M. Al-Fath Husain, Bermusik untuk Menebar Kebaikkan

M. Al-Fath Husain, Bermusik untuk Menebar Kebaikkan

 

M. Al-Fath Husain, Bermusik untuk Menebar Kebaikkan

BERDAKWAH lewat musik

Tak banyak musisi seperti  ini. Makanya, remaja ini ingin mengenalkan musik sebagai sarana berdakwah. Ia adalah M. Al-Fath Husain. Al-Fath merupakan siswa peraih juara 3 Gitar Solo  pada Festival Seni Siswa Nasional (FLS2N) SMA tingkat nasional di Aceh pada pekan lalu. Ia ingin menyebarkan kebaikkan dengan musik.

Cita-cita ke depan saya ingin konsen di musik

InsyaAllah mau meneruskan kuliah juga di musik. Saya ingin melalui musik ini menjadi sarana dakwah dan menebar kebaikkan,” ungkap siswa SMAN 1 Lembang ini saat ditemui di sekolahnya, Selasa 4 September 2018.

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya

Pepatah ini sangat tepat menggambarkan Al-Fath. Ia memang lahir dari keluarga seniman, setidaknya darah seninya mengalir deras dari sang ayah yang berprofesi sebagai guru musik.

Diakui putra pasangan Dwi Ristiawan dan Yuli Yuniar Nugrahawati ini, sejak kecil ia memang sudah diperkenalkan dengan sejumlah instrumen musik. Seperti gitar, biola, piano, dll.

“Sejak SD kelas 6 saya sudah bisa main gitar,” katanya. Saking sudah terbiasa dengan musik remaja kelahiran Bandung, 14 Agustus 2001 ini sudah bisa menerjemahkan sebuah musik terhadap notasi-notasi di berbagai instrumen.

By the way, mengapa bisa jadi juara di FLS2N

menurut pria yang hobi jalan-jalan ke tempat sepi ini, semua berkat kerja kerasnya bersama guru, pembimbing, dan pihak-pihak terkait.

“Di FLS2N tingkat nasional memang cukup ketat persaingannya. Karena lawannya juga mereka adalah juara pertama di tingkat provinsi masing-masing. Makanya saya bismillah saja dan berusaha sekuat tenaga,” ujar siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler Saung Sastra Lembang ini.
Penilaian lomba Gitar Solo di antaranya  adalah pembawaan saat main gitar (ekspresi), aransemen, dan teknik main gitar. Semin banyak teknik, nilainya semakin tinggi.

Di FLS2N ini juga

diakui remaja yang suka ngeband dan saat ini lagi merambah ke vokal juga banyak ilmu yang di dapat. Karena, selain lomba juga ada workshopnya dengan pemateri para ahli gitar.

“Alhamdulillah bisa ikut di kompetisi nasional ini. Bener-bener nambah ilmu juga,” kata siswa yang berencana melanjutkan kuliahnya ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini.

Pelatih Musik Al-Fath, Enry Johan Jaohari mengatakan Al-Fath sudah memiliki kemampuan musikal yang baik sejak kecil. Ketika pertama kali bergabung dengan SMA Negeri 1 Lembang, Al-Fath memilih ekskul musik.  Al-Fath telah melalui proses panjang sehingga  menjadi sosok yang sekarang. Apalagi dalam seni musik, kemampuan yang ada pada Al-Fath sekarang telah ia asah sedari kecil.

“Ketika dia pertama kali gabung di SMAN 1 Lembang langsung ikutan eskul musik dan mulai terasah lagi,  prosesnya bertahap. Pernah menjadi musik director dan itu menumbukan penghayatan. Ia juga jadi Interpretator, dan akhirnya terbentuklah sosok yang memang cocok dijadikan peserta gitar solo,” ujar Enry.

Ia mengtakan ada tiga hal yang dimiliki Al-Fath sehingga ia bisa menjuarai FLS2N tingkat nasional.  Pertama keterampilan bermain Al-Fath sudah bagus. Kedua, kemampuan mengaransemen lagu yang sudah dikuasai. Terakhir adalah penghayatan lagu, bagaimana Al-Fath menyampaikan pesan yang ada di dalam lagu yang ia bawakan.

“Kesulitan bermain gitar solo adalah bagaimana memindahkan musik orkestra ke dalam satu alat musik dan itu gitar. Jadi semua unsur harus ada dalam satu alat, dan Al-Fath melakukannya dengan baik,” ujar Enry.

 

Artikel terkait: