Mengenal Persiapan Pergelaran Teater di Sekolah

Mengenal Persiapan Pergelaran Teater di Sekolah

Mengenal Persiapan Pergelaran Teater di Sekolah
Mengenal Persiapan Pergelaran Teater di Sekolah

Persiapan pagelaran teater merupakan tahap kedua dalam pergelaran. Persiapan pergelaran Teater mengandung pengertian sebagai suatu tindakan yang dilakukan seorang Pimpinan Produksi dalam upaya menyukseskan pergelaran dengan pemanfaatan potensi yang ada dan memberdayakan peluang yang memungkinkan.

Pemanfaatan potensi yang ada mengandung pengertian berupa dukungan moral, keuangan, guru, dan fasilitas sarana prasarana yang dimiliki sekolah termasuk partisipasi dari orang tua kalian harus benar-benar dijadikan sumber penting yang dapat menunjang keberhasilan pergelaran. Pemberdayaan peluang yang memungkinkan adalah sikap optimis yang harus diciptakan oleh seorang penggiat seni, yakni Pimpinan Produksi, tetapi dengan kalkulasi secara efektif dan efisien. Peluang yang ada adalah menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang memungkinkan, yakni : para donator, dunia usaha dan lembaga pemerintah/ swasta dengan jalan kemitraan.

Dengan upaya menjalin kemitraan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pergelaran yang tidak dimiliki pergelaran pergelaran atau sekolah, diantaranya: pencarian dana, kerjasama sponsorship, publikasi dan kemudaham-kemudahan lain dalam memperlancar kegiatan administrasi pergelaran.

Persiapan pergelaran yang dilakukan panitia dan penyaji seni adalah dua hal faktor penting yang perlu memperoleh perhatian. Hal ini, membuktikan apabila diantara salah satu faktor terjadi kelemahan, pergelaran Teater dapat dikatakan gagal atau kurang berhasil. Dengan demikian, dua faktor itu sangat menentukan keberhasilan Teater. Oleh sebab itu kegiatan perencanaan dan kesiapan yang matang adalah kunci yang harus dilakukan setiap pergelaran pergelaran dan kreator seni penyaji kesenian, termasuk pergelaran Teater di sekolah.

Tujuan Persiapan Tujuan persiapan adalah sebagai tolak ukur dari awal suatu keberhasilan pelaksanaan dalam pencapaian tujuan pergelaran melalui serangkaian tindakan yang telah dan tengah dilakukan panitia pergelaran. Apakah penonton telah terbina dan terjaring untuk datang menyaksikan pergelaran ?

Kalau terjadi pergelaran dengan sepi penonton atau tidak ada penonton, perlu dievaluasi dan ditinjau kembali persiapan publikasi dan pemasaran. Kurangnya pihak-pihak sponsor atau pun donator dalam kerjasama kemitraan, berarti perlu dikaji mengenai timming atau waktu . Apakah akibat yang terjadi, akibat adanya kegiatan yang sama dengan kegiatan yang diselenggarakan orang lain sehingga pemberdayaan kemitraan tidak dapat dilakukan sebagai penunjang pergelaran.

Tujuan persiapan adalah sebagai evaluator dan motivator pergelaran pergelaran pada hal-hal yang dilakukan, hal-hal yang tidak pantas dikerjakan dan hal-hal yang harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Dalam hal ini baik, tanggungjawab yang dilakukan Pimpinan Produksi atau Sutradara selaku penanggungjawab materi seni harus siap dengan tantangan yang ada dan selalu bersikap optimis menghadapi keadaan.

a. Menyiapkan Materi Teater

Menyiapkan materi Teater berarti segala hal persiapan yang dilakukan penanggungjawab materi seni, yakni Sutradara, pemain dan pendukung artistik pergelaran dengan tujuan menciptakan karya Teater yang bermutu hingga mendatangkan tanggapan positif dari masyarakat penontonnya. Dalam hal ini, jelas seluruh pendukung penyaji Teater, mau tidak mau harus Sumber: Dok. Kemdikbud bersikap konsekwen pada rencana produksi Gambar 7.9 Eksplorasi Musik materi seni dan sejalan dengan rambu-rambu sebagai Aktivitas Penyiapan Materi Musik Pengiring Teater jadwal waktu yang telah ditetapkan.

Rencana dan persiapan materi seni yang dikomunasikan Sutradara, dituang dalam bentuk konsep garap untuk dijalankan, dihargai, dan disetujui oleh beberapa awak pendukung pergelaran melalui proses produksi Teater. Konsep garap Teater berupa gambaran penyajian Teater secara konsep atau secara tertulis, berisi : Judul garap, Ide garap, Tema Garap, Bentuk Garap, Sinopsis, Susunan pemain, Disain artistik dan Analisis naskah atau lakon yang dibawakan.

b. Menyiapkan Sarana Prasarana

Sarana prasarana dalam pergelaran Teater adalah salah satu faktor penunjang keberhasilan pergelaran. Sarana prasarana ini meliputi pengadaan barang dan alat guna kebutuhan pergelaran, diantaranya: Tempat dan gedung pertunjukan, set panggung, lampu, kostum, peralatan pemain (golok, tombak, tapeng, gada, sampur, gondewa, panah, bakul, alat tenun, kursi singgasana, sebagai Aktivitas Penyiapan bale-bale, pohon-pohonan, dll).

