terkait raihan juara pertama tersebut, disampaikan oleh tim penilai dalam acara puncak penutupan Pekan Raya Kuningan (PRK) tahun 2019 semalam di Terminal Tipe A Kertawangunan.

Uniku yang dihadiri oleh Wakil Rektor III Ilham Adhya, M.Si., menerima secara langsung piala juara pertama pawai alegoris dalam rangka karnaval budaya Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-521, yang diserahkan oleh Wakil Bupati Kuningan M Ridho Suganda, M.Si.

Menurut Sutradara Teater Jalanan yang juga Sekretaris Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Arip Hidayat, M.Pd., mengatakan, dalam pawai karnaval alegoris kali ini, Uniku mempersembahkan teater jalanan yang bertemakan “Kering”.

“Kering merupakan metafor dari kondisi dan situasi saat ini, baik tentang alam maupun manusia,” tuturnya.

Lebih jauh, sambung dosen penikmat kopi hitam itu, menjelaskan, kering alam menyebabkan bencana

, kering pikiran dan hati manusia menyebabkan hilangnya sisi kemanusiaan.

“Kering bukan hanya soal musim, kering bukan hanya soal hujan, kering bukan hanya soal debu, tapi soal kita semua, soal kehidupan,” jelasnya.

Atas ide kreatif dan karya yang dimainkan oleh 450 orang tersebut, berhasil tampil memikat tim penilai dan memukau masyarakat yang menonton karnaval budaya Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-521.

Rektor Universitas Kuningan (Uniku) Dr. Dikdik Harjadi, SE., M.Si., menyampaikan, rasa syukur,

bangga dan ucapan terimakasih kepada sutradara, kru dan seluruh komponen yang terlibat dalam kegiatan teater jalanan Uniku tahun 2019.

“Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT dan saya sampaikan ucapan terimakasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh komponen yang terlibat dalam teater jalanan Uniku. Atas usaha kerja kerasnya sehingga mampu menampilkan pertunjukan teater jalanan yang luar biasa,” ujarnya. (Sep)

 

Sumber :

https://obatsipilisampuh.id/

Hima PBSI Gelar Sembah 2019

Hima PBSI Gelar Sembah 2019

Hima PBSI Gelar Sembah 2019
Hima PBSI Gelar Sembah 2019

Himpunan Mahasiswa (Hima) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) kembali menggelar

Semarak Bulan Bahasa (Sembah) dalam rangka memperingati lahirnya Bahasa Indonesia. Kegiatan Sembah 2019 ini digelar selama 5 (lima) hari, yaitu 23-28 Oktober 2019 di Gedung Student Center Iman Hidayat Universitas Kuningan.

“Bulan bahasa merupakan momentum untuk memperingati lahirnya Bahasa persatuan, yakni bahasa Indonesia. Seperti yang kita ketahui, Era Revolusi Industri 4.0 secara tidak langsung akan menantang eksistensi penggunaan bahasa Indonesia ditengah masyarakat, terutama dalam penggunaan bahasa asing yang marak digunakan untuk menamakan lembaga, menamakan produk, dan lain sebagainya. Selain itu, penggunaan bahasa Indonesia didunia maya atau sosial media yang secara ejaan cenderung vulgar dapat menurunkan moralitas citra bahasa Indonesia itu sendiri,” jelas Ketua Pelaksana Sembah 2019 dalam laporannya.

Karenanya, Sembah 2019 yang digelar dengan mengusung tema Tantangan Bahasa Indonesia

di Era Revolusi Industri 4.0 salah satunya bertujuan untuk mengembangkan mutu bahasa Indonesia.

“Sesuai dengan temanya, Sembah 2019 digelar dengan tujuan untuk mengembangkan mutu bahasa Indonesia dalam menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 dan juga untuk meningkatkan nasionalisme serta patriotisme pada bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa,” ujarnya.

Lebih jauh, dirinya mengatakan Sembah 2019 diisi dengan berbagai lomba dan akan ditutup dengan gelar wicara.

“Sembah III 2019 diisi dengan berbagai lomba, seperti lomba debat bahasa Indonesia tingkat SMA

sederajat yang diikuti 54 peserta, Lomba musikalisasi puisi tingkat SMA sederajat yang diikuti oleh 89 orang dan akan ditutup dengan gelar wicara yang akan digelar pada 28 Oktober 2019,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Kuningan (Uniku), Dikdik Harjadi, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya melestarikan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa.

“Indonesia merupakan negara yang sangat luar biasa dengan segala kekayaan yang dimilikinya. Salah satu kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kekayaan bahasa. Karenanya, Bahasa Indonesia yang dinobatkan sebagai bahasa pemersatu bangsa tentu merupakan suatu amanat. Sehingga, jangan sampai kemajuan teknologi yang begitu pesat dapat menodai kemurnian bahasa Indonesia,” ujarnya.

