Kemendikbud Rumuskan Pembelajaran STEAM di Sekolah

Kemendikbud Rumuskan Pembelajaran STEAM di Sekolah

Kemendikbud Rumuskan Pembelajaran STEAM di Sekolah
Kemendikbud Rumuskan Pembelajaran STEAM di Sekolah

 

 

Pemerintah masih dalam tahap

merumuskan metode pembelajaran STEAM di sekolah. Namun penerapan STEAM tidak akan dipaksakan karena melihat kesiapan sekolah.

Kabid Pembelajaran Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Suprananto mengatakan, Kemendikbud sedang merumuskan ketetapan mengenai STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematic) yang akan diterapkan di sekolah. Menurutnya, ada dua pilihan yang sedang dibahas, yakni apakah pemerintah ingin secara eksplisit kurikulum yang berlaku di sekolah berbasis STEAM atau metode pembelajaran STEAM hanya dilakukan sesuai dengan kemampuan di sekolah masing-masing.

“Kemendikbud tidak mau membentuk mata pelajaran STEAM tersendiri, tetapi lebih pada mengemas semua pembelajaran melalui pendekatan STEAM,” ujar Suprananto seusai acara Indonesia STEAM Week di Kantor Kemendikbud, Jumat (14/12/2018).

Dia menuturkan

, sebetulnya pembelajaran STEAM sudah berjalan di sekolah semisal di DKI Jakarta. Mereka memang tidak eksplisit menyebut STEAM di pembelajaran. Misalnya pembelajaran yang mengaitkan matematika, biologi, dan ekonomi.

Namun dia mengaku belum banyak sekolah yang menerapkan. Dia menekankan, jika Kurikulum 2013 dijalankan dengan baik, sejatinya hal itu sudah sesuai dengan konsep pembelajaran STEAM. Dia menjelaskan, karakteristik STEAM ini sebetulnya untuk mencapai kompetensi pembelajaran lintas mata pelajaran.

Namun kompetensi lintas mapel ini hanya bisa terjadi dijenjang SD karena mapelnya tematik. Kasi Kurikulum Kanwil Kemenag DKI Jakarta Arief Maulana menyampaikan bahwa Kemenag juga menunggu kebijakan dari Kemendikbud mengenai STEAM.

Pihaknya selalu memantau

informasi mengenai STEAM ini karena ingin meningkatkan mutu siswa siswi di madrasah. “Guru madrasah juga sudah menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Kami mengikuti tren,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat pendidikan dari Eduspec Indra Charismiadji berpendapat, dunia sudah mengenal STEAM sejak 2001. Lalu rumusan keterampilan abad ke-21 diperkenalkan pada 2002.

Sementara Indonesia, menurut dia, sudah tertinggal 10 tahun karena negara lain sudah akrab lama dengan STEAM. “Kurikulum STEAM ini sangat dibutuhkan dunia pendidikan jika Pemerintah Indonesia mau mengatasi ketertinggalan tersebut,” katanya.

 

Baca Juga :

 

 

Budaya Antikorupsi Dibangun Sejak Pendidikan Usia Dini

Budaya Antikorupsi Dibangun Sejak Pendidikan Usia Dini

Budaya Antikorupsi Dibangun Sejak Pendidikan Usia Dini
Budaya Antikorupsi Dibangun Sejak Pendidikan Usia Dini

 

Pemerintah akan membangun budaya antikorupsi sejak pendidikan anak usia dini. Melalui program ‘Saya Anak Antikorupsi’ pemerintah ingin budaya antikorupsi dipelajari di sekolah.

Inspektur Jenderal Kemendikbud Muchlis Rantoni Luddin mengatakan, Kemendikbud meluncurkan adanya program ‘Saya Anak Antikorupsi’ (SAAK). Dia mengatakan bahwa program ini untuk mewujudkan budaya antikorupsi pada pelajar. Dia menjelaskan bahwa program ini dimulai sejak pendidikan anak usia dini hingga pendidikan menengah.

“Mudah-mudahan program ini bisa berjalan dengan baik, dan anak-anak beserta seluruh warga sekolah bisa bahu membahu dengan kami untuk memulai berkontribusi membangun budaya anti korupsi,” katanya saaat peluncuran SAAK di Jakarta, Jumat (14/12/2018).

