Masalah Tidur Berisiko Alami Multiple Sclerosis, Benarkah?

Masalah Tidur Berisiko Alami Multiple Sclerosis, Benarkah? – Para ilmuwan telah mengejar bahwa multiple sclerosis (MS) bisa diidentifikasi minimal lima tahun sebelumnya sebab pasien lebih barangkali menjalani perawatan guna gangguan sistem saraf, laksana sakit atau masalah tidur.

Hasil MS dari sistem kekebalan tubuh menyerang bahan myelin – bahan berlemak yang memungkinkan transmisi sinyal listrik secara cepat – yang mengganggu komunikasi antara benak dan bagian beda dari tubuh, lantas mengarah ke masalah penglihatan, kekurangan otot, kendala dengan ekuilibrium dan koordinasi serta gangguan kognitif.

“Keberadaan ‘tanda peringatan’ ini diterima dengan baik guna penyakit alzheimer dan penyakit parkinson, namun ada sedikit penyelidikan ke pola yang sama guna MS,” kata pemimpin peneliti Helen Tremlett dari Divisi Neurologi di Universitas British Columbia di Kanada seperti dikutip Zeenews.

“Kami kini perlu menginvestigasi lebih dalam gejala ini, mungkin memakai teknik penambangan data. Kami hendak melihat apakah terdapat pola yang dapat disaksikan bersangkutan dengan jenis kelamin, umur atau jenis MS yang kesudahannya mereka kembangkan,” tambah Tremlett.

Pada riset yang diterbitkan dalam Multiple Sclerosis Journal, kesebelasan memeriksa daftar kesehatan 14.000 orang dengan multiple sclerosis dan membandingkannya dengan daftar kesehatan 67.000 orang tanpa penyakit.

Fibromyalgia, suatu situasi yang melibatkan nyeri muskuloskeletal yang meluas ditemukan lebih dari tiga kali pada orang yang lantas didiagnosis dengan MS dikomparasikan mereka yang tidak.

Temuan lainnya ialah sindrom usus yang teriritasi nyaris dua kali lebih tidak jarang pada orang yang mengembangkan gangguan. Sakit kepala migrain dan gangguan mood atau kegelisahan yang tergolong depresi, kegelisahan dan gangguan bipolar pun ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi salah satu kelompok.

Lebih lanjut, tingkat yang lebih tinggi dari penyakit ini juga bersangkutan dengan pemakaian obat yang lebih tinggi guna gangguan muskuloskeletal, gangguan sistem saraf dan gangguan drainase genito-urinary, bareng dengan antidepresan dan antibiotik.

Temuan ini memungkinkan dokter guna mendiagnosis penyakit itu lebih mula dan mengawali perawatan, sehingga bisa jadi memperlambat kehancuran yang disebabkannya ke otak dan sumsum tulang belakang.

Baca Juga: