Pidato Kebangsaan Sumpah Pemuda Pelajar Indonesia di India

Pidato Kebangsaan Sumpah Pemuda Pelajar Indonesia di India

Pidato Kebangsaan Sumpah Pemuda Pelajar Indonesia di India
Pidato Kebangsaan Sumpah Pemuda Pelajar Indonesia di India

Dalam acara pidato kebangsaan yang digagas oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan,

dan Atase Pertahanan KBRI New Delhi tersebut, ada empat pelajar yang mewakili pelajar Indonesia di India. Mereka terpilih dari rangkaian seleksi yang diadakan oleh KBRI. Mereka adalah Mohd Agoes Aufiya, Dian Furqani, Rahul Ali Rifsanjani, dan Hervina Aljanika.

Dalam acara yang berlangsung di Gedung Wisma Karya KBRI New Delhi pada Sabtu (28/10) itu, pidato pertama disampaikan oleh Mohd Agoes Aufiya, mahasiswa PhD School of International Studies, Jawaharlal Nehru University (JNU).

Dalam pidatonya yang berjudul “Membangkitkan Kembali Jati Diri Pemuda Indonesia”

, Agoes menyampaikan bahwa kepemudaan dan kenegarawanan merupakan hasil paling penting yang kita bisa ambil dari Sumpah Pemuda, yakni sikap yang kokoh idealisme dalam berbangsa dan cinta tanah air, dan hadirnya jati diri persatuan terlepas dari keberagaman.

Pidato kedua disampaikan oleh saudari Dian Furqani, mahasiswi Aligarh Muslim University yang bertajuk “Keberagaman yang Mengikat”. Dian dengan semangat menyatakan jika keberagaman bukan hanya hal yang harus dimaklumi, namun adalah hal utama yang mengikat persatuan bangsa Indonesia.

Rahul Ali Rifsanjani, mahasiswa Institute of Finance and International Management Bangalore

menyampaikan pidato berjudul “Pemuda Masa Lampau”. Dalam pidatonya, dia memaparkan pemikirannya bahwa mimpi para pemuda zaman dahulu lah yang mengantarkan Indonesa merdeka, dimana ketika mimpi mereka berubah menjadi kenyataan berupa gagasan dan perjuangan untuk meraih cita-cita kemerdekaan.

Pidato terakhir disampaikan oleh Hervina Aljanika, mahasiswi Master Hubungan Internasional, JNU dengan judul ’’Bahasa Indonesia untuk Bernalar”. Hervina menitik beratkan pada betapa pentingnya penggunaan Bahasa Indonesia karena bangsa itu dicitrakan oleh kecakapan bernalar dalam berbahasa. Acara yang merupakan rangkaian dari peringatan Sumpah Pemuda itu itutup dengan ramah-tamah dan makan bersama semua hadirin yang hadir dalam acara. (*)

 

Sumber :

https://nouw.com/danuaji/understanding-and-examples-of-explanator-36084748