 

Sumber :

https://lakonlokal.id/

Tanpa Nisan Tanpa Penghormatan

Tanpa Nisan Tanpa Penghormatan

Tanpa Nisan Tanpa Penghormatan
Tanpa Nisan Tanpa Penghormatan

Pemakaman Umum Ngaliyan, Lalung, sekitar 5 Km di selatan Kota Karanganyar tak ubahnya seperti makam-makam desa lainnya. Sebatang pohon Kamboja tumbuh di tengah jejeran nisan-nisan, berdiri tegak lurus dengan sebatang pohon Asam yang rimbun. Sekeliling pemakaman dipagari tembok setinggi 1,5 meter. Tapi sesungguhnya, ada yang membuatnya berbeda. Setitik nilai historis yang terlupakan pada sepetak tanah berukuran sekitar 2 x 8 meter yang ada di tengah pemakaman. Letaknya di dekat pintu gerbang yang terbuat dari besi bercat hijau. Gundukan itu tak bernisan. Tak ada penanda apa pun. Di atasnya, tumbuh sejumput tipis rerumputan kering diselingi beberapa tangkai ilalang. Sekitar satu setengah meter di bawah gundukan tersebut, terbujur jasad Amir Syarifuddin. Ia adalah salah satu dari tokoh empat serangkai Soekarno-Mohammad Hatta-Sutan Sjahrir-Amir Syarifuddin yang memimpin republik ini pada zaman revolusi mempertahankan kemerdekaan. Amir tidak sendirian, bersamanya, dalam satu lubang yang sama, terbujur 10 rekannya. Ya, akibat petualangan politiknya bersama Partai Komunis Indonesia (PKI), tengah malam di hari 19 Desember 1948, mereka dieksekusi bersama-sama oleh polisi militer, anak buah Kolonel Gatot Subroto di lokasi tersebut. Eksekusi itu sendiri tanpa melalui pengadilan militer dan lebih dipicu sebagai kepanikan menyusul Agresi Militer II Belanda atas Kota Yogyakarta pada pagi harinya. Sebab, pada Agresi Militer I, 21 Juli 1947, para tahanan republik di LP Wirogunan memanfaatkannya untuk kabur tanpa sempat diadili. Sejarah memang mencatat kelam nama Amir. Perannya sebagai pelaku Sumpah Pemuda (Jong Batak) 1928 dan pejuang anti-Jepang, hingga nyaris dihukum mati, jarang diungkit-ungkit. Apalagi kabar dari salah satu versi, bahwa dialah sebenarnya calon proklamator utama NKRI, sebelum akhirnya pilihan pemuda-pemuda revolusioner jatuh pada Soekarno-Hatta. Tak pernah tergali! Yang muncul dalam lembar sejarah adalah hujatan atas kegagalannya sebagai perdana menteri dengan meneken Perjanjian Renville (1948). Dan yang paling fatal adalah kiprahnya sebagai tokoh PKI pendukung negara Sovyet Republik Indonesia bentukan Musso di Madiun 1948 yang sekaligus anti-Perjanjian Renville. Sungguh, citra sempurna untuk orang yang dicap pengkhianat bangsa. Coreng itulah yang menjadikan Amir menjadi stigma hitam bahkan hingga saat tubuhnya menyatu dengan bumi. Sebetulnya, ketika masa traumatik terhadap PKI berakhir, sekitar tahun 1951 sudah ada upaya untuk mengurus jasad Amir cs dengan layak. Saat itu, dilakukan upaya penggalian kembali. Jasad 11 orang yang bertumpuk-tumpuk, dirapikan. Masing-masing diidentifikasi dan dimakamkan secara layak meski tetap dalam lubang yang sama. Pada makam, bahkan sudah dilakukan pengecoran dan pemberian nama 11 nisan sesuai dengan urutannya. “Saat itu, makam bersih dan rapi. Bahkan ada juru kuncinya, yakni Pak Mangun,” ujar Warsiman, penduduk di sekitar makam. Sanak saudara Warsiman, adalah salah satu penduduk yang diminta aparat untuk menggali lubang kubur Amir cs pad atahun 1948. Warsiman yang sekitar tahun 1964, menginjak usia SD, bahkan masih ingat, bila akhir pekan, makam Amir Cs laksana pasar. “Banyak yang berziarah sampai dipenuhi penjual makanan. Saya dulu malah sering dikasih permen oleh para penziarah,” kata dia. Namun seiring dengan Peristiwa 30 September 1965 yang kembali melibatkan tokoh-tokoh PKI, keriuhan itu bubar. Suatu hari, di tahun 1965, tanpa alasan yang jelas, sekelompok orang tak dikenal datang merusak makam Amir Cs dan mencabuti papan nisan mereka. Sejak itu, makam Amir cs menjadi tak terawat. Tak ada penduduk yang berani untuk sekadar membersihkannya. Mereka takut dicap pro PKI yang menjadi stigma kental era Orde Baru. Waktu akhirnya memangsa reruntuhan makam disaput tanah dan rerumputan. Hanya kambing-kambing kampung yang setia merawat, menyiangi agar rumput tak bertambah tinggi. Padahal niatan untuk sekadar memuliakan orang yang telah meninggal pernah ada. Dulu ada usulan dari kampung agar di sekitar makam Amir cs didirikan cungkup. Ya, sekadar untuk tempat berteduh-lah, bagi peziarah makam yang kepanasan. Tapi usul ini kandas di tangan pemerintah lokal. “Akhirnya sampai sekarang begini keadaannya. Tidak ada yang ngopeni. Bahkan anak-anak zaman sekarang banyak yang tak tahu, itu makam bekas pembesar.” Warsiman benar, faktanya, detikcom menjumpai sangat sedikit penduduk Karanganyar yang tahu soal sejarah makam Amir Syarifuddin. Sungguh pun begitu, bukan berarti tak ada peziarah makam Amir. Penduduk sekitar mengaku sesekali melihat orang-orang asing, menyambangi makam Amir cs. Umumnya mengendarai mobil bernomor polisi Jakarta. “Mereka nyekar sambil menangis-nangis di depan makam. Mereka sudah tahu makam itu, meskipun tidak ada nisannya. Mungkin keluarganya,” ujar Warsiman. Begitulah, bangsa ini boleh menafikannya. Namun bagi beberapa orang, sepetak tanah berukuran 2 x 8 meter tersebut masih memiliki arti. Banyak yang menilai, apa yang terjadi di tahun 1948 tak lebih dari perbedaan pandangan perjuangan yang dipicu oleh kerusuhan yang terjadi di Solo, sebelumnya. Menurut cerita, sesaat sebelum dieksekusi di depan liang lahatnya, Amir Cs meminta izin kepada letnan CPM komandan regu tembak untuk menyanyikan 2 buah lagu. Yang pertama adalah lagu komunis, Internasionale, dan kedua adalah Indonesia Raya. Permintaan itu dikabulkan. Tengah malam, sekitar pukul 23.30 WIB, kedua lagu dinyanyikan ke-11 orang hingga membumbung ke udara. Setelah itu dor! Amir yang pertama. Dengan mengantungi Kitab Injil di sakunya, ia mendapat giliran pertama dieksekusi. Jiwanya yang berganti melayang ke angkasa. Kata orang, bangsa yang besar adalah yang menghargai pahlawannya. Amir mungkin bukan pahlawan yang patut dikenal, sebaliknya ia mungkin dicap sebagai Brutus. Tapi sebagai anak manusia, semestinya jasadnya patut dimuliakan. Seperti kata Warsiman, bukankah lagu kebangsaan kita masih sama? Indonesia Raya! Keterangan Foto: Gundukan tanah makam Amir Syarifuddin. Tak ada tanda bahwa Amir dulu pernah memimpin Indonesia. (asy/)

