Kerjasama dengan Tencent Siapkan ROG

Kerjasama dengan Tencent Siapkan ROG

Kerjasama dengan Tencent Siapkan ROG
Kerjasama dengan Tencent Siapkan ROG

 

Saat ini ponsel gaming menjadi salah satu pasar smartphone

yang menjanjikan. Hal tersebut juga sejalan dengan semakin populernya game eSport seperti PUBG dan Mobile Legends. Dilansir dari laman GSM Arena, Selasa (9/4/2019) setelah sukses melahirkan perangkat-perangkat gamingnya. Asus kali ini akan kembali merilis sequel dari ponsel gaming milikinya yakni Asus ROG Phone  pada kuartal III tahun ini.

Asus juga dikabarkan turut menggandeng developer game PUBG

Tencent untuk mempromosikan ponsel gaming terbarunya.  Namun sayangnya, hingga berita ini diturunkan masih belum banyak informasi resmi tentang spesifikasi ponsel dan harga. Untuk diketahui.

 

Asus ROG yang diluncurkan tahun lalu dibanderol

Dengan harga sekira USD900 atau Rp13jutaan. Layar ponsel juga menawarkan kecepatan refresh 90Hz dengan waktu respon 1ms.

Sumber : https://ngelag.com/

Peran Cut Mini sebagai Ibu Muslimah di Film Laskar Pelangi

Peran Cut Mini sebagai Ibu Muslimah di Film Laskar Pelangi

Peran Cut Mini sebagai Ibu Muslimah di Film Laskar Pelangi
Peran Cut Mini sebagai Ibu Muslimah di Film Laskar Pelangi

 

Sosok Ibu Muslimah dalam Film Laskar Pelangi

ini mungkin sudah tidak asing lagi kita dengar. Seorang guru yang memperjuangkan pendidikan demi murid – murid yang diajarnya. Kisah film ‘Laskar Pelangi’ yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata tak hanya soal pentingnya pendidikan. Warna-warni pershabatan 10 bocah Belitong dalam film ini juga cukup menarik dan bisa membuat penonton tertawa dan menangis. Dalam perannya, Ibu Muslimah yang diperankan oleh Cut Mini ini memiliki nilai – nilai perjuangan dan penuh rasa tanggung jawab terhadap apa yang ia kerjakan dan ia lindungi.

TANGGUNG JAWAB KEPADA TUHAN

Hal yang dia lakukan tentu saja sudah dapat disimpulkan bahwa itu adalah rasa tanggung jawab kepada Tuhan. Ibu Muslimah melakukan hal yang sangat mulia dalam perannya. Hal itu pun merupakan salah satu pengabdian kita kepada negara. Beliau juga menerapkan nilai – nilai agama pada anak murid yang diajarnya.

TANGGUNG JAWAB TERHADAP NEGARA

Sebagai seorang guru, Ibu Muslimah sangat berperan penting dalam Negara. Hal yang dilakukannya sangatlah mencerminkan bahwa beliau ingin sekali mewujudkan salah satu cita – cita bangsa yaitu mencerdaskan kehiduoan bangsa. Ibu Muslimah mengajari murid-muridnya ilmu yang berguna dan diiringi dengan akhlak yang baik agar mereka menjadi anak-anak yang berguna bagi Bangsa dan Negara. Itulah hal yang dilakukan dalam perannya.

TANGGUNG JAWAB KEPADA KELUARGA

Beliau sangat bertanggung jawab penuh atas apa yang terjadi pada sekolahannya. Semua wazrga sekolah bagi dia adalah keluarga. Dalam cerita film itu, kepala sekolah dari sekolah tempat ia mengajar meninggal, dia tetap tidak putus asa untuk terus memperjuangkan kewajibannya sebagai guru dan terus mempertahankan sekolah tersebut walau hanya sendirian.

TANGGUNG JAWAB KEPADA DIRI SENDIRI

Menjadi guru dalam dan menagajar di sekolah tersebut adalah pilihannya sendiri tanpa ada campur tangan dari keputusan orang lain. Padahal, banyak yang menawarkan pekerjaan lain yang tentunya memiliki upah yang lebih daripada seorang guru, tapi dia tetap teguh pendirian dan terus mengajar demi tujuan yang dia ignginkan tercapai

Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.co.id/

DPC Perwira Kota Bogor Dilantik

DPC Perwira Kota Bogor Dilantik

 

DPC Perwira Kota Bogor Dilantik

Prospek yang ada di Kota Bogor

Prospek yang ada di Kota Bogor baik itu formal maupun non formal begitu besar. Hal itu bisa terjadi lantaran Kota Bogor memiliki jutaan peluang karena tingkat pertumbuhan ekonomi trennya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Bima Arya

Wali Kota Bogor Bima Arya mengungkapkan itu saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perempuan Wirausaha Indonesia (Perwira) Kota Bogor di Gedung Wanita, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (22/08/2017).

Oleh karena itu pula

Wwali kota berharap agar Perwira adalah perempuan-perempuan wirausaha yang tangguh. Sehingga dapat ikut mengambil peluang tersebut dan turut berkontribusi dalam pembangunan Kota Bogor.

Kota Bogor

“Apalagi di Kota Bogor juga banyak organisasi kewanitaan. Tapi, apapun itu semakin banyak pula wadah untuk mengekspresikan karya dan kiprahnya. Pesan saya juga agar pelantikan ini pun diikuti dengan beragam kegiatan,” papar Bima.

Perwira

Ia pun mengharapkan agar Perwira dapat memberikan tidak saja keuntungan secara materi bagi Kota Bogor, tetapi mampu memberikan kontribusi non materi seperti bermacam kegiatan-kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

 

Artikel terkait :

Arak-Arakan Delman 15 Pasang Moka Kota Bogor

Arak-Arakan Delman 15 Pasang Moka Kota Bogor

 

Arak-Arakan Delman 15 Pasang Moka Kota Bogor

Mojang Jajaka

Sebanyak 15 pasang Mojang Jajaka (Moka) Kota Bogor yang berhasil menjadi finalis diarak menggunakan delman mengitari Kebun Raya Bogor (KRB). Arak-arakan tersebut dilepas keberangkatannya oleh Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman di Plaza Balai Kota Bogor, Rabu (23/08/2017).

Kepada seluruh peserta Usmar mengatakan

Moka yang hari ini mengikuti arak-arakan merupakan yang terbaik berdasarkan penilaian dewan juri. Oleh karena itu kedepan harus melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai duta Bogor, baik di skala Jawa Barat maupun nasional.

Dia menyebut

semua ilmu pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti Pasanggiri Mojang Jajaka ini menjadi modal dasar untuk menjadi duta pariwisata Kota Bogor, juga menjadi corong.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

“Mudah-mudahan anak-anakku semuanya diberikan kesehatan, bisa melalui tahapan ini dengan baik dan masuk ke babak final untuk menjadi yang terbaik,” harap Usmar.

Usmar berpesan agar semua peserta Pasanggiri Mojang Jajaka Kota Bogor 2

 

Sumber : https://symbiantweet.com/

Pasanggiri Mojang Jajaka Kota Bogor tahun 2017

Pasanggiri Mojang Jajaka Kota Bogor tahun 2017

Pasanggiri Mojang Jajaka Kota Bogor tahun 2017

Kota Bogor

Pasanggiri Mojang Jajaka Kota Bogor tahun 2017 memasuki tahap “Unjuk Kabisa”, pada tahap ini tersisa 15 pasangan yang selanjutnya akan menampilkan masing-masing keahliannya dihadapan 5 dewan juri. Tahap unjuk kabisa sendiri akan dilaksanakan di Bogor Trade Mall (BTM), Rabu (23/08/2017) pukul 13.00 WIB. Hal tersebut dijelaskan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor Shahlan Rasyidi di Balaikota Bogor.

Moka Kota Bogor

Shahlan menyebutkan, sebelum ke-15 pasang Moka Kota Bogor ini tampil di “Unjuk Kabisa” terlebih dahulu mereka diarak menggunakan delman mengelilingi Kebun Raya Bogor (KRB) menuju BTM. “Pada pukul 13.00 WIB barulah mereka menampilkan keahliannya masing-masing. Setelah mereka tampil dewan juri selanjutnya akan memilih satu yang terbaik atau berbakat,” katanya.

Disparbud Kota Bogor

Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Disparbud Kota Bogor Susi Susilowati menambahkan, peserta yang mengikuti “Unjuk Kabisa” adalah mereka yang sudah berhasil melewati beberapa babak penyisihan. Dari awalnya 150 orang kemudian setelah dilakukan penyisihan menjadi 100 orang, dan berikutnya menjadi 30 orang.

Wali Kota Bogor Yane Ardian

Ke-30 peserta yang lolos seleksi ini selanjutnya diberikan materi tentang etika dan sosial oleh ibu Wali Kota Bogor Yane Ardian. Pemberian materi ini dilakukan di Gumati Resort Cimahpar. Selain ibu Wali  Kota materi juga akan diberikan oleh narasumber dari Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bogor dan juga Beauty Class.

Susi mengatakan, dari ke-15 pasang yang saat ini mengikuti “Untuk Kabisa”, panitia akan memilih 7 pasangan untuk masuk ke babak final yang akan diselenggarakan pada 26 Agustus 2017 di Gedung Kemuning Gading.

 

Sumber : https://dogetek.co/

GPS Mobil Rawan Terbakar

GPS Mobil Rawan Terbakar

GPS Mobil Rawan Terbakar
GPS Mobil Rawan Terbakar

Hati-hati Anda pengguna GPS pada mobil.

Soalnya perangkat ini bisa mengakibatkan kebakaran di mobil.Setidaknya di AS, 2 pabrikan mobil yakni Suzuki dan Nissan harus menarik mobil-mobil yang menggunakan perangkat GPS dengan merek Garmin.

 

Suzuki harus menarik lebih dari 20.000 mobilnya antara lain mobil SX4 keluaran 2008-2010

Grand Vitara 2010 dan Equator yang dilengkapi dengan unit navigasi Garmin Nuvi 750, 760 dan 765. Sedangkan Nissan menarik 7 modelnya yakni Altima, Frontier, Pathfinder, Rogue, Sentra, Versa dan Xterra. Seperti dilansir Leftlanenews, Senin (14/9/2010), GPS Garmin itu berpotensi overheating dan bisa menyebabkan kebakaran di kabin.

 

Hingga berita ini diturunkan belum ada laporan hangusnya mobil akibat api dari sistem navigasi GPS.

Namun, untuk mengantisipasinya, Nissan AS menginstruksikan pada pemilik mobil Nissan yang dimaksud untuk menghubungi diler Nissan terdekat untuk mendapatkan penggantinya.

Sementara Garmin dalam penjelasan di situs resminya menuturkan potensi kebakaran bisa muncul karena penggunaan baterai yang dipasok oleh produsen baterai pihak ketiga pada beberapa model Garmin nüvi dengan PCB (Printed Circiut Board) yang spesifik.

Berikut GPS Garmin yang direcall:

  • nüvi 200W, 250W, & 260W

Baca Juga : 

Warga Negara Sama di Depan Hukum

Warga Negara Sama di Depan Hukum

Warga Negara Sama di Depan Hukum
Warga Negara Sama di Depan Hukum

Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, menegaskan semua warga negara sama kedudukannya di depan hukum. Tidak ada aturan hukum yang menyebutkan bahwa presiden dan wakil presiden adalah warga negara istimewa dan hanya bisa diperiksa jika masa jabatannya sudah habis. Di muka hukum, tidak ada perlakuan khusus terhadap presiden dan wakil presiden (wapres).

“Saya sudah berdiskusi dengan beberapa guru besar di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Tidak ada UU yang mengatur tentang warga negara istimewa itu,” kata Mahfud di Gedung MK, Jakarta, Rabu (21/11).

Pendapat Mahfud itu dilontarkan menanggapi pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, yang menyebutkan pihaknya tidak berwenang mengusut Boediono dalam kasus Bank Century karena jabatan yang bersangkutan sebagai wapres tergolong warga negara istimewa.

Setelah menyelidiki sejak Desember 2009

KPK akhirnya menetapkan dua tersangka dalam kasus penggelontoran dana talangan atau bailout ke Bank Century. Mereka adalah Budi Mulya dan Siti Chalimah Fadjrijah. Kedua tersangka itu merupakan petinggi di Bank Indonesia saat Bank Century dinyatakan sebagai bank gagal yang berdampak sistemik tahun 2008 silam. Budi saat itu menjabat sebagai Deputi Bidang IV Pengelolaan Moneter Devisa, sementara Siti Chalimah Fadjrijah menjabat Deputi V Bidang Pengawasan. Adapun Boediono saat itu menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).

Mahfud meminta agar kasus Century tidak dilempar ke MK.

Dia menyarankan KPK mengatakan yang sejujurnya bahwa lembaga itu tidak punya bukti hukum dan tidak bisa melanjutkan penanganan kasus Century. “Tidak benar kalau dikatakan kasus Bank Century itu harus dibawa ke MK dulu. Itu tidak ada hukumnya, jadi tidak usah dikait-kaitkan ke MK. Kalau mau dilempar ke MK, itu harus dilakukan melalui pendakwaan politik di DPR, yakni impeachment,” jelas Mahfud.

Dalam Pasal 7A dan 7B UUD 1945, kata Mahfud, pelanggaran yang dilakukan presiden dan wakil presiden yang menyangkut suap, korupsi, dan sebagainya harus dibedakan dalam dua konsep, yakni konsep hukum pidana dan tata negara.

Dalam konsep hukum pidana, pelanggaran oleh presiden atau wakil presiden berupa suap akan berujung ke hukum pidana yang harus diselidiki, lalu disidik, kemudian diajukan ke pengadilan. “Itu perlu waktu lama, bertahun-tahun. Ujung dari korupsi di hukum pidana itu adalah penjara atau pembebasan dari hukuman,” jelas dia.

Di hukum tata negara, suap dan korupsi melahirkan penafsiran konstitusi yang diberi waktu 90 hari dan harus selesai. “Produknya bukan hukuman, namun pernyataan dari MK. MK hanya menyatakan benar atau tidak, tapi yang menghukum atau tidak menghukum itu MPR,” jelas dia.

Sebelumnya, pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra, juga menyatakan hal yang sama. Yusril menilai pendapat Ketua KPK yang menyebut Wakil Presiden, Boediono, warga negara istimewa jelas salah. Pasalnya, dalam UUD 1945, tidak ada istilah warga negara istimewa.

“Statement Abraham Samad itu salah. Salah dalam memahami UUD 1945. Dalam UUD 1945 tidak ada istilah warga negara istimewa. Dalam UUD 1945 tegas menyatakan bahwa semua warga negara sama kedudukannya di dalam hukum,” kata Yusril.

Sehari setelah bergulir wacana tentang warga negara istimewa itu, Ketua KPK, Abraham Samad, meralat pernyataannya saat rapat dengan Timwas Century di Gedung DPR, Selasa (20/11).

KPK tidak pernah menyatakan tidak mampu melakukan pengusutan

Dan pemeriksaan terhadap Wakil Presiden Boediono. Yang saya sampaikan bahwa dalam konteks ketatanegaraan dan konstitusi, DPR bisa saja langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan tanpa harus menunggu hasil penetapan tersangka terhadap Wakil Presiden Boediono yang dilakukan oleh KPK,” kata Abraham di kantornya, Rabu (21/11).

Pendapat agak berbeda diungkapkan pakar hukum tata negara yang juga mantan Ketua MK, Jimly Asshiddiqqie. Menurut Jimly, pernyataan Abraham itu tidak terlalu ekstrem. Ucapan Samad itu, kata dia, ada benarnya dan ada salahnya. Benar karena sebagai wapres, Boediono tidak bisa disidik dengan proses biasa. Tetapi, salah kalau disebut KPK tidak bisa menyidik Boediono secara permanen.

“Seharusnya dia bilang KPK tidak bisa memproses selama Boediono menjabat wapres. Kalau tidak lagi menjabat, KPK bisa memproses. Karena hukum kan tidak ada kedaluwarsanya,” jelas Jimly.

Bagaimana seharusnya penanganan kasus ini? Jimly mengatakan semua bergantung pada pilihan DPR. Bisa menggunakan mekanisme impeachment di DPR, bisa juga menunggu Boediono selesai masa jabatannya sebagai wapres sehingga bisa diproses KPK. idr/ags/eko/Ant/P-4

Sumber : https://duniapendidikan.co.id/

Mengharumkan Indonesia, Lalu Pindah Warga Negara

Mengharumkan Indonesia, Lalu Pindah Warga Negara

Mengharumkan Indonesia, Lalu Pindah Warga Negara
Mengharumkan Indonesia, Lalu Pindah Warga Negara

 

Tony Gunawan tak pernah membayangkan bakal bertanding lagi di Olimpiade.

Tapi kini, atlet yang sebelumnya berwarga negara Indonesia itu, akan mewakili Amerika Serikat di Olimpiade 2012 yang digelar di London, Inggris.

 

Dia akan bertanding untuk cabang bulutangkis ganda putra

sekaligus hadir sebagai pelatih untuk Rena Wang, tunggal putri Amerika. “Ini sungguh kejutan bagi saya,” tutur atlet berusia 37 tahun itu, kepada Pasadenanews. “Sudah 12 tahun lalu (saat dia mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di Olimpiade Sydney). Saya akan berangkat.”

Tony yang sudah pindah ke Amerika secara permanen sejak 2002 itu, mulanya hanya bersekolah. Kemudian melatih, sampai akhirnya ikut menjadi pemain yang mewakili negara tersebut. Bersama Tony, ada Halim Haryanto Ho yang awalnya sama-sama melatih di Orange County, California, Amerika Serikat. Saat masih berpasangan dengan Tony dan membela Tim Merah Putih, atlet kelahiran 1976 ini menjadi juara dunia ganda putra (2001) dan juara All England (2001).

Begitu juga dengan Mia Audina, atlet bulutangkis Indonesia.

Semula dia diharapkan bisa menjadi pengganti Susi Susanti, atlet bulutangkis andalan Indonesia pemegang medali emas Olimpiade Barcelona pada 1992. Apa boleh buat, Mia diboyong suaminya ke Belanda. Paspor peraih medali perak pada Olimpiade Atlanta 1996 itu pun berubah, dari Indonesia ke Belanda.

Lalu ada Albertus Susanto Njoto yang memilih menjadi warga negara Hong Kong lantaran merasakan ketatnya persaingan di Pelatnas Indonesia. Satu-satunya prestasi menonjol saat masih dalam tim Indonesia adalah juara Filipina Terbuka 2006 untuk ganda putra, berpasangan dengan Yohan Hadikusuma. Setelah itu, dia mewakili Hong Kong sebagai negara barunya dalam beberapa kejuaraan internasional.

Menanggapi kepergian para atlet Indonesia untuk menjadi warga negara lain, Icuk Sugiarto

juara dunia bulu tangkis pada 1983 dan 1986 menegaskan atlet yang mempunyai nasionalisme tinggi tidak akan membela selain negaranya sendiri. Kendati pun, belum mendapatkan dukungan atau fasilitas yang memadai dari negaranya sendiri.

Mia dan Tony pernah menjadi pemain top untuk Indonesia. Saya rasa tidak jadi masalah, karena di Indonesia sendiri saat itu Mia sudah tidak terpakai. Sedangkan Tony kuliah, jelas Icuk.

Pernyataan senada juga diungkapkan jebolan PB Djarum yang mempunyai julukan Smash 100 Watt, Hariyanto Arbi. Tapi setahu dia, Tony Gunawan tidak pindah warga negara pada saat itu, melainkan sedang melanjutkan studinya di Amerika, yang kemudian mendapatkan tawaran bermain di sebuah klub bulu tangkis di sana.

Sebagai kompensasi dari menerima tawaran itu, katanya, dengan catatan membiayai dan memfasilitasi kebutuhannya. Hariyanto sendiri setelah pensiun, menggeluti bisnis peralatan olahraga bulu tangkis Flypower.

Kendati demikian, Hariyanto memperingatkan pemerintah agar lebih peduli memberi dukungan guna meminimkan hengkangnya bakat-bakat berkualitas Indonesia ke negeri lain. Negara lain memberikan jaminan seumur hidup kepada atletnya. Memberikan asuransi ketika sudah tidak menjadi atlet, ujar Hariyanto.

Sementara di Indonesia, lanjutnya, jika sudah bukan atlet lagi tidak mendapatkan apa-apa. Di Malaysia tiap bulan para atlet mendapatkan gaji, jaminan dan asuransi, tambahnya.

Sedangkan Icuk yang kini menjadi staf ahli Menteri Pemuda dan Olah Raga, menginginkan agar Indonesia fokus memberikan dukungan kepada atlet maupun cabang olah raga di Indonesia. Kata dia, tidak ada alasan untuk tidak mengucurkan bantuan.

Alasannya, anggaran dari negara dalam 10 tahun terakhir, lebih dari cukup. Karena itu, dia menyarankan agar pemerintah bersikap adil kepada cabang olah raga prestasi seperti bulutangkis, catur, taekwondo dan angkat besi.

Sangat tidak adil dan tidak ada kesinambungan jika kami turun peringkat di kelas dunia mendapatkan cemoohan, sedangkan cabang olah raga lain yang hanya mampu bersaing di tingkat Asia lebih mendapatkan perhatian, sesal Icuk.

Sumber : https://pendidikan.co.id/

Gagas Program Orang Tua Asuh Bagi Anjal

Gagas Program Orang Tua Asuh Bagi Anjal

Gagas Program Orang Tua Asuh Bagi Anjal

Program Orang Tua Asuh

Program Orang Tua Asuh akan menjadi salah satu cara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam memperhatikan khusus Anak Jalanan (anjal). Nantinya untuk orang tua asuh berasal dari Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Bogor. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bogor Bima Arya saat briefing staf di ruang Paseban Sri Bima, Balaikota Bogor, Selasa (24/10/2017).

