Ciri Ikan Segar Bermutu Bagus

Ciri Ikan Segar Bermutu Bagus – Permintaan konsumsi ikan ketika ini kian tahun kian meningkat sesuai dengan peningkatan pengetahuan gizi makanan yg baik dikonsumsi pada kalangan rakyat global. Gizi ikan telah dikenal poly kalangan, yg paling tinggi komponen dalam ikan, yaitu protein. Sehingga ikan berperan buat menaikkan gizi terutama protein, selain itu produksi ikan pula dapat menambah devisa negara dengan ekspor ikan segar, beku ataupun olahan.

Pada produksi ikan pascapanen dibutuhkan pengendalian mutu ikan supaya permanen rupawan. Ikan memiliki kelemahan yg sangat riskan sesudah mereka ditangkap atau dipanen. Kelemahan ikan selesainya ditangkap atau dipanen yaitu menjadi berikut :

Ikan mempunyai kadar air yg tinggi pada dalam tubuhnya. Sehingga bila ikan sudah mangkat , kadar air yang tinggi ini mengakibatkan mudahnya mikroorganisme buat tumbuh berkembang dalam ikan sebagai akibatnya bisa mengakibatkan kerusakan komponen pada ikan.

Daya simpan ikan setelah dipanen atau ditangkap sangat pendek sebagai akibatnya dibutuhkan penanganan pasca panen misalnya diolah atau dibekukan buat menaikkan daya simpan ikan.

Praktis mengalami penurunan kualitas seperti rona, bau, tekstur, & rasa.

Penjualan ikan pada pasaran sangatlah akbar, kita dapat menemui banyak sekali jenis ikan di pasar tradisional juga terkini. Bagi beberapa orang lebih memilih ikan segar dibanding dengan ikan yang telah dibekukan atau dalam bentuk lain. Alasan primer mengapa banyak orang memilih ikan segar lantaran rasa daging yg lebih lezat dibanding ikan pada bentuk lain. Oleh karena itu khalayak luas, terutama mak rumah tangga harus mengetahui ciri-karakteristik ikan segar & tidak segar, sehingga dapat memperoleh ikan segar dengan kualitas baik buat dikonsumsi famili.

Berikut karakteristik-ciri ikan segar

  • Ikan segar akan tampak lebih cerah, terperinci, mengkilat, lapisan lendir pada tubuh ikan jernih, transparan, dan belum terdapat perubahan warna.
  • Mata ikan segar masih tampak lebih cerah dan kondisinya masih menonjol keluar.
  • Insang ikan segar masih dalam kondisi menggunakan rona merah cerah.
  • Sisik ikan segar masih tampak cerah & melekat.
  • Aroma ikan segar masih segar & normal.
  • Daging ikan segar lebih kenyal.

Kondisi ikan sangat bergantung dalam bagaimana penanganan yang dilakukan sehabis ikan ditangkap atau dipanen. Sehingga untuk beberapa ikan yang mempunyai nilai irit tinggi seperti gurame, kerapu, & lobster lebih sangat baik bila dipasarkan atau dijual pada syarat masih hayati dikarenakan ikan hidup memiliki taraf kesejukan yg lebih tinggi dibanding dengan ikan yang telah usang tewas. Kondisi ikan mati kian hari akan mengalami penurunan mutu, fisiknya maupun komponen gizi yg terkandung pada tubuh ikan tersebut.

Sumber : www.faunadanflora.com

Panduan praktis budidaya belut

Panduan praktis budidaya belut

Belut merupakan binatang air yang digolongkan di dalam grup ikan. Berbeda dengan biasanya type ikan lainnya, belut dapat hidup di dalam lumpur dengan sedikit air. Binatang ini mempunyai dua proses pernapasan yang dapat membuatnya bertahan di dalam suasana tersebut.

Panduan praktis budidaya belut

Jenis belut yang paling banyak dikenal di Indonesia adalah belut sawah (Monopterus albus). Di sebagian daerah dikenal juga belut rawa (Synbranchus bengalensis). Perbedaan belut sawah dan belut rawa yang paling mencolok adalah postur tubuhnya. Belut sawah tubuhnya pendek dan gemuk, sedang belut rawa lebih panjang dan ramping.

Terdapat dua segmen bisnis budidaya belut yakni pembibitan dan pembesaran. Pembibitan memiliki tujuan untuk menghasilkan anakan. Sedangkan pembesaran memiliki tujuan untuk menghasilkan belut sampai ukuran siap konsumsi.

Kali ini alamtani dapat menguraikan mengenai budidaya pembesaran belut di kolam tembok. Mulai dari pemilihan bibit sampai pemanenan. Semoga bermanfaat.

Memilih bibit belut
Bibit untuk budidaya belut dapat didapatkan dari hasil tangkapan atau hasil budidaya. Keduanya punyai kekurangan dan keistimewaan masing-masing.

Bibit hasil tangkapan punyai sebagian kekurangan, layaknya ukuran yang tidak seragam dan adanya barangkali trauma dikarenakan metode penangkapan. Kelebihan bibit hasil tangkapan adalah rasanya lebih gurih sehingga harga jualnya lebih baik.

Kekurangan bibit hasil budidaya harga jualnya biasanya lebih rendah dari belut tangkapan. Sedangkan kelebihannya ukuran bibit lebih seragam, dapat tersedia di dalam kuantitas banyak, dan kontinuitasnya terjamin. Selain itu, bibit hasil budidaya punyai daya tumbuh yang relatif serupa dikarenakan biasanya berasal dari induk yang seragam.

Bibit belut hasil budidaya diperoleh dengan langkah memijahkan belut jantan dengan betina secara alami. Sejauh ini di Indonesia belum tersedia pemijahan buatan (seperti suntik hormon) untuk belut. Untuk jelas lebih lanjut mengenai pembibitan, silakan baca trik sukses pembibitan belut.

Bibit yang baik untuk budidaya belut hendaknya punyai syarat-syarat berikut:

Ukurannya seragam. Ukuran bibit yang seragam dimaksudkan untuk memudahkan pemeliharaan dan menghimpit risiko kanibalisme atau saling memangsa.
Gerakannya aktif dan lincah, tidak loyo.
Tidak cacat atau luka secara fisik.
Bebas dari penyakit.
Budidaya belut untuk segmen pembesaran biasanya gunakan bibit belut berukuran panjang 10-12 cm. Bibit sebesar ini membutuhkan saat pemeliharaan kira-kira 3-4 bulan, sampai siap konsumsi. Untuk pasar ekspor yang berharap ukuran lebih besar, saat pemeliharaan dapat menggapai 6 bulan.

Menyiapkan kolam budidaya belut
Budidaya belut dapat ditunaikan di dalam kolam permanen maupun semi permanen. Kolam permanen yang kerap dipakai pada lain kolam tanah, sawah, dan kolam tembok. Sedangkan kolam semi permanen pada lain kolam terpal, drum, tong, kontainer plastik dan jaring.

Kali ini kami dapat membicarakan budidya belut di kola tembok. Kolam tembok relatif lebih kuat, umur ekonomisnya dapat bertahan sampai 5 tahun.

Bentuk dan luas kolam tembok dapat dibikin bermacam macam, disesuaikan dengan suasana area dan kebutuhan. Ketinggian kolam berkisar 1-1,25 meter. Lubang pengeluaran dibikin dengan pipa yang agak besar untuk memudahkan penggantian fasilitas tumbuh.

Untuk kolam tembok yang tetap baru, sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu sepanjang sebagian minggu. Kemudian direndam dengan air dan tambahkan daun pisang, sabut kelapa, atau pelepah pisang. Lakukan pencucian minimal tiga kali atau sampai bau semennya hilang.

Media tumbuh untuk budidaya belut
Di alam bebas belut kerap dijumpai di dalam perairan berlumpur. Lumpur merupakan daerah bantuan bagi belut. Dalam kolam budidaya pun, belut membutuhkan fasilitas tumbuh bersifat lumpur.