Muchlis menjelaskan, visi program SAAK adalah menanamkan nilai antikorupsi kepada generasi muda dengan sembilan nilai anti korupsi. Yakni pada nilai kesederhanaan, kegigihan, keberanian, kerja sama, kedisiplinan, keadilan, kejujuran, bertanggung jawab, dan kepedulian.

Irjen menjelaskan, misi lainnya ialah untuk menumbuhkembangkan kebiasaan baik sebagai bentuk pendidikan karakter. Dia berharap, jika budaya korupsi bisa tumbuh sejak dini maka generasi muda yang cerdas, berintegritas dan berkarakter pun akan semakin banyak tercipta. “Kami memiliki misi memperkuat ketakwaan generasi muda kepada Tuhan dan kepada tanah air,” jelasnya.

Irjen berharap akan semakin banyak agen anti korupsi yang tumbuh melalui program SAAK ini. Sebab mereka diharap akan melakukan sosialisasi pencegahan korupsi di lingkungan satuan pendidikan, membentuk budaya komunitas antikorupsi di lingkungan satuan pendidikan, membentuk komunitas antikorupsi di kelompok peserta didik, dan mendukung gerakan ‘Saya Anak Antikorupsi’ melalui kegiatan ekstrakurikuler.

Irjen menjelaskan, SAAK

ini merupakan bagian dari program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang digaungkan Kemendikbud. “Program ini dimaksudkan untuk membangun budaya antikorupsi. Kemendikbud bersama-sama dengan KPK mulai memasyarakatkan secara massal, terutama dibantu oleh para siswa, guru, dan tenaga kependidikan untuk bersama-sama membangun budaya antikorupsi di satuan pendidikan,” jelas.

Sebagai tanda diluncurkannya program Saya Anak Antikorupsi, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Basaria Pandjaitan, didampingi Inspektur Jenderal Kemendikbud, Muchlis Rantoni Luddin, serta pejabat eselon II Inspektorat Jenderal dan Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, menyematkan selendang SAAK kepada perwakilan siswa.

Wakil Ketua KPK Basaria

Pandjaitan berharap para siswa dapat menjadi agen antikorupsi di sekolah masing-masing. “Harus dipegang terus dan yang paling utama jadilah agen-agen perubahan dengan mengedepankan antikorupsi”, pesan Basaria.

Basaria mengatakan, budaya

antikorupsi memang harus dibangun sejak dini sehingga masyarakat nantinya bisa dengan mudah menolak tawaran korupsi. Dia mengatakan, berdasarkan hasil penelitian apabila tidak terjadi korupsi di Indonesia maka sekolah gratis bisa diterapkan diseluruh Indonesia hingga jaminan kesehatan gratis pun dapat terlaksana. Sayangnya, kata dia, korupsi sudah merambah dengan hebat ke seluruh sendi bangsa dan membuat Indonesia sulit berkembang.

Basaria ingin gaung SAAK tidak hanya diawal saja melainkan harus dilakukan secara nyata. Contoh gampang sikap anti korupsi adalah, kata Basaria, mulai belajar dengan baik sehingga tidak mencontek. “Siswa yang karakternya baik adalah siswa yang memiliki nilai anti korupsi di dalam kehidupan,” terangnya.

 

Sumber :

http://ojel.student.umm.ac.id/gambar-kulit-beserta-strukturnya/

Siswa Indonesia Paling Melek Teknologi

Siswa Indonesia Paling Melek Teknologi

Siswa Indonesia Paling Melek Teknologi
Siswa Indonesia Paling Melek Teknologi

 

 

Siswa Indonesia paling melek teknologi di dunia. Pernyataan itu seolah mengada-ada, tapi itulah faktanya. Berdasarkan penelitian terbaru dilakukan Cambridge International melalui Global Education Census, posisi tersebut hanya bisa disaingi oleh siswa Amerika Serika.