Untuk memenuhi kebutuhan sarana prasarana dalam bidang artistik, seorang penata, biasanya melakukan inventeatersasi barang dan alat yang dimiliki sekolah, atau dengan cara meminjam barang atau alat dari perorangan/ sanggar seni atau juga dengan sengaja barang dan alat yang dibutuhkan harus dibuat sebab faktor kesulitan barang dan alat sulit di dapat.

Tata Pentas adalah karya seni visual yang membantu menjelaskan suatu adegan da babak dalam membangun laku dramatik tokoh cerita di atas panggung. Tata Pentas adalah ekspresi para penata artistik dengan melibatkan para pendukung dan pekerja panggung dalam mewujudkan karyanya. Kegiatan para penata pentas dalam kreativtas seni, meliputi penataan, sebagai berikut.

  • Tata panggung, sebagai setting dan dekorasi panggung mengungkapkan; tempat, waktu dan kejadian peristiwa pertunjukan, biasanya dilakukan perubahan tata panggung setiap pergantian babak dalam cerita.
  • Tata lampu disebut juga tata cahaya dan effek pencahayaan. Berfungsi sebagai alat penerang juga memberi efek suasana adegan dan membangun atmosfir pertunjukan.
  • Tata rias dan busana, sebagai penguat, memperjelas karakter tokoh, baik secara fisikal, psikis, moral atau status sosial.
  • Tata properti, peralatan-peralatan pentas bersifat seperti : tas, topi, cangklong, tongkat, gelas, piring dll.
  • Tata Musik, sebagai pengisi dan pembangun suasana pertunjukan melalui gending, musik, suara atau bunyi dan effek audio.
  • Tata Multimedia, sebagai pemanfaatan teknologi, seperti LCD, OHP.
  • Sound Engineering, sebagai kelengkapan pertunjukan guna membantu mengeraskan dan mengharmoniskan suara.

Unsur seni teater selanjutnya adalah tempat pertunjukan berfungsi sebagai penunjuk ruang, waktu dan kejadian peristiwa pertunjukan, baik dalam suatu adegan atau babak pertunjukan.

Jenis panggung pada dasarnya dapat dibedakan antara lain:

  1. Panggung arena, panggung yang dapat dilihat dari semua arah penonton, biasanya pertunjukan teater tradisi.
  2. Panggung proscenium, atau disebut panggung di dalam gedung, yakni penonton hanya dapat menikmati dari arah depan (adanya jarak penonton dan tontonan) biasanya pertunjukan teater modern.
  3. Panggung campuran adalah bentuk-bentuk panggung antara perpaduan panggung arena dan panggung proscenium, misalnya; Panggung bentuk L, U, I, Segi enam, segi lima atau setengah lingkaran. Biasanya panggung semacam ini dipergunakan dalam kepentingan showbiz, catwork (modeling).

c. Menyiapkan Publikasi

Publikasi adalah upaya sosialisasi atau informasi kepada penonton yang dilakukan panitia non artistik tentang garapan Teater dan kapan waktu pergelaran Teater diselenggarakan atau dipergelarkan.

Publikasi pergelaran Teater dapat dilakukan dengan berbagai informasi, antara lain: Media elektronik, seperti ; Televisi, Bioskop, Radio. Mass media, seperti ; Koran, majalah, jurnal, Poster, Pamlet atau Flayer, Spanduk, Baligo atau Banner.

d. Menyiapkan Penonton

Penonton adalah salah satu prasarat di dalam pergelaran, termasuk di dalamnya pergelaran Teater. Pergelaran tanpa penonton, peristiwa pergelaran tak akan terjadi. Oleh sebab itu, unsur penonton di dalam seni perlu memperoleh perhatian. Perhatian di sini bersifat saling membutuhkan. Panitia pergelaran butuh penonton atau apresiator, juga sebaliknya penonton butuh materi Teater yang dapat memuaskan atau memenuhi apa yang menjadi harapan penonton, yakni pergelaran Teater yang layak untuk dijual atau dipergelarkan.

