Ibu Hamil Tidak Mendapatkan Vaksin Rubella Karena Bayi Rentan Mengalami Kebutaan dan Tuli

Ibu Hamil Tidak Mendapatkan Vaksin Rubella Karena Bayi Rentan Mengalami Kebutaan dan Tuli

Berkembangnya teknologi masa sekarang seharusnya dapat memberikan tidak sedikit informasi mengenai ketenteraman pemakaian vaksin yang memang telah ada semenjak dulu. Vaksin diserahkan bertujuan sebagai pertahanan tubuh terhadap penyakit, khususnya pada bayi sesudah lahir nanti.

Suntik vaksin MR paling perlu dilaksanakan wanita sebelum hamil karena dikutip dari Dailymail, Profesor Colin Blakemore melafalkan bahwa anak-anak Inggris di umur 10 sampai 16 tahun yang tercetus dari ibu yang tidak divaksinasi, mempunyai risiko alami buta dan tuli dampak serangan virus tersebut.

Bukan melulu berisiko tinggi alami buta dan tuli, bayi yang terinfeksi rubella, berpotensi mempunyai rubella bawaan. Bahkan sejumlah di antaranya mesti tercetus dengan masalah jantung sampai menghadapi kematian.

Wanita yang terinfeksi rubella, mempunyai risiko keguguran lebih tinggi, yaitu sampai 20 persen dari situasi normal, dan permasalahan ini berkembang dalam sejumlah tahun terakhir.

Sebagai tahapan pencegahan, perempuan harus mengerjakan vaksin MR sehingga saat hamil bayi tidak terkena akibat penyakit Rubella yang malah akan menciptakan bayi tercetus tidak sempurna.

Oleh sebab itu, semua wanita disarankan untuk tidak meremehkan keterampilan vaksinasi dalam mengawal imunitas dari infeksi yang membahayakan, khususnya untuk kesehatan bayi yang dilahirkan. Apalagi ketika ini vaksin MR sudah ditetapkan halal oleh MUI.

Baca Juga :