Kajian itu mengungkapkan siswa Indonesia merupakan pengguna teknologi tertinggi di dunia dalam bidang pendidikan. Siswa Indonesia juga paling senang untuk menjadi pengusaha dibandingkan siswa lainnya di negara lain. Sensus yang dilaksanakan Cambridge International yang merupakan bagian dari Universitas Cambridge, mengkaji kehidupan sekolah di seluruh dunia untuk siswa 12–19 tahun. Di Indonesia, mereka menyurvei 502 siswa dan 637 siswa.

Kementerian Pendidikan

dan Kebudayaan (Kemendikbud) menilai hasil penelitian Cambridge Internasional menunjukkan pengembangan infrastruktur teknologi informatika dan komunikasi (TIK) di Indonesia sudah berada di jalan yang benar. Ke depan Kemendikbud akan meningkatkan pemanfaatan teknologi di dunia pendidikan, termasuk melengkapi infrastrukturnya.

Siswa Indonesia terus melanjutkan petualangan mereka sebagai pemikir masa depan, inovator, dan pemimpin. Integrasi teknologi untuk mendukung pembelajaran mereka akan membantu mereka berkompetisi dalam pasar global,” ujar Direktur Regional Asia Tenggara dan Pasifik Cambridge International Ben Schmidt, dilansir situs Cambridge International.

Berdasarkan Cambridge Internasional, siswa Indonesia menggunakan teknologi di kelasnya melebihi siswa di negara lain, bahkan mengalahkan negara berkembang. Siswa Indonesia juga sangat tinggi secara global dalam menggunakan teknologi informasi atau ruang komputer hingga 40%. Mereka juga paling tinggi menggunakan komputer sebesar 54% di belakang AS.

Lebih dari dua pertiga siswa Indonesia (67%)

menggunakan ponsel pintar di kelas. Biasanya mereka juga menggunakannya untuk mengerjakan pekerjaan rumah (81%). Kendati demikian, mereka masih menggunakan pensil dan kertas di kelas dan di rumah. 90% guru juga masih menggunakan papan putih di kelas.

Sebanyak 84% siswa Indonesia hampir menyamai siswa AS yakni 85% dalam penggunaan laptop untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Passion terhadap teknologi mungkin tidak mengejutkan di Indonesia, karena jumlah pengguna internet di Tanah Air mencapai 143,26 juta pada 2017 berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Survei Pendidikan Globa

l mengungkap siswa Indonesia juga ingin tetap bersentuhan dengan dunia teknologi setelah mereka lulus. Sebanyak 93% siswa Indonesia mengaku ingin melanjutkan pendidikan ke institusi yang lebih tinggi, 26% siswa ingin menjadi dokter atau dokter gigi, 7% siswa Indonesia tertarik menjadi pengusaha. 6% siswa memilih berkarier di bidang teknologi seperti menjadi pengembang peranti lunak, dan 39% siswa ingin belajar ilmu komputer.

Sensus Pendidikan Global memotret kondisi 20.000 siswa dan guru di seluruh dunia, dengan fokus 10 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, AS, dan Argentina. Ben Schmidt mengungkapkan, sensus ini mampu memerikan pendalaman dan data pertama untuk memahami bagaimana proses pembelajaran dan teknologi secara global. Ini juga menjadi kesempatan untuk inovasi dan kreativitas dalam praktek pembelajaran.

 

Sumber :

http://student.blog.dinus.ac.id/blogtekno/penjelasan-fungsi-kulit/

PENGERTIAN KOMPAS DAN MACAMNYA

PENGERTIAN KOMPAS DAN MACAMNYA

PENGERTIAN KOMPAS DAN MACAMNYA
PENGERTIAN KOMPAS DAN MACAMNYA

A.Pengertian Kompas

Kompas adalah alat penunjuk arah yang bekerja berdasarkan gaya medan magnet. Pada kompas selalu terdapat sebuah magnet sebagai komponen utamanya. Magnet tersebut biasanya berbentuk sebuah jarum penunjuk. Saat magnet penunjuk tersebut berada dalam keadaan bebas, maka akan mengarah ke utara-selatan magnet bumi. Inilah yang dijadikan dasar dalam pembuatan kompas dan alat navigasi berbasis medan magnet yang lain.
Umumnya kompas terdiri dari 3 komponen kompas, yaitu badan kompas, jarum magnet, dan skala arah mata angin. Badan kompas berfungsi sebagai pembungkus dan pelindung komponen utama kompas. Jarum magnet dipasang sedemikian rupa agar bisa berputar bebas secara horizontal. Skala penunjuk umumnya berupa lingkaran 360° dan arah mata angin.