Menyiapkan penonton berarti pergelaran dan penyaji seni harus siap melayani dan menerima kritik dari penonton. Pergelaran tanpa kritikan adalah pergelaran yang tidak membangun penonton untuk aktif di dalamnya. Kritik penonton sebagai respon penonton untuk mengambil bagian atau turut berpartisipasi dalam memahami dan memaknai pergelaran yang disajikan. Upaya-upaya dalam mempersiapkan penonton dapat dilakukan dengan cara: kemiteraan, publikasi, pemasaran atau pun undangan secara gratis. Di bawah penyusun sertakan contoh tiket dan undangan dalam sebuah pergelaran.

e. Menyiapkan Kemitraan
Kemiteraan adalah jalinan, hubungan, kerjasama yang dilakukan seseorang atau suatu organisasi untuk bersama-sama mengikat diri dalam suatu kerja atau kegiatan. Kemiteraan bersifat saling menguntungkan dibangun oleh suatu kepercayaan. Kemiteraan akan tetap terbina dan terjaga apabila satu sama lain tidak merasa dirugikan atau satu sama lain sama- sama merasa diuntungkan. Modal kemiteraan adalah kejujuran dan saling percaya. Persiapan untuk menjalin kerjasama atau kemiteraan dalam pergelaran Teater adalah kejelasan maksud dan tujuan panitia pergelaran pergelaran pada calon yang akan diajak bermitera. Kejelasan maksud dan tujuan pergelaran Teater dituangkan dalam bentuk ajuan atau permohonan kerjasama yang disebut dengan proposal pergelaran yang disusun Pimpinan Produksi berserta staf produksi.

Melalui proposal dan surat pengantar sebagai alamat tujuan bermitra, calon mitra dapat memahami maksud dan tujuan pergelaran sekaligus mengetahui kebutuhan yang diharapkan oleh pergelaran, apakah bantuan publikasi, bantuan percetakan, bantuan konsumsi, bantuan transportasi, bantuan dana, bantuan penjaringan penonton, bantuan fasilitas gedung, bantuan peralatan, atau berupa tawaran kerjasama sponsorship, kerjasama . Dengan demikian proposal yang sama dapat diberdayakan untuk kepentingan kebutuhan pergelaran, tetapi dengan syarat isi surat pengantarnya harus dibedakan sesuai dengan kebutuhan atau keperluan panitia pergelaran.

Sebagai contoh, dalam melakukan kemitraan terutama menjalin kerjasama dengan pihak sponsor, berikut ini ada beberapa hal yang dapat dijadikan acuan yang disertai dengan beberapa penawaran alternative ruang iklan serta panduan di dalam menyusun bab IX acara atau booklet dan leaflet.

Pelaksanaan Pergelaran Teater
Kegiatan pelaksanaan di dalam pergelaran Teater, berupa pengkondisian dan pelaksanaaan dilapangan dari masing-masing bidang sesuai dengan tugas dan tanggung jawab kerja kepanitiaan berdasar persiapan akhir yang telah ditetapkan. Kegiatan pelaksanaan pergelaran Teater, meliputi: pelaksanaan kerja kepanitiaan dan pergelaran Teater.

Pada kegiatan pelaksanaan Teater berkaitan dengan bidang acara memegang peranan penting sebagai pengatur dan pengendali jalannya acara pergelaran.

Pasca Pergelaran
Pasca pelaksanaan adalah kegiatan akhir dari Teater, dimana semua peralatan dan kebutuhan pentas yang telah dipakai harus kembali pada tempat atau pada pemiliknya secara tertib dan aman dengan tidak lupa melakukan chek and rechek sesuai dengan daftar peralatan atau sarana prasarana yang dibawa dan dipinjam. Hal lain yang harus dibina adalah kerjasama dalam bentuk kemitraan sebagai bukti kerjasama baik dan saling menguntungkan yakni adanya media promosi dan publikasi berupa : Poster, Spanduk, Pamlet, T-Shirt, Booklet atau Leaflet yang dipilih sesuai perjanjian agar kerjasama yang dibangun dapat terjalin dan terbina untuk ke depannya.

Tahapan pasca pelaksanaan pun adalah wahana kegiatan evaluasi baik karya seni berupa Teater atau laporan panitia atau keproduksian sebagai acuan untuk melangkah dan bertindak selanjutnya dari segala kelemahan yang ada dan atau keberhasilan-keberhasilan yang telah didapat.

Kegiatan laporan yang dilakukan Pimpinan Produksi harus bersifat tercatat, tertulis dan terbuka kepada penanggungjawab kegiatan dan semua pendukung acara, terutama menyangkut: laporan keuangan yang diperoleh dari sumber-sumber yang telah direncanakan dengan jumlah pengeluaran yang dipakai kegiatan pergelaran. Sekaligus sebagai ajang penghargaan kepada seluruh pendukung acara berupa kesejahteraan atau honorarium dan produk sponsor, itu pun kalau ada dan memungkinkan. Jika tidak ada, tetap laporan harus dibuat tertulis dan disampaikan kepada semua pendukung acara.

Setelah kalian belajar mengenai teknik pergelaran, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini!
1. Apa saja yang kalian ketahui mengenai teknik pergelaran teater?
2. Jelaskan tugas dan tanggung jawab kalian selaku panitia

pergelaran teater sesuai dengan bidang yang kalian pegang! Kamu telah belajar mengenai lingkup pergelaran teater. Selanjutnya, melalui panitia pergelaran teater yang dibentuk secara kelompok, terstruktur dan terbimbing dengan guru dan teman kalian untuk melakukan kreativitas pergelaran teater sesuai dengan naskah teater yang pernah kalian lakukan dil.

(Sumber: https://thesrirachacookbook.com/)

Inasgoc Apresiasi Masyarakat Dukung Asian Games

Inasgoc Apresiasi Masyarakat Dukung Asian Games

Inasgoc Apresiasi Masyarakat Dukung Asian Games
Inasgoc Apresiasi Masyarakat Dukung Asian Games

JAKARTA-Panitia Penyelenggara Asian Games 18 (Inasgoc) memberikan apresiasi

kepada masyarakat yang sangat mendukung pelaksananya Asian Games baik yang berlangsung ada di Jakarta, Palembang maupun di sejumlah venue yang ada di Jawa Barat.

Direktur Media dan Public Relation Inasgoc M. Buldansyah mengatakan, sejak mulai berlangsungnya Asian Games hingga saat ini menjelang berakhirnya event empat tahunan ini antusiame masyarakat yang ingin melihat pertandingan setiap cabang olag raga cukup tinggi.

“Kita sudah mendekati akhir, 3 hari lagi berakhir, Alhamdulilah sampai saat ini cukup lancar, pengujung selalu penuh, tiket habis khususnya di cabor-cabor unggulan bagi Indonesia,” ucap, Buldansyah, di Media Center Asian Games, Jakarta. Kamis (30/08).

Menurut Buldansyah, dukungan masyarakat dalam pelaksanaan Asian Games

18 ini juga bisa dilihat dari tertibnya mereka dalam menyaksikan setiap pertandingan dengan tidak meninggalkan sampah di venue-venue yang mereka datangi.

“Aspresiasi semua masyarakat sebagai tuan rumah cukup baik mereka antri dengan tertib,

tidak buang sampah sembarangan, sehingga diharapkan bisa sukses penyelenggaraan sekaligus sukses prestasi dan ini akan berkelanjutan di event-event dikmudian hari,” tuturnya

 

Baca Juga :

 

 

 

Tim Putra Polo Air Indonesia Terhenti di Perempat Final

Tim Putra Polo Air Indonesia Terhenti di Perempat Final

Tim Putra Polo Air Indonesia Terhenti di Perempat Final
Tim Putra Polo Air Indonesia Terhenti di Perempat Final

JAKARTA–Sempat luar biasa bisa mengalahkan tim putra Hongkong, Timnas polo air putra akhirnya terhenti di babak perempat final oleh Kazakhstan.

Sebelum dikalahkan Kazakhstan, Indonesia lolos ke perempat final

setelah mengalahkan Hong Kong dengan skor 11-8 di Stadion Aquatik, Senayan, Jakarta, Rabu.

Bermain di lokasi yang sama, Kamis (30/8), tim putra yang dimotori oleh Ridjkie Mulia terlihat mampu memberikan perlawanan pada kuarter pertama, dimana mampu membuat tiga gol, sementara Kazakhstan mampu menceploskan empat gol.

Namun pada akuarter kedua, ketiga dan keempat, permainan Kazakhstan

tidak dapat diimbangi dengan baik. Bahkan kuarter kedua, Kazakhstan memborong lima gol, sementara Indonesia tidak membuat gol. Kuarter ketiga Indonesia hanya membuat satu gol sementara lawannya mampu membuat enam gol.

Pada babak terakhir kembali tidak ada satu gol yang dilesakan tim putra Indonesia, sementara Kazakhstan membuat lima gol, sehingga kedudukan akhir 20 – 4. Indonesia pun tidak memiliki wakil untuk meraih medali di cabor polo air.

Tim yang maju kebabak semifinal selain Kazakhstan adalah China dan Iran,

dimana kedua Negara ini akan bertemu di babak semifinal untuk memperebutkan satu tiket final. Kazakhstan sendiri masih menunggu lawan, yakni pemenang antara Singapura dan Jepang . jo

 

Sumber :

http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/anatomi-kulit-dan-rambut/

9.422 Personel Amankan Upacara Penutupan Asian Games

9.422 Personel Amankan Upacara Penutupan Asian Games

9.422 Personel Amankan Upacara Penutupan Asian Games
9.422 Personel Amankan Upacara Penutupan Asian Games

JAKARTA-Sebanyak 9.422 personel gabungan Polri, TNI dan pemangku

kepentingan lainnya siap mengamankan upacara penutupan Asian Games ke-18 yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta pada Minggu (02/09).

“Kita siapkan 9.422 personel gabungan untuk penutupan Upacara Asian Games,” kata Kapolri Jenderal Polisi, Tito Karnavian, di Jakarta Kamis (30/08).

Menurut Tito, selain Polri dan TNI, untuk  pengamanan upacara penutupan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengerahkan petugas pemadam kebakaran, ambulans dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Kita berharap pelaksanaan upacara penutupan Asian Games akan berlangsung tertib

dan tanpa gangguan maupun insiden lainnya,” ucapnya.

Tito menyatakan, pelaksanaan Asian Games ke-18 yang berlangsung di Jakarta, Palembang dan sejumlah  venue di Jawa Barat termasuk  saat pembukaan di UGBK Senayan Jakarta pada 18 Agustus 2018 lalu berjalan aman dan tertib secara umum.

“Keamanan relatif baik hingga saat ini tidak ada kejadian berarti terutama tamu, atlet dan ofisial,” ujarnya.

Untuk pelaksanaan penutupan  Asian Games telah melakukan Rapat Koordinasi Upacara Penutupan Asian

Gamea di Polda Metro Jaya, pada Kamis kemarin antara Kapolri,  Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Ketua INASGOC Erick Tohir.

Dalam rapat yang berlangsung tertutup tersebut juga dihadiri Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Idham Azis dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Joni Supriyanto, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Polisi Setyo Wasisto, Kakorlantas Polri Irjen Polisi Royke Lumowa, dan Kapolda Jawa Barat Irjen Polisi Agung Budi Maryoto.

 

Sumber :

http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/nama-latin-dan-manfaat-tumbuhan-paku/

 

Peran Cut Mini sebagai Ibu Muslimah di Film Laskar Pelangi

Peran Cut Mini sebagai Ibu Muslimah di Film Laskar Pelangi

Peran Cut Mini sebagai Ibu Muslimah di Film Laskar Pelangi
Peran Cut Mini sebagai Ibu Muslimah di Film Laskar Pelangi

 

Sosok Ibu Muslimah dalam Film Laskar Pelangi

ini mungkin sudah tidak asing lagi kita dengar. Seorang guru yang memperjuangkan pendidikan demi murid – murid yang diajarnya. Kisah film ‘Laskar Pelangi’ yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata tak hanya soal pentingnya pendidikan. Warna-warni pershabatan 10 bocah Belitong dalam film ini juga cukup menarik dan bisa membuat penonton tertawa dan menangis. Dalam perannya, Ibu Muslimah yang diperankan oleh Cut Mini ini memiliki nilai – nilai perjuangan dan penuh rasa tanggung jawab terhadap apa yang ia kerjakan dan ia lindungi.

TANGGUNG JAWAB KEPADA TUHAN

Hal yang dia lakukan tentu saja sudah dapat disimpulkan bahwa itu adalah rasa tanggung jawab kepada Tuhan. Ibu Muslimah melakukan hal yang sangat mulia dalam perannya. Hal itu pun merupakan salah satu pengabdian kita kepada negara. Beliau juga menerapkan nilai – nilai agama pada anak murid yang diajarnya.

TANGGUNG JAWAB TERHADAP NEGARA

Sebagai seorang guru, Ibu Muslimah sangat berperan penting dalam Negara. Hal yang dilakukannya sangatlah mencerminkan bahwa beliau ingin sekali mewujudkan salah satu cita – cita bangsa yaitu mencerdaskan kehiduoan bangsa. Ibu Muslimah mengajari murid-muridnya ilmu yang berguna dan diiringi dengan akhlak yang baik agar mereka menjadi anak-anak yang berguna bagi Bangsa dan Negara. Itulah hal yang dilakukan dalam perannya.

TANGGUNG JAWAB KEPADA KELUARGA

Beliau sangat bertanggung jawab penuh atas apa yang terjadi pada sekolahannya. Semua wazrga sekolah bagi dia adalah keluarga. Dalam cerita film itu, kepala sekolah dari sekolah tempat ia mengajar meninggal, dia tetap tidak putus asa untuk terus memperjuangkan kewajibannya sebagai guru dan terus mempertahankan sekolah tersebut walau hanya sendirian.

TANGGUNG JAWAB KEPADA DIRI SENDIRI

Menjadi guru dalam dan menagajar di sekolah tersebut adalah pilihannya sendiri tanpa ada campur tangan dari keputusan orang lain. Padahal, banyak yang menawarkan pekerjaan lain yang tentunya memiliki upah yang lebih daripada seorang guru, tapi dia tetap teguh pendirian dan terus mengajar demi tujuan yang dia ignginkan tercapai

Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.co.id/

DPC Perwira Kota Bogor Dilantik

DPC Perwira Kota Bogor Dilantik

 

DPC Perwira Kota Bogor Dilantik

Prospek yang ada di Kota Bogor

Prospek yang ada di Kota Bogor baik itu formal maupun non formal begitu besar. Hal itu bisa terjadi lantaran Kota Bogor memiliki jutaan peluang karena tingkat pertumbuhan ekonomi trennya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Bima Arya

Wali Kota Bogor Bima Arya mengungkapkan itu saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perempuan Wirausaha Indonesia (Perwira) Kota Bogor di Gedung Wanita, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (22/08/2017).

Oleh karena itu pula

Wwali kota berharap agar Perwira adalah perempuan-perempuan wirausaha yang tangguh. Sehingga dapat ikut mengambil peluang tersebut dan turut berkontribusi dalam pembangunan Kota Bogor.

Kota Bogor

“Apalagi di Kota Bogor juga banyak organisasi kewanitaan. Tapi, apapun itu semakin banyak pula wadah untuk mengekspresikan karya dan kiprahnya. Pesan saya juga agar pelantikan ini pun diikuti dengan beragam kegiatan,” papar Bima.

Perwira

Ia pun mengharapkan agar Perwira dapat memberikan tidak saja keuntungan secara materi bagi Kota Bogor, tetapi mampu memberikan kontribusi non materi seperti bermacam kegiatan-kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

 

Artikel terkait :

Arak-Arakan Delman 15 Pasang Moka Kota Bogor

Arak-Arakan Delman 15 Pasang Moka Kota Bogor

 

Arak-Arakan Delman 15 Pasang Moka Kota Bogor

Mojang Jajaka

Sebanyak 15 pasang Mojang Jajaka (Moka) Kota Bogor yang berhasil menjadi finalis diarak menggunakan delman mengitari Kebun Raya Bogor (KRB). Arak-arakan tersebut dilepas keberangkatannya oleh Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman di Plaza Balai Kota Bogor, Rabu (23/08/2017).

Kepada seluruh peserta Usmar mengatakan

Moka yang hari ini mengikuti arak-arakan merupakan yang terbaik berdasarkan penilaian dewan juri. Oleh karena itu kedepan harus melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai duta Bogor, baik di skala Jawa Barat maupun nasional.

Dia menyebut

semua ilmu pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti Pasanggiri Mojang Jajaka ini menjadi modal dasar untuk menjadi duta pariwisata Kota Bogor, juga menjadi corong.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

“Mudah-mudahan anak-anakku semuanya diberikan kesehatan, bisa melalui tahapan ini dengan baik dan masuk ke babak final untuk menjadi yang terbaik,” harap Usmar.

Usmar berpesan agar semua peserta Pasanggiri Mojang Jajaka Kota Bogor 2

 

Sumber : https://symbiantweet.com/

Pasanggiri Mojang Jajaka Kota Bogor tahun 2017

Pasanggiri Mojang Jajaka Kota Bogor tahun 2017

Pasanggiri Mojang Jajaka Kota Bogor tahun 2017

Kota Bogor

Pasanggiri Mojang Jajaka Kota Bogor tahun 2017 memasuki tahap “Unjuk Kabisa”, pada tahap ini tersisa 15 pasangan yang selanjutnya akan menampilkan masing-masing keahliannya dihadapan 5 dewan juri. Tahap unjuk kabisa sendiri akan dilaksanakan di Bogor Trade Mall (BTM), Rabu (23/08/2017) pukul 13.00 WIB. Hal tersebut dijelaskan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor Shahlan Rasyidi di Balaikota Bogor.

Moka Kota Bogor

Shahlan menyebutkan, sebelum ke-15 pasang Moka Kota Bogor ini tampil di “Unjuk Kabisa” terlebih dahulu mereka diarak menggunakan delman mengelilingi Kebun Raya Bogor (KRB) menuju BTM. “Pada pukul 13.00 WIB barulah mereka menampilkan keahliannya masing-masing. Setelah mereka tampil dewan juri selanjutnya akan memilih satu yang terbaik atau berbakat,” katanya.

Disparbud Kota Bogor

Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Disparbud Kota Bogor Susi Susilowati menambahkan, peserta yang mengikuti “Unjuk Kabisa” adalah mereka yang sudah berhasil melewati beberapa babak penyisihan. Dari awalnya 150 orang kemudian setelah dilakukan penyisihan menjadi 100 orang, dan berikutnya menjadi 30 orang.

Wali Kota Bogor Yane Ardian

Ke-30 peserta yang lolos seleksi ini selanjutnya diberikan materi tentang etika dan sosial oleh ibu Wali Kota Bogor Yane Ardian. Pemberian materi ini dilakukan di Gumati Resort Cimahpar. Selain ibu Wali  Kota materi juga akan diberikan oleh narasumber dari Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bogor dan juga Beauty Class.

Susi mengatakan, dari ke-15 pasang yang saat ini mengikuti “Untuk Kabisa”, panitia akan memilih 7 pasangan untuk masuk ke babak final yang akan diselenggarakan pada 26 Agustus 2017 di Gedung Kemuning Gading.

 

Sumber : https://dogetek.co/

Warga Negara Sama di Depan Hukum

Warga Negara Sama di Depan Hukum

Warga Negara Sama di Depan Hukum
Warga Negara Sama di Depan Hukum

Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, menegaskan semua warga negara sama kedudukannya di depan hukum. Tidak ada aturan hukum yang menyebutkan bahwa presiden dan wakil presiden adalah warga negara istimewa dan hanya bisa diperiksa jika masa jabatannya sudah habis. Di muka hukum, tidak ada perlakuan khusus terhadap presiden dan wakil presiden (wapres).

“Saya sudah berdiskusi dengan beberapa guru besar di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Tidak ada UU yang mengatur tentang warga negara istimewa itu,” kata Mahfud di Gedung MK, Jakarta, Rabu (21/11).

