Kemendikbud Kunjungi Swafoto Favorit Hingga Kerajaan Sriwijaya di Museum Balaputra Dewa

Kemendikbud Kunjungi Swafoto Favorit Hingga Kerajaan Sriwijaya di Museum Balaputra Dewa

 

Kemendikbud — Tidak hanya ke mal atau taman hiburan, kini berkunjung ke museum menjadi sesuatu yang menyenangkan. Apalagi, jika kita mampu menemukan hal-hal baru atau menarik pada pada museum. Museum Balaputra Dewa pada Kota Palembang, misalnya. Selain berisi mengenai konten dan koleksi sejarah Kerajaan Sriwijaya, pada museum ini pula ada lokasi swafoto atau selfie yg terkenal dan sebagai favorit para pengunjungnya.

Kemendikbud Kunjungi Swafoto Favorit Hingga Kerajaan Sriwijaya di Museum Balaputra Dewa
Kemendikbud Kunjungi Swafoto Favorit Hingga Kerajaan Sriwijaya di Museum Balaputra Dewa

Adalah Rumah Limas, yg sebagai primadona di Museum Balaputra Dewa, atau dikenal pula menjadi Museum Negeri Sumatra Selatan. Rumah Limas yg masih ada pada halaman belakang museum ini adalah Rumah Limas yg gambarnya tercantum pada uang lbr Rp10.000 yg dicetak Bank Indonesia pada tahun emisi 2004 & masih berlaku sampai kini . Banyak pengunjung Museum Balaputra Dewa yang menyempatkan diri buat berswafoto dengan latar Rumah Limas yg adalah rumah tradisional Sumatra Selatan ini.

Reza, seseorang pengunjung Museum Balaputra Dewa, mengaku sudah tahu tentang Rumah Limas. Ia pun merogoh gambar & berswafoto dengan membawa uang lembar Rp10.000 sebagai pembanding di pada fotonya. “Buat senang -senang aja,” ucapnya. Menurut Reza, berkunjung ke museum juga mampu sebagai salah satu bentuk rekreasi keluarga.

Sementara Dimas Aditya, siswa SMPN 19 Palembang, mengaku sering berkunjung ke museum nir hanya buat melihat Rumah Limas, melainkan jua buat mengerjakan tugas berdasarkan sekolah. “Misalnya tugas menurut pengajar buat kerja gerombolan membuat prakarya atau latihan seni,” tuturnya yang berkunjung ke Museum Balaputra Dewa sesudah upacara bendera 17 Agustus 2018.

Rumah Limas memang jadi hal yang menarik pada Museum Balaputra Dewa. Tapi materi dan koleksi pada Museum Negeri Sumatra Selatan ini pula kaya akan nilai sejarah dan budaya, khususnya Kerajaan Sriwijaya, salah satu kerajaan besar di Nusantara. Kita bisa melihat & mempelajari sejarah peradaban Sumatra Selatan, mulai menurut prasejarah, masa Kerajaan Sriwijaya, masa Kolonialisme Belanda dan Jepang, sampai teknologi tradisional budayanya.

Museum Balaputra Dewa memiliki 3 gedung pameran menggunakan tema yang bhineka. Gedung Pameran 1 diisi menggunakan koleksi & pengetahuan mengenai zaman prasejarah. Koleksinya antara lain Arca Megalit dari zaman Megalitikum & Batu Gajah.

Gedung Pameran 2 berisi sejarah Kerajaan Sriwijaya hingga masa kemerdekaan. Palembang adalah sentra pemerintahan Kerajaan Sriwijaya. Pada pertengahan abad ke-7 Masehi, Palembang dikenal menjadi Ibu Kota Sriwijaya sekaligus Kota Pelabuhan. Sebagian besar penghasilan Sriwijaya berasal berdasarkan perdagangan & cukai. Selain itu, tinggalan Sriwijaya yang herbi sistem keagamaan tersebar pada berbagai wilayah Sriwijaya. Tinggalan arca Hindu dan Buddha pada Sumatra Selatan mencapai 116 butir.

Di Gedung Pameran 3, pengunjung mampu melihat kerajinan tradisional Sumatra Selatan. Sumatra Selatan juga dikenal kaya akan kerajinan tradisional, di antaranya goresan, anyaman, logam, & tenun. Benda hasil kerajinan ada yg berfungsi sebagai indera pelengkap upacara. Motif-motif yg dibentuk dalam benda hasil kerajinan juga memiliki arti. Misalnya, motif “Nago Besaung” pada kain songket mempunyai simbol kekuasaan, kemakmuran, & keterikatan.

Seperti museum dalam umumnya, Museum Balaputra Dewa tutup pada hari Senin dan hari libur nasional. Museum ini beroperasi pada hari Minggu hingga Sabtu, & di hari Sabtu & Minggu hanya buka sampai pukul 13.30 WIB. Setelah direvitalisasi pada tahun 2011, tata pameran di museum ini mengalami perubahan dan menjadi lebih menarik. Selain itu, komunitas-komunitas di Palembang juga bisa menyelenggarakan kegiatan positif di museum ini secara gratis. sumber : www.kuliahbahasainggris.com