B. Macam-Macam Kompas

1. Kompas Bidik

Kompas bidik adalah kompas yang berfungsi untuk mengetahui besar sudut suatu objek medan terhadap arah utara magnetis bumi secara akurat. Kompas bidik dilengkapi dengan jarum pisir yang berfungsi sebagai titik bidik sejajar terhadap objek di lapangan. Lensa bidik pada kompas ini juga memungkinkan kita dapat langsung membaca hasil bidikan.
Sebelum mengetahui cara pemakaian Kompas Bidik sebaiknya kita pelajari dahulu bagian-bagian kompas bidik ini terlebih dahulu. Berikut ini komponen kompas bidik:
a. Kawat Pisir, berfungsi sebagai garis pemandu ketepatan ke arah objek bidikan
b. Piringan skala derajat, sebagai penunjuk derajat hasil bidikan dan arah mata angin
c. Jarum kompas, magnet sebagai penunjuk arah utara-selatan magnetis bumi, sekaligus sebagai pemutar piringan skala derajat secara otomatis
d. Rumah kompas, berfungsi sebagai pelindung komponen utama kompas (skala, jarum, tanda arah mata angin)
e. Lensa pembidik, sebagai alat bantu untuk membaca hasil derajat bidikan dan mensejajarkan kompas dengan objek bidik
Setelah kita mengetahui komponen-komponen kompas bidik sekarang kita jelaskan cara pemakaian Kompas Bidik ini, berikut langkah-langkah penggunaannya:
1. Buka kompas bidik
2. Masukkan jempol kanan ke handle pengait
3. Arahkan posisi kita ke objek yang akan dibidik
4. Dekatkan mata kita pada lensa kompas untuk mempermudah bidikan objek
5. Arahkan kompas (kawat pisir) pada objek yang akan dibidik setepat mungkin. Lensa pembidik, kawat pisir, dan objek bidik harus satu garis lurus atau sejajar
6. Setelah dipastikan sejajar, pertahankan bidikan sambil melihat (membaca) hasil yang ditunjukkan pada skala derajat. Hasil penunjukan tersebut merupakan sudut objek bidik (Azimut) yang digunakan sebagai dasar perhitungan untuk mengetahui posisi kita dan objek itu sendiri.

2. Kompas Geologi

Kompas geologi digunakan untuk mengukur arah (azimuth) pada suatu titik ataupun kelurusan struktur, mengukur kemiringan lereng,maupun mengukur jurus ataupun kedudukan perlapisan dan kemiringan lapisan batuan.

3. Kompas Silva

Kompas ini sudah dilengkapi busur drajat dan penggaris. Dalam penggunaannya akan sangat mudah karena kompas ini tidak dilengkapi alat bidik. Kecermatan bidik kompas ini agak kurang.
Baca Artikel Lainnya:

Tugas Utama SIG

Tugas Utama SIG

Tugas Utama SIG
Tugas Utama SIG
Berdasarkan desain awalnya tugas utama SIG adalah untuk melakukan analisis data spasial. Dilaihat dari sudut pemrosesan data geografik, SIG bukanlah penemuan baru. Pemrosesan data geografik sudah lama dilakukan oleh berbagai macam bidang ilmu, yang membedakan dengan pemrosesan lama hanyalah digunakannya digital.adapun tugas utama dalam SIG adalah sebagai berikut :

a. Input Data

sebelum data geografis digunakan dalam SIG, data tersebut harus dikonversi terlebih dahulu ke dalam bentuk digital. Proses konversi data dari peta kertas atau foto ke dalam bentuk digital disebut dengan digitizing. SIG modern bisa melakukan proses ini secara otomatis menggunakan teknologi scanning.