Pendapat Mahfud itu dilontarkan menanggapi pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, yang menyebutkan pihaknya tidak berwenang mengusut Boediono dalam kasus Bank Century karena jabatan yang bersangkutan sebagai wapres tergolong warga negara istimewa.

Setelah menyelidiki sejak Desember 2009

KPK akhirnya menetapkan dua tersangka dalam kasus penggelontoran dana talangan atau bailout ke Bank Century. Mereka adalah Budi Mulya dan Siti Chalimah Fadjrijah. Kedua tersangka itu merupakan petinggi di Bank Indonesia saat Bank Century dinyatakan sebagai bank gagal yang berdampak sistemik tahun 2008 silam. Budi saat itu menjabat sebagai Deputi Bidang IV Pengelolaan Moneter Devisa, sementara Siti Chalimah Fadjrijah menjabat Deputi V Bidang Pengawasan. Adapun Boediono saat itu menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).

Mahfud meminta agar kasus Century tidak dilempar ke MK.

Dia menyarankan KPK mengatakan yang sejujurnya bahwa lembaga itu tidak punya bukti hukum dan tidak bisa melanjutkan penanganan kasus Century. “Tidak benar kalau dikatakan kasus Bank Century itu harus dibawa ke MK dulu. Itu tidak ada hukumnya, jadi tidak usah dikait-kaitkan ke MK. Kalau mau dilempar ke MK, itu harus dilakukan melalui pendakwaan politik di DPR, yakni impeachment,” jelas Mahfud.

Dalam Pasal 7A dan 7B UUD 1945, kata Mahfud, pelanggaran yang dilakukan presiden dan wakil presiden yang menyangkut suap, korupsi, dan sebagainya harus dibedakan dalam dua konsep, yakni konsep hukum pidana dan tata negara.

Dalam konsep hukum pidana, pelanggaran oleh presiden atau wakil presiden berupa suap akan berujung ke hukum pidana yang harus diselidiki, lalu disidik, kemudian diajukan ke pengadilan. “Itu perlu waktu lama, bertahun-tahun. Ujung dari korupsi di hukum pidana itu adalah penjara atau pembebasan dari hukuman,” jelas dia.

Di hukum tata negara, suap dan korupsi melahirkan penafsiran konstitusi yang diberi waktu 90 hari dan harus selesai. “Produknya bukan hukuman, namun pernyataan dari MK. MK hanya menyatakan benar atau tidak, tapi yang menghukum atau tidak menghukum itu MPR,” jelas dia.

Sebelumnya, pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra, juga menyatakan hal yang sama. Yusril menilai pendapat Ketua KPK yang menyebut Wakil Presiden, Boediono, warga negara istimewa jelas salah. Pasalnya, dalam UUD 1945, tidak ada istilah warga negara istimewa.

“Statement Abraham Samad itu salah. Salah dalam memahami UUD 1945. Dalam UUD 1945 tidak ada istilah warga negara istimewa. Dalam UUD 1945 tegas menyatakan bahwa semua warga negara sama kedudukannya di dalam hukum,” kata Yusril.

Sehari setelah bergulir wacana tentang warga negara istimewa itu, Ketua KPK, Abraham Samad, meralat pernyataannya saat rapat dengan Timwas Century di Gedung DPR, Selasa (20/11).

KPK tidak pernah menyatakan tidak mampu melakukan pengusutan

Dan pemeriksaan terhadap Wakil Presiden Boediono. Yang saya sampaikan bahwa dalam konteks ketatanegaraan dan konstitusi, DPR bisa saja langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan tanpa harus menunggu hasil penetapan tersangka terhadap Wakil Presiden Boediono yang dilakukan oleh KPK,” kata Abraham di kantornya, Rabu (21/11).

Pendapat agak berbeda diungkapkan pakar hukum tata negara yang juga mantan Ketua MK, Jimly Asshiddiqqie. Menurut Jimly, pernyataan Abraham itu tidak terlalu ekstrem. Ucapan Samad itu, kata dia, ada benarnya dan ada salahnya. Benar karena sebagai wapres, Boediono tidak bisa disidik dengan proses biasa. Tetapi, salah kalau disebut KPK tidak bisa menyidik Boediono secara permanen.

“Seharusnya dia bilang KPK tidak bisa memproses selama Boediono menjabat wapres. Kalau tidak lagi menjabat, KPK bisa memproses. Karena hukum kan tidak ada kedaluwarsanya,” jelas Jimly.

Bagaimana seharusnya penanganan kasus ini? Jimly mengatakan semua bergantung pada pilihan DPR. Bisa menggunakan mekanisme impeachment di DPR, bisa juga menunggu Boediono selesai masa jabatannya sebagai wapres sehingga bisa diproses KPK. idr/ags/eko/Ant/P-4

Sumber : https://duniapendidikan.co.id/

Mengharumkan Indonesia, Lalu Pindah Warga Negara

Mengharumkan Indonesia, Lalu Pindah Warga Negara

Mengharumkan Indonesia, Lalu Pindah Warga Negara
Mengharumkan Indonesia, Lalu Pindah Warga Negara

 

Tony Gunawan tak pernah membayangkan bakal bertanding lagi di Olimpiade.