Beberapa material yang dapat dijadikan bahan mengakibatkan lumpur/media tumbuh pada lain, lumpur sawah, kompos, humus, pupuk kandang, sekam padi, jerami padi, pelepah pisang, dedak, tanaman air, dan mikroba dekomposer.

Komposisi material organik di dalam fasilitas tumbuh budidaya belut tidak tersedia patokannya. Sangat bergantung dengan rutinitas dan pengalaman. Pembudidaya dapat meramu sendiri fasilitas tumbuh dari bahan-bahan yang gampang didapatkan.

Berikut ini salah satu alternatif beberapa langkah mengakibatkan fasilitas tumbuh untuk budididaya belut:

Bersihkan dan keringkan kolam. Kemudian letakkan jerami padi yang sudah dirajang terhadap dasar kolam setebal tidak cukup lebih 20 cm.
Letakkan pelepah pisang yang sudah dirajang setebal 6 cm, di atas susunan jerami.
Tambahkan campuran pupuk kandang (kotoran kerbau atau sapi), kompos atau tanah humus setebal 20-25 cm, di atas pelepah pisang. Pupuk organik bermanfaat untuk mengakibatkan perkembangan biota yang dapat jadi penyedia makanan alami bagi belut.
Siram susunan fasilitas tumbuh selanjutnya dengan cairan bioaktivator atau mikroba dekomposer, jikalau larutan EM4.
Timbun dengan lumpur sawah atau rawa setebal 10-15 cm. Biarkan fasilitas tumbuh sepanjang 1-2 minggu sehingga terfermentasi sempurna.
Alirkan air bersih sepanjang 3-4 hari terhadap fasilitas tumbuh yang sudah terfermentasi selanjutnya untuk bersihkan racun. Setel besar debit air, jangan amat deras sehingga tidak erosi.
Langkah terakhir, genangi fasilitas tumbuh selanjutnya dengan air bersih. Kedalaman air 5 cm dari permukaan. Pada kolam selanjutnya dapat diberikan tanaman air layaknya eceng gondok. Jangan amat padat.
Dari proses di atas didapatkan susunan fasilitas tumbuh/lumpur setebal tidak cukup lebih 60 cm. Setelah seluruhnya selesai, bibit belut siap untuk ditebar.

Penebaran bibit dan pengaturan air
Belut merupakan hewan yang dapat dibudidayakan dengan kepadatan tinggi. Kepadatan tebar untuk bibit belut berukuran panjang 10-12 cm berkisar 50-100 ekor/m2.

Lakukan penebaran bibit terhadap pagi atau sore hari, sehingga belut tidak stres. Bibit yang berasal dari tangkapan alam sebaiknya dikarantina terlebih dahulu sepanjang 1-2 hari. Proses karantina ditunaikan dengan letakkan bibit di dalam air bersih yang mengalir. Berikan pakan bersifat kocokan telur sepanjang di dalam proses karantina.

Aturlah sirkulasi air dengan seksama. Jangan amat deras (air layaknya genangan sawah) yang perlu terjadi sirkulasi air. Atur juga kedalaman air, hal ini berpengaruh terhadap postur tubuh belut. Air yang amat di dalam dapat mengakibatkan belut banyak bergerak untuk mengambil oksigen dari permukaan, sehingga belut dapat lebih kurus.

Pemberian pakan
Belut merupakan hewan yang rakus. Keterlambatan di dalam memberi tambahan pakan dapat berakibat fatal. Terutama terhadap belut yang baru ditebar.

Takaran pakan mesti disesuaikan dengan berat populasi belut. Secara umum belut membutuhkan kuantitas pakan sebanyak 5-20% dari bobot tubuhnya setiap hari.

Berikut kebutuhan pakan harian untuk bobot populasi belut 10 kg:

Umur 0-1 bulan: 0,5 kg
Umur 1-2 bulan: 1 kg
Umur 2-3 bulan: 1,5 kg
Umur 3-4 bulan: 2 kg
Pakan budidaya belut dapat bersifat pakan hidup atau pakan mati. Pakan hidup bagi belut yang tetap kecil (larva) pada lain zooplankton, cacing, kutu air (daphnia/moina), cacing, kecebong, larva ikan, dan larva serangga. Sedangkan belut yang sudah dewasa dapat diberi makanan bersifat ikan, katak, serangga, kepiting yuyu, bekicot, belatung, dan keong. Frekuensi bantuan pakan hidup dapat ditunaikan 3 hari sekali.

Untuk pakan mati dapat diberikan bangkai ayam, cincangan bekicot, ikan rucah, cincangan kepiting yuyu, atau pelet. Pakan mati untuk budidaya belut sebaiknya diberikan setelah direbus terlebih dahulu. Frekuensi bantuan pakan mati dapat 1-2 kali setiap hari.

Karena belut binatang nokturnal, bantuan pakan dapat lebih efisien terhadap sore atau malam hari. Kecuali terhadap daerah budidaya yang ternaungi, bantuan pakan dapat ditunaikan sepanjang hari.

Pemanenan
Tidak tersedia patokan seberapa besar ukuran belut dikatakan siap konsumsi. Tapi secara umum pasar domestik biasanya berharap belut berukuran lebih kecil, sedang pasar ekspor berharap ukuran yang lebih besar. Untuk pasar domestik, lama pemeliharaan pembesaran berkisar 3-4 bulan, sedang untuk pasar ekspor 3-6 bulan, bahkan dapat lebih, juga sejak bibit ditebar.

Terdapat dua langkah memanen budidaya belut, panen sebagian dan panen total. Panen sebagian ditunaikan dengan langkah memanen seluruh populasi belut, kemudian belut yang tetap kecil dipisahkan untuk dipelihara kembali.

Sedangkan pemanenan keseluruhan biasanya ditunaikan terhadap budidaya belut intensif, di mana bantuan pakan dan metode budidaya ditunaikan secara cermat. Sehingga belut yang dihasilkan punyai ukuran yang lebih seragam.

sumber : https://www.budidayaternak.com/

Panduan tehnis budidaya melon

Panduan tehnis budidaya melon

Melon (Cucumis melo) terhitung dalam suku timun-timunan. Masih satu kerabat dengan semangka, blewah dan timun suri. Seperti halnya suku timun-timunan lain, melon tumbuh merambat namun tidak bisa memanjat. Bila tidak ditopang, tanaman ini bakal tumbuh menjalar di atas permukaan tanah.

Panduan tehnis budidaya melon

Tempat ideal untuk budidaya melon berada terhadap kisaran ketinggian 250-700 meter dpl. Bila ketinggian tidak cukup berasal dari 250 meter, tanaman melon cenderung menghasilkan buah yang kecil. Sedangkan di dataran tinggi dengan suhu di bawah 18oC, tanaman ini sulit untuk berkembang.

Tanaman melon meminta tingkat kelembaban hawa 50-70%. Suhu biasanya yang cocok untuk budidaya melon berkisar 25-30oC dengan curah hujan 1500-2500 mm/tahun. Kualitas buah melon bakal semakin baik seumpama terkandung perbedaan suhu siang dan malam cukup signifikan.

Jenis buah melon
Jenis buah melon benar-benar beragam. Namun hanya 3 kultivar yang tenar dibudidayakan, yaitu reticalatus, inodorus dan cantalupensis.

Reticalatus. Jenis melon ini merupakan kultivar paling populer. Bentuknya membulat dengan kulit buah berwarna hijau dan teksturnya berjala, seperti terlapisi jaring. Daging buah berwarna hijau muda sampai oranye.
Inodorus. Jenis ini memiliki kulit buah yang mulus tidak berjala. Bentuknya membulat sampai lonjong. Warna kulit buah kuning sampai kuning pucat kehijauan. Warna dagingnya ada yang hijau, oranye sampai putih. Daging buah tidak beraroma.
Cantalupensis. Jenis ini memiliki kulit buah yang bergelombang seperti labu, atau disebut berjuring. Daging buah berwarna kuning atau oranye, aromanya benar-benar kuat. Blewah terhitung dalam tipe ini.
Pembibitan tanaman melon
Tanaman melon untuk budidaya biasanya diperbanyak secara generatif berasal dari biji atau benih. Untuk budidaya melon seluas satu hektar diperlukan bibit tanaman kurang lebih 16.000- 20.000 pohon atau setara dengan 500-700 gram benih melon.

Sebelum ditanam benih wajib dikecambahkan terlebih dahulu. Caranya dengan merendam benih dalam air hangat selama 6-8 jam. Bila benih belum memiliki kandungan fungisida, bisa ditambahkan fungisida ke dalam air rendaman cocok dosis.

Setelah direndam benih ditiriskan dan ditebarkan diatas kain basah atau kertas koran yang sudah dibasahi. Biarkan selama 1-2 hari sampai benih berkecambah. Jaga kelembaban kain atau kertas koran tersebut. Bila muncul kering percikan air secukupnya.

Kemudian siapkan polybag kecil atau baki persemaian. Isi dengan sarana tanam berwujud campuran tanah dengan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 2:1, melihat langkah menyebabkan sarana persemaian. Benamkan biji melon sedalam 1-2 cm ke dalam sarana tanam tersebut.

Tempat persemaian sebaiknya dilindungi dengan atap plastik bening atau sungkup. Hal ini diperlukan supaya bibit yang tumbuh terlindungi berasal dari terik matahari yang berlebihan dan kucuran air hujan langsung. Media persemaian wajib terus dikontrol dan diperhatikan supaya kelembabannya terjaga. Sirami secara teratur namun jangan benar-benar basah.

Proses penyemaian biasanya terjadi sampai 10-14 hari. Atau ditandai dengan tumbuhnya 2-3 helai daun. Pada fase ini bibit sudah siap dipindahkan ke wilayah penanaman.

Persiapan lahan dan penanaman
Lahan untuk budidaya melon sebaiknya dibajak terlebih dahulu untuk menghaluskan bongkahan tanah. Kemudian wujud bedengan dengan lebar 100-120 cm, tinggi 30-50 cm, panjang 10-15 meter dan jarak antar bedengan 50-60 cm.

Setelah itu berikan pupuk dasar berwujud pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak 15-20 ton/hektar. Tambahkan terhitung ZA, KCl dan SP-36 masing-masing 375 kg, 375 kg dan 250 kg untuk setiap hektarnya. Campurkan pupuk tersebut di atas bedengan dan aduk sampai merata dengan tanah bedengan. Biarkan lahan tersebut selama 2-4 hari.

Bila pH tanah yang bakal digunakan untuk budidaya melon tidak cukup berasal dari 5, berikan dolomit atau kapur pertanian sebanyak 2 ton per hektar. Campurkan dengan tanah bedengan setidaknya 2-3 hari sebelum akan pemupukan dasar.

Selanjutnya tutup bedengan dengan plastik mulsa hitam perak. Warna hitam menghadap ke tanah dan warna perak ke anggota luar. Buat lubang tanam di atas mulsa tersebut. Dalam setiap bedengan terkandung dua baris lubang tanam dengan jarak antar baris 60 cm dan jarak antar lubang dalam satu baris 50-60 cm. Penutupan mulsa minimal wajib ditunaikan 2 hari sebelum akan penanaman.

Langkah berikutnya tanam bibit yang sudah disiapkan. Satu bibit untuk setiap lubang tanam. Kemudian siram untuk supaya tidak layu karena kekeringan. Penanaman sebaiknya ditunaikan di sore hari selagi matahari tidak benar-benar terik.

Perawatan budidaya melon
a. Pemasangan ajir
Untuk menghasilkan buah yang bagus, tanaman wajib ditopang dengan ajir atau tongkat berasal dari bilah bambu. Fungsinya supaya buah yang dihasilkan tidak bersentuhan dengan permukaan tanah. Selain itu supaya terjadi penetrasi cahaya matahari ke semua anggota tanaman.

Pemasangan ajir hendaknya ditunaikan sebelum akan tanaman tumbuh besar. Biasanya sebelum akan umur tanaman 3 hari terhitung sejak pertama ditanam. Hal ini ditujukan supaya ajir yang ditancapkan tidak melukai akar tanaman.

Siapkan ajir selama 1,5 meter. Tancapkan ajir tersebut terhadap lubang tanam secara menyerong, ujung atasnya cenderung ke arah dalam bedengan. Sehingga ajir-ajir tersebut saling bersilangan, membentuk huruf X. Kemudian siapkan bilah bambu yang lebih panjang dan letakkan secara horisontal satu diantara silangan ajir-ajir tersebut, kuncir dengan tali rafia.

b. Penyiraman
Penyiraman yang teratur benar-benar diperlukan dalam budidaya melon. Penyiraman hendaknya ditunaikan setiap sore sampai umur tanaman satu minggu. Selanjutnya penyiraman ditunaikan setiap dua hari sekali.

Ketika musim hujan drainase wajib berfungsi dengan baik. Jangan biarkan lahan tergenang air. Tanaman melon tidak meminta tanah yang benar-benar basah.

c. Pemupukan susulan
Pemupukan susulan diperlukan mulai tanaman berumur satu minggu. Pupuk yang diberikan sebaiknya berwujud cair. Pupuk padat bisa dilarutkan terlebih dahulu. Pupuk yang digunakan bisa pupuk cair organik atau pupuk kimia buatan.

Pupuk susulan dengan pupuk kimia buatan diberikan sebanyak 6 kali. Pupuk dilarutkan dalam air sesudah itu disiramkan terhadap tanaman.

d. Penyerbukan buatan
Pada musim kemarau penyerbukan ditunaikan oleh serangga penyerbuk. Namun selagi musim hujan biasanya intensitas serangga penyerbuk berkurang. Untuk meraih mutu yang baik melakukan penyerbukan buatan.

Penyerbukan buatan ditunaikan terhadap pagi hari, sebelum akan pukul 10. Bila benar-benar siang kuncup bunga sudah agak layu atau menutup. Lakukan penyerbukan buatan terhadap bunga betina, terlebih bunga yang ada terhadap cabang ke-9 sampai ke-13. Dalam satu pohon setidaknya bisa ditumbuhkan 3-4 calon buah. Kemudian diseleksi lagi, supaya buah yang dipelihara sampai panen cukup 1-2 per pohon, bergantung ukuran buahnya. Bila ukuran buahnya besar, cukup satu per pohon.

e. Hama dan penyakit
Budidaya melon di area tropis seperti Indonesia cukup rentan dengan serangan hama dan penyakit. Hama yang biasa menyerang budidaya melon pada lain kutu daun, lalat buah, ulat daun, thrips, tungau. Sedangkan penyakit yang menyerang pada lain antraknosa, busuk buah, busuk batang dan mosaik.

Untuk jauhi serangan hama dan penyakit melakukan kultur tehnis seperti rotasi tanaman, pemupukan berimbang dan melindungi sanitasi kebun. Bila hama dan penyakit sudah menyerang semprot dengan pestisida yang cocok. Bisa pestisida organik atau pestisida sintetis. Lakukan penyemprotan cocok dengan dosis anjuran.

Pemanenan
Biasanya budidaya melon siap dipanen sesudah berumur 3 bulan. Ciri-ciri melon siap panen untuk tipe reticalatus pada lain serat jala terhadap permukaan kulit tampak menyadari dan kasar, permukaan kulit kurang lebih tangkai muncul retak-retak, warna kulit hijau kekuningan dan sudah mengeluarkan aroma.

Buah melon sebaiknya dipetik terhadap tingkat kematangan 90% atau kurang lebih 3-7 hari sebelum akan matang penuh. Hal ini berfungsi untuk mengimbuhkan selagi lebih terhadap distribusi.

Pemetikan ditunaikan dengan memotong tangkai buah dengan pisau atau gunting. Tangkai dipotong seperti huruf T, menjadi anggota yang dipotong adalah yang mengarah terhadap daun bukan terhadap buah. Pemanenan sebaiknya terhadap pagi hari kurang lebih pukul 8-11 dan ditunaikan secara bertahap. Pilih buah yang benar-benar sudah siap dipanen.