Tanda Seru dan Tanda Kurung

Tanda Seru dan Tanda Kurung

Tanda Seru dan Tanda Kurung
Tanda Seru dan Tanda Kurung

 

Tanda Seru (!)

  1. Tanda seru dipakai pada akhir kalimat printah.

Misalnya:

Bersihkan kamar itu sekarang juga!

Jangan berisik!

  1. Tanda seru dipakai pada akhir ungkapan atau pernyataan yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ketakjuban, ataupun rasa emosi yang kuat.

Misalnya:

Alangkah seramnya peristiwa itu!

Indah sekali pemandangan alam ini!

Merdeka!

Tanda Kurung ((…))

  1. Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.

Misalnya:

Komisi A telah selesai menyusun GBPK (Garis-Garis Besar Program Kerja) dalam sidang pleno tersebut.

  1. Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan.

Misalnya:

Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan perkembangan per-ekonomian Indonesia lima tahun terakhir.

  1. Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan.

Misalnya:

Faktor produksi menyangkut masalah (a) alam, (b) tenaga kerja, dan (c) modal.

  1. Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan.

Misalnya:

Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain(a).

                  Sahrul Gunawan berasal dari (kota) Bogor.

 

Sumber : https://dosen.co.id/