Tapi kini, atlet yang sebelumnya berwarga negara Indonesia itu, akan mewakili Amerika Serikat di Olimpiade 2012 yang digelar di London, Inggris.

 

Dia akan bertanding untuk cabang bulutangkis ganda putra

sekaligus hadir sebagai pelatih untuk Rena Wang, tunggal putri Amerika. “Ini sungguh kejutan bagi saya,” tutur atlet berusia 37 tahun itu, kepada Pasadenanews. “Sudah 12 tahun lalu (saat dia mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di Olimpiade Sydney). Saya akan berangkat.”

Tony yang sudah pindah ke Amerika secara permanen sejak 2002 itu, mulanya hanya bersekolah. Kemudian melatih, sampai akhirnya ikut menjadi pemain yang mewakili negara tersebut. Bersama Tony, ada Halim Haryanto Ho yang awalnya sama-sama melatih di Orange County, California, Amerika Serikat. Saat masih berpasangan dengan Tony dan membela Tim Merah Putih, atlet kelahiran 1976 ini menjadi juara dunia ganda putra (2001) dan juara All England (2001).

Begitu juga dengan Mia Audina, atlet bulutangkis Indonesia.

Semula dia diharapkan bisa menjadi pengganti Susi Susanti, atlet bulutangkis andalan Indonesia pemegang medali emas Olimpiade Barcelona pada 1992. Apa boleh buat, Mia diboyong suaminya ke Belanda. Paspor peraih medali perak pada Olimpiade Atlanta 1996 itu pun berubah, dari Indonesia ke Belanda.

Lalu ada Albertus Susanto Njoto yang memilih menjadi warga negara Hong Kong lantaran merasakan ketatnya persaingan di Pelatnas Indonesia. Satu-satunya prestasi menonjol saat masih dalam tim Indonesia adalah juara Filipina Terbuka 2006 untuk ganda putra, berpasangan dengan Yohan Hadikusuma. Setelah itu, dia mewakili Hong Kong sebagai negara barunya dalam beberapa kejuaraan internasional.

Menanggapi kepergian para atlet Indonesia untuk menjadi warga negara lain, Icuk Sugiarto

juara dunia bulu tangkis pada 1983 dan 1986 menegaskan atlet yang mempunyai nasionalisme tinggi tidak akan membela selain negaranya sendiri. Kendati pun, belum mendapatkan dukungan atau fasilitas yang memadai dari negaranya sendiri.

Mia dan Tony pernah menjadi pemain top untuk Indonesia. Saya rasa tidak jadi masalah, karena di Indonesia sendiri saat itu Mia sudah tidak terpakai. Sedangkan Tony kuliah, jelas Icuk.

Pernyataan senada juga diungkapkan jebolan PB Djarum yang mempunyai julukan Smash 100 Watt, Hariyanto Arbi. Tapi setahu dia, Tony Gunawan tidak pindah warga negara pada saat itu, melainkan sedang melanjutkan studinya di Amerika, yang kemudian mendapatkan tawaran bermain di sebuah klub bulu tangkis di sana.

Sebagai kompensasi dari menerima tawaran itu, katanya, dengan catatan membiayai dan memfasilitasi kebutuhannya. Hariyanto sendiri setelah pensiun, menggeluti bisnis peralatan olahraga bulu tangkis Flypower.

Kendati demikian, Hariyanto memperingatkan pemerintah agar lebih peduli memberi dukungan guna meminimkan hengkangnya bakat-bakat berkualitas Indonesia ke negeri lain. Negara lain memberikan jaminan seumur hidup kepada atletnya. Memberikan asuransi ketika sudah tidak menjadi atlet, ujar Hariyanto.

Sementara di Indonesia, lanjutnya, jika sudah bukan atlet lagi tidak mendapatkan apa-apa. Di Malaysia tiap bulan para atlet mendapatkan gaji, jaminan dan asuransi, tambahnya.

Sedangkan Icuk yang kini menjadi staf ahli Menteri Pemuda dan Olah Raga, menginginkan agar Indonesia fokus memberikan dukungan kepada atlet maupun cabang olah raga di Indonesia. Kata dia, tidak ada alasan untuk tidak mengucurkan bantuan.

Alasannya, anggaran dari negara dalam 10 tahun terakhir, lebih dari cukup. Karena itu, dia menyarankan agar pemerintah bersikap adil kepada cabang olah raga prestasi seperti bulutangkis, catur, taekwondo dan angkat besi.

Sangat tidak adil dan tidak ada kesinambungan jika kami turun peringkat di kelas dunia mendapatkan cemoohan, sedangkan cabang olah raga lain yang hanya mampu bersaing di tingkat Asia lebih mendapatkan perhatian, sesal Icuk.

Sumber : https://pendidikan.co.id/