“Saya akan ambil dua sampai lima anak ini bukan soal anak jalanan, tetapi juga perhatian. Semua anjal akan diperhatikan dan menjadi anak asuh dari para pejabat eselon dua. Nanti akan diatur sistemnya dan diundang perwakilan anak jalanannya,” ujar Bima.

Menanggapi rencana tersebut

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor Azrin Syamsudin mengatakan, Dinsos akan menyiapkan data semua anjal yang ada di Kota Bogor. Sebelumnya sudah ada 195 anjal yang terdata di Dinsos. Ditambah dengan data terbaru saat sidak ada 128 anjal. Kedua data tersebut akan di singkronkan dan dilihat mana yang bisa menjadi anak asuh.  “Tentunya yang akan dipilih menjadi anak asuh mereka yang tidak mampu, baik mempunyai keluarga ataupun tidak serta yang berada di usia sekolah,” jelasnya.

Setelah itu, lanjut Azrin

Anak-anak tersebut akan diseleksi lagi mana saja yang masuk ke pendidikan formal atau informal yang lokasi sekolahnya dekat dengan rumah. Anak-anak yang diasuh orangtua asuh ini akan dibuatkan perjanjian komitmen agar tidak kembali lagi ke jalanan dengan alasan mencari nafkah. “Selain karena terkait keamanan dan ketertiban kan setiap anak usia sekolah memang harus sekolah,” katanya.

Ia menuturkan

Pihaknya juga kan bersinergi dengan OPD terkait untuk memberikan berbagai pelatihan kepada anjal yang berada di usia produktif. Mulai dari pelatihan salon, bengkel, UMKM dan lainnya. “Dari Dinsos sendiri kan fokusnya lebih banyak kepada rehabilitasi, pembinaan dan pemberdayaan anjal,” pungkasnya.

 

Artikel terkait :

Asrama Latimojong, Bima Sampaikan Hasil Kerjasama

Asrama Latimojong, Bima Sampaikan Hasil Kerjasama

Asrama Latimojong, Bima Sampaikan Hasil Kerjasama

Wali Kota Bogor

Wali Kota Bogor didampingi Sekretaris daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat dan jajarannya berkunjung ke asrama mahasiswa Latimojong di jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor yang ditempati mahasiswa asal Sulawesi Selatan, Rabu (25/10/2017). Dalam kunjungan tersebut, Bima berbincang-bincang dengan beberapa mahasiswa.

Bima menyampaikan

Setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melaksanakan kunjungan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan,  Rabu (18/10) lalu dalam rangka menjalin kerjasama pinjam pakai lahan milik Pemkot Bogor berupa tanah yang saat ini digunakan sebagai asrama Latimojong.

“Saat ini statusnya sudah pinjam pakai, jadi sekarang sudah bisa dimanfaatkan. Rencana pembangunan akan dilaksanakan Pemprov Sulawesi Selatan pada tahun 2018. Pembangunannya harus sesuai perencanaan, selama proses pembangunan Pemkot Bogor telah menyiapkan lokasi penampungan di daerah Curug Mekar kawasan Yasmin,” ujar Bima yang juga didampingi Kapolsek Bogor Tengah Kompol Syaifuddin Gayo.

Menurut Bima semakin banyak mahasiswa luar yang kuliah di Bogor maka semakin baik dan itu semua memiliki tujuan jangka panjang.

Terkait relokasi sementara yang disiapkan Pemkot Bogor

Rezki Rasyak mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menyampaikan kendala mengenai aksesnya, namun ia mengaku sangat mengapresiasi rencana tersebut.

Sementara itu, Nasruddin Baso alumni IPB yang mengaku pernah menempati asrama Latimojong selama 7 tahun berharap dengan sejarah panjang yang dimiliki asrama mahasiswa Latimojong yang telah banyak melahirkan tokoh-tokoh besar dapat terus menjalin silaturahmi dengan Pemkot Bogor.

“Semoga kedepan silaturahmi Pemprov Sulawesi Selatan dengan Kota Bogor menjadi lebih erat,” harap Nasruddin yang saat ini menjabat sebagai Camat di Sulawesi Selatan.

Pada kunjungannya tersebut

Bima sempat meninjau beberapa ruangan asrama dan menyampaikan akan memberikan bantuan kekurangan fasilitas asrama.

Sumber : https://pakdosen.co.id/