Balai Kota Bogor Bakal Ditata Melibatkan Seniman dan Bank

Balai Kota Bogor Bakal Ditata Melibatkan Seniman dan Bank

 

Balai Kota Bogor Bakal Ditata Melibatkan Seniman dan Bank

Usai memimpin Apel Kesadaran Nasional KORPRI di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor

Kamis (17/01/2019) pagi. Wali Kota Bogor, Bima Arya didampingi Wakil Wali Kota Bogor, Usmar Hariman meninjau kawasan Balai Kota Bogor dan sekitarnya.

Peninjauan diawali dari Pos Pengamanan (Pospam) Satpol PP dan sekitarnya

Tidak hanya kondisi bangunan, Bima juga meminta aset berupa kendaraan dinas yang kondisinya sudah tidak layak dirapikan agar tidak memberikan kesan kurang baik di kawasan Balai Kota Bogor. Untuk itu kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait ia langsung menginstruksikan agar segera melakukan pembenahan fisik.

Kedepan Bima menyatakan akan mengundang dan melibatkan para seniman dan bank-bank dekat Balai Kota untuk menata lorong yang ada di Balai Kota agar terlihat lebih rapi.

Pokoknya Balai Kota ini harus lebih bersih dan rapi

Bagi Satpol PP yang bertugas di Balai Kota harus terus berkeliling guna memastikan tidak ada pelanggaran parkir dan kebersihan. Fasilitas bagi difabel dan perempuan harus dijaga, jangan sampai disalahgunakan dan hanya menjadi basa-basi dan formalitas,” tegasnya. kata bijak bahasa inggris

Ditempat yang sama

Wakil Wali Kota Bogor, Usmar Hariman menekankan, tempat kerja itu harus benar-benar nyaman, semua berawal dari tampak muka karena itu kesatuan. Seluruh perangkat daerah harus secara serentak melakukan langkah – langkah penataan dan pembenahan fisik. “Ruang kerja yang rapi akan berpengaruh pada kinerja baik dan sehat,” ujarnya.

Kedepan aset yang kondisinya tidak layak, mulai dari kendaraan maupun yang lainnya akan dilakukan identifikasi, verifikasi dan penilaian, bahkan bukan hanya di lingkungan Balai Kota tetapi juga OPD lainnya. Nantinya jika sudah dilakukan ketiga langkah tersebut akan dilelang Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

“BPKAD selaku pengelola aset berencana membangun gudang sebagai tempat menyimpan aset sebelum dilakukan penghapusan,” jelasnya.

Turut mendampingi Asisten Pemerintahan Hanafi, Asisten Umum Achsin Prasetyo, Kepala DPMPTSP Denny Mulyadi, Kabag Tata Pemerintahan Taufik dan Kabag Humpro Endang Suherman