Baca Juga :

Kisah Nomor Ponsel ‘Terkutuk’ dari Bulgaria

Kisah Nomor Ponsel ‘Terkutuk’ dari Bulgaria

Kisah Nomor Ponsel 'Terkutuk' dari Bulgaria
Kisah Nomor Ponsel ‘Terkutuk’ dari Bulgaria

Bagaikan kisah horor di layar lebar, sebuah nomor ponsel ‘terkutuk’ dikabarkan telah dipensiunkan oleh penyedia layanan seluler asal Bulgaria bernama Mobitel. Nomor tersebut disebut terkutuk karena terkait langsung dengan tiga kematian yang mengenaskan terhadap tiga tokoh.

Nomor itu adalah 0888 888 888, pertama kali dimiliki oleh Vladimir Grashnov mantan CEO dari Mobitel. Pada saat dimiliki Grashnov nomor itu sebenarnya biasa-biasa saja, kecuali bahwa Grashnov kemudian meninggal karena kanker pada usia 48 tahun.

Rumornya, kematian Grashnov bukanlah kematian biasa. Ia dicurigai dibunuh dengan bahan radioaktif yang kemudian memicu kanker pada usianya yang relatif belum terlalu uzur.

Nomor ini kemudian dimiliki oleh seorang bernama Konstantin Dimitrov. Tak sampai dua tahun Bos mafia tersebut juga mati mengenaskan. Dimitrov ditembak di Belanda oleh seorang pembunuh bayaran, ponsel dengan nomor tersebut dikantungnya.

Konstantin Dishliev adalah orang ketiga yang memiliki nomor ‘terkutuk’ itu. Sekitar tiga tahun setelah kematian Dimitrov, Dishliev juga mati terbunuh. Ia tewas di depan sebuah restoran India di Sofia, ibukota Bulgaria.

Nomor tersebut kemudian tak ada yang menggunakan, karena masih dalam penyelidikan polisi. Menurut Telegraph, yang dikutip detikINET, Kamis (27/5/2010), nomor itu akan ditarik dari peredaran oleh pihak Mobitel. Tentunya, tak ada pernyataan resmi dari Mobitel soal nomor ini.

Sumber : https://freemattandgrace.com/

Psikiater Gunakan Game dalam Terapi

Psikiater Gunakan Game dalam Terapi

Psikiater Gunakan Game dalam Terapi
Psikiater Gunakan Game dalam Terapi

Lupakan sejenak dampak buruk yang konon bisa ditimbulkan dari game. Seorang psikiater menunjukkan bahwa game pun bisa bermanfaat dalam terapi yang dijalankannya.

Hal itu dilakukan oleh seorang psikiater bernama Dr T Atilla Ceranoglu, seorang psikiater di Massachusets General Hospital dan pengajar di Harvard Medical School. Ceranoglu, seperti dikutip detikINET dari GamePolitics, Kamis (27/5/2010), menggunakan game untuk mendekatkan diri dengan pasiennya.

Dalam sesinya, Ceranoglu akan mengajak pasiennya yang masih usia remaja atau anak-anak untuk bermain game bersama. Aktivitas itu membantunya terhubung lebih baik dengan pasien dan juga melihat kemampuan kognitif serta menyelidiki perasaan si anak.

Dalam satu kasus, Ceranoglu berhasil mengungkap perasaan seorang pasiennya yang berusia 14 tahun setelah melakukan beberapa sesi bermain game. Ia mengajak anak itu untuk bermain game Lord of the Rings, sebuah game baseball dan sebuah game sepakbola.

Dari sesi-sesi tersebut Ceranoglu akhirnya menemukan bahwa sang anak kesepian dan merindukan saudara laki-lakinya yang sudah meninggal. Sebelumnya, orang tua sang anak bahkan tak pernah menyebut-nyebut kalau mereka pernah memiliki anak laki-laki lain yang sudah meninggal.

Game apa yang cocok untuk proses terapi? Ceranoglu merekomendasikan game yang singkat, bisa diulangi, memiliki banyak level, mudah dipelajari dan menampilkan beragam avatar. Ia juga mencari game yang cocok dengan konflik yang dialami sang anak dan bisa ditambahi konten dari pengguna.

Kepada orang tua pasiennya, Ceranoglu mengatakan telah menjelaskan lebih dahulu apa peranan game dalam sesi terapi. Hal ini dimaksudkan agar para orang tua tidak protes dan menganggap mereka membayar psikiater hanya untuk bermain game.

Sumber : https://merpati.co.id/

Polsek Merbau, KSOP dan KP2M Salurkan Bantuan Sembako

Polsek Merbau, KSOP dan KP2M Salurkan Bantuan Sembako

Polsek Merbau, KSOP dan KP2M Salurkan Bantuan Sembako
Polsek Merbau, KSOP dan KP2M Salurkan Bantuan Sembako

Polsek Merbau bersama KP2M dan KSOP bergandeng tangan dalam agenda Jum’at Barokah

dengan menyalurkan bantuan berupa Sembako kepada warga yang Ekonomi Menengah Kebawah,Jum’at (29/11/19) .

Kali ini Gabungan dari Polsek.KP2M dan KSOP menyerah kan bantuan kepada Nenek Jumilah (85) warga Dusun 2.RT 02.RW.01 Desa Mayang sari Kecamatan Merbau.

Hadir Dalam Agenda Jumat Barokah Gabungan Tesebut Kapolsek Merbau IPTU.Syahruddin

Pangaribuan Beserta Seluruh anggota. KSOP IJON. Tanamal Ketua KP2M. Mazlan.Sekretaris Bustami Humas.Syaiful Beserta Beberapa anggota KP2M.lainya.

Ketua KP2M yang Membuka Acara Penyerahan Sumbangan Sembako kepada Ibuk Jumilah

Mengatakan  Sumbangan Sembako yang kami serahkan ini merupakan bantuan gabungan  dari kami KP2M, bersama Polsek Merbau dan KSOP Teluk Belitung dan Ini kali ke dua KP2M melakukan Jumat Barokah.

“Moga dengan Sembako yang kami sumbangkan ini bisa Meringankan Beban Ibu Jumilah dan Keluarga dan Menjadi jembatan Amal bagi kita Semua,” paparnya .

 

Baca Juga :