b. Pembuatan peta

proses pembuatan peta dalam SIG lebih fleksibel dibandingkan dengan cara manual atau pendekatan kartografi otomatis. Prosesnya diawali dengan pembuatan database. Peta kertas dapat didigitalkan dan informasi digital tersebut dapat diterjemahkan ke dalam SIG. teks ulasan cerpen persahabatan Peta yang dihasilkan dapat dibuat dengan berbagai skala dan dapat menunjukkan informasi yang dipilih sesuai dengan karakteristik tertentu.

c. Manipulasi data

data dalam SIG akan membutuhkan transformasi atau manipulasi untuk membuat data-data tersebut kompatibel dengan sistem. Teknologi SIG menyediakan berbagai macam alat bantu untuk memanipulasi data yang ada dan menghilangkan data-data yang tidak dibutuhkan.

d. Manajemen file

ketika volume data yang ada semakin besar dan jumlah data user semakin banyak, maka hal terbaik yang harus dilakukan adalah menggunakan database management system (DBMS) untuk membantu menyimpan, mengatur, dan mengelola data

e. Analisis query

SIG menyediakan kapabilitas untuk menampilkan query dan alat bantu untuk menganalisis informasi yang ada. Teknologi SIG digunakan untuk menganalisis data geografis untuk melihat pola dan tren.

f. Memvisualisasikan hasil

untuk berbagai macam tipe operasi geografis, hasil akhirnya divisualisasikan dalam bentuk peta atau graf. Peta sangat efisien untuk menyimpan dan mengkomunikasikan informasi geografis. Namun saat ini SIG juga sudah mengintegrasikan tampilan peta dengan menambahkan laporan, tampilan tiga dimensi, dan multimedia

Komponen SIG

Komponen SIG

Komponen SIG
Komponen SIG
Menurut John E. Harmon, Stevan J. Anderson, 2003, secara rinci SIG beroprasi dengan komponen-komponen sebagai berikut:

1. Orang yang menjalankan sistem

meliputi orang yang mengoperasikan, mengembangkan bahkan memperoleh manfaat dari sistem. contoh teks ulasan album lagu Kategori orang yang menjadi bagian dari SIG beragam, misalnya operator, analis, programmer, database administrator bahkan stakeholder.

2. Aplikasi

merupakan prosedur yang digunakan untuk mengolah data menjadi informasi. Misalnya penjumlahan, klasifikasi, rotasi, koreksi geometri, query, overlay, buffer, jointable, dsb.

3. Data yang digunakan dalam SIG dapat berupa data grafis dan data atribut

a. Data posisi/koordinat/grafis/ruang/spasial, merupakan data yang merupakan representasi fenomena permukaan bumi/keruangan yang memiliki referensi (koordinat) lazim berupa peta, foto udara, citra satelit dan sebagainya atau hasil dari interpretasi data-data tersebut.
b. Data atribut/non-spasial, data yang merepresentasikan aspek-aspek deskriptif dari fenomena yang dimodelkannya. Misalnya data sensus penduduk, catatan survei, data statistik lainnya.

4. Software

adalah perangkat lunak SIG berupa program aplikasi yang memiliki kemampuann pengelolaan, penyimpanan, pemrosesan, analisis dan penayangan data spasial (contoh : ArcView, Idrisi, ARC/INFO, ILWIS, MapInfo, dll)

5. Hardware

perangkat keras yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem berupa perangkat komputer, printer, scanner, digitizer, plotter dan perangkat pendukung lainnya.
Selain kelima komponen di atas, ada satu komponen yang sebenarnya tidak kalah penting yaitu Metode. Sebuah SIG yang baik adalah apabila didukung dengan metode perencanaan desain sistem yang baik dan sesuai dengan ‘’business rules’’ organisasi yang menggunakan SIG tersebut.

Steps Dalam Menempuh Kedaulatan Energi

Steps Dalam Menempuh Kedaulatan Energi

Steps Dalam Menempuh Kedaulatan Energi
Steps Dalam Menempuh Kedaulatan Energi

 

Indonesia memiliki banyak berbagai sumber daya alam

Yang melimpah. Mulai dari panas matahari, berbagai bahan tambang, hasil pertanian dan keanekaragaman hasil laut yang melimpah. Bila semua ini tidak di manfaatkan dengan baik, maka ini semua akan terbuang sia-sia.
Sebenarnya kita bisa menjadi negara maju dan bisa bersaing di ranah internasional dalam masalah energi terbarukan, jika kita saling bahu-membahu antara semua lapisan masyarakat, para mahasiswa, para pakar ahli dan juga tak kalah penting yaitu peran dari pemerintah. Ini semua satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan jika kita ingin mencari solusi untuk energi terbarukan.

Dalam menempuh kedaulatan energi diperlukan step by step

Dalam mencari solusi yang selama ini permasalahan energi di indonesia sudah kompleks dan mendesak. Hal ini sudah jelas disebabkan karena demand (permintaan) akan energi, baik dalam bentuk BBM maupun listrik terus meningkat melebihi kapasitas produksi di dalam negri. Dalam data www.migas.esdm.go.id, cadangan minyak Indonesia dari waktu ke waktu terus berkurang. Terbukti cadangan minyak Indonesia saat ini hanya 4,03 miliar barel atau berada di peringkat 27 dunia dan pada tahun 2011 produksi minyak indonesia hanya 902.000 barel per hari. Bila tidak ada penemuan baru, maka dalam 20 tahun ke depan, Indonesia mengimpor seluruh kebutuhan minyaknya. Untuk mengantisipasi masalah ini maka diperlukan langkah-langkah yaitu:

1. Mengurangi konsumsi BBM

Ini masalah yang sangat kompleks, bila konsumsi BBM tidak ditemukan solusi yang tepat. Pemerintah dalam membuat kebijakan tentang pengurangan penggunaan BBM dalam Perpres No 15 Tahun 2012 yang salah satunya aturan tentang kendaraan dinas tidak diperkenankan menggunakan BBM bersubsidi, ini tidak memberikan efek yang kuat terhadap krisisnya energi kita. Diperlukan lagi kebijakan yang signifikan agar krisis energi teratasi. Penggunaan BBM kita terus meningkat karena adanya penggunaan kendaraan pribadi yang terus meningkat dan penurunan penggunaan angkutan umum. Terlihat dari data statistik bahwa pengguna bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebagian besar adalah kendaraan pribadi, utamanya mobil pribadi.

“Dari data statistik, Pengguna BBM bersubsidi 53% adalah

mobil pribadi, 40% sepeda motor, dan sisanya adalah angkutan,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Statistik Ekonomi dan Moneter BI Hendy Sulistiowaty, di Jakarta. (www.infobanknews.com). Apakah masalah ini terus dibiarkan? Sedangkan kebijakan dari pemerintah hanya melakukan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi dan tidak memikirkan cadangan minyak kita yang terus menipis. Dan juga kendaraan pribadi yang terus meningkat seiringnya pertumbuhan penduduk yang terus meningkat pula. Salah satu upaya basic steps untuk mengurangi konsumsi BBM disamping pembatasan penggunaan BBM bersubsidi juga diperlukan pembenahan terhadap angkutan umum di semua daerah termasuk ibu kota maupun perkotaan yang berada di daerah. Banyak masyarakat mengeluhkan kondisi fisik angkutan umum serta pelayanan yang didapat masih sangat buruk.

 

Staf pengajar Fakultas Teknik Program Studi Teknik Sipil Universitas Atmajaya

Yogyakarta Imam Basuki, untuk meraih gelar doktor di Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkapkan, pengembangan sistem angkutan umum dan pergerakan kendaraan pribadi perlu dikembangkan secara terencana, terpadu antar berbagai jenis moda transportasi sesuai dengan besaran kota, fungsi kota, dan hirarki fungsional kota dengan mempertimbangkan karakteristik dan keunggulan karakteristik moda, perkembangan teknologi, pemakaian energi, lingkungan, dan tata ruang. Untuk itu guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan mampu berkompetisi dengan kendaraan pribadi, perlu dibuat indikator dan tolok ukur yang diperlukan bagi pelayanan angkutan umum perkotaan. “Mestinya kebijakan pembangunan transportasi darat dapat mendorong penggunaan angkutan massal untuk menggantikan kendaraan pribadi diperkotaan sebagai upaya pelaksanaan pembatasan kendaraan pribadi dan diperlukan indikator kinerja pelayanan yaitu aksesibilitas, kehandalan/ketepatan, keselamatan, kenyamanan, pentarifan, prasarana dan sarana,” ujarnya menambahkan. (www.okezone.com). Jika angkutan umum segera dibenahi, maka dengan seiringnya waktu, pengguna kendaraan pribadi akan beralih kepada angkutan umum. Dengan demikian penggunaan cadangan minyak akan lebih bisa bertahan lama, anggaran APBN untuk subsidi BBM akan berkurang, kemacetan yang menjadi kendala di ibu kota maupun perkotaan di daerah pun berkurang dan global warmingpun akan berkurang dengan berkurangnya polusi kendaraan yang meningkat.

Baca Juga : 

Upaya Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru

Upaya Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru

Upaya Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru
Upaya Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru

Mengingat peranan strategis guru dalam setiap upaya peningkatan mutu

Relevansi, dan efisiensi pendidikan, maka peningkatan dan pengembangan aspek kompetensi professional guru merupakan kebutuhan. Benar bahwa mutu pendidikan bukan hanya ditentukan oleh guru semata, melainkan juga oleh beberapa komponen pendidikan lainnya. Akan tetapi seberapa banyak pendidikan dan pengajaran mengalami kemajuan dalam perkembangannya selama ini, banyak bergantung kepada kepiawan guru dalam menerapkan kompetensi standar yang harus dimiliki termasuk kompetensi professional.

Upaya meninigkatkan kompetensi professional guru, yaitu :

  1. Dalam melaksanakan pembinaan professional guru, kepala sekolah bisa menyusun program penyetaraan bagi guru-guru yang memiliki kualifikasi D III agar mengikuti penyetaraan S1/Akta IV, sehingga mereka dapat menambah wawasan keilmuan dan pengetahuan yang menunjang tugasnya
  2. Untuk meningkatkan prefossional guru yang sifatnya khusus, bisa dilakukan kepala sekolah dengan mengikutsertakan guru melalui seminar dan pelatihan yang diadakan Diknas maupun di luar Diknas. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kinerja guru dalam membenahi dan metodologi pembelajaran
  3. Peningkatan prefessionalisme guru melalui PKG (Pemantapan kerja guru). Melalui wadah inilah para guruh diarahkan untuk mencari berbagai pengalaman mengenai metodologi pembelajaran dan bahan ajar yang dapat diterapkan di dalam kelas
  4. Meningkatkan kesejahteraan guru. Kesejahteraan guru tidak dapat diabaikan, karena merupakan salah satu faktor penentu dalam peningkatan kinerja, yang secara langsung terhadap mutu pendidikan.

Peningkatan guru dapat dilakukan antara lain pemberian indentif

di luar gaji, imbalan dan penghargaan, serta tunjangan-tunjangan yang dapat meningkatkan kinerja Kepada sekolah pun dapat memberikan motivasi dan mengikutsertakannya pada kegitan pembinaan, yaitu dengan belajar sendiri di rumah, belajar di perpustakaan, membentuk persatuan pendidik seebidang studi, mengikuti pertemuan ilmian, belajar secara formal S1 – S3, mengikuti pertemuan organisasi profesi pendidikan, ikut mengambil dalam kompetensi ilmiah.

Kini banyak pendidik terutama para dosen memiliki perpustakaan pribadi di rumah-rumah mereka sendiri. Buku–buku dibeli secara rutin maupun insidental. Ketika berpergian kesuatu daerah atau ke luar negeri. Seorang pendidik memang pantas memiliki perpustakaan sendiri, sebab pekerjaannya tidak lepas dari buku atau disket, yang menyimpan informasi pengetahuan. Buku-buku tersebut haruslah dibaca secara teratur. Tidak ada tempatnya hanya di pakai pajangan saja untuk menunjukan prestise sebagai sarjana, master atau doctor.

Untuk perguruan tinggi mungkin tidak diperlukan perpustakaan khusus pendidik.

Pendidik dan mahasiswa bisa belajar bersama-sama di perpustakaan umum. Atau bisa juga dibuat perpustakaan khusus jurusan. Dosen-dosen akan belajar di perpustakaan ini. Untuk sekolah memang diperlukan perpustakaan khusus untuk pendidikan, sebab materi yang dipelajari guru-guru untuk meningkatkan profesinya, berbeda yang dipelajari oleh siswa.
     Dengan cara membentuk persatuan pendidik bidang studi atau yang berspesialisasi sama dan melakukan tukar pikiran atau berdiskusi dalam kelompok masing-masing. Cara belajar seperti ini dilakukan lembaga pendidikan sangat intensif sebab masing-masing peserta akan menyumbangkan pengalaman dan pikirannya yang memberikan banyak masukan kepada para pendidikan.
     Mengikuti pertemuan-pertemuan ilmiah dimanapun pertemuan itu diadakan selama masih dijangkau oleh pendidik. Pertemuan-pertemuan seperti ini biasanya diisi oleh para ahli yang sudah mempunyai nama. Dengan mengikuti hasil karya mereka dan berpatisipasi aktif akan memberikan pengalaman tambahan kepada para pendidik disamping kemungkinan ada materi-materi baru yang perlu diserap.
      Belajar secara formal di lembaga-lembaga pendidikan baik dalam negeri maupun di dalam negeri. Studi lanjut ini bisa ditingkat S1, S2, S3 atau dapat juga dalam waktu pendek 1-6 bulan untuk mendalami bidang studi tertentu yang disahkan dengan pemberian sertifikat.
    Mengikuti pertemuan organisasi pendidikan. Dalam utusan-utusan dalam beberapa daerah akan berkumpul. Pada umumnya mereka membawakan makalahnya masing-masing yang berisi pengalaman, hasil penelitian, atau pemikiran kritis yang bertalian dengan tugas pendidik di daerahnya masing-masing. Perpaduan informasi dari seluruh penjuru ini sangat membantu pengembangan besar bagi pendidik bersangkutan untuk mengembangkan profesinya.
   Ikut mengambil dalam kompetensi-kompetensi ilmiah, seperti kompetensi untuk mendapatkan dana penelitian dari pemerintah pusat, kompetensi pengabdian masyarakat, kompetensi desain bangunan tertentu, kompetensi desain kendaraan bermotor, kompetensi inovatif dalam bidang tertentu. Kemenangan dalam kompetensi seperti ini akan memberi dorongan kuat untuk mengembangkan profesi.
     Sesudah mengetahui cara dan empat pengembangan profesi, sekarang dilanjutkan dengan apa yang harus dilakukan dalam mengembangkan profesi itu, yaitu :
  1. Membaca buku atau disket, terutama yang berklenaan dengan materi-materi baru yang ditekuni dengan cara mendidik baru
  2. Meringkas isi bacaan, ringkasan ini bermanfaat untuk memudahkan mengingat, sebab disusun atas pemahaman sendiri dengan sistam sistematika pola. Disamping itu ringkasan ini menghindarkan pendidik untuk selalu membaca banyak, sebab sulit mengingat suatu hanya dengan satu kali saja
  3. Membuat makalah, yaitu dengan mengemukakan ide baru didukung oleh informasi-informasi ilmiah. Manfaat utama membuat makalah adalah belajar menyusun pikiran secara teratur dalam bentuk tulisan. Manfaat lain adalah belajar rajin mengumpulkan informasi dan memadukannya dengan ide baru sehingga menjadi tulisan yang enak dibaca denagan isi yang menarik
  4. Melakukan penelitian, baik penelitian perpustakaan, laboratorium maupun lapangan
  5. Membuat artikel hasil penelitian, atau artikel penelitian inovatif. Artikel ini adalah untuk konsumsi majalah atau jurnal ilmiah. Hasil penelitian yang baik adalah apabila ia dikomunikasikan lewat artikel agar dapat dimanfaatkan oleh banyak orang
  6. Menulis buku ilmiah baik untuk perguruan tinggi maupun untuk sekolah. Penulisan buku ini perlu digalakkan sejak awal agar ilmu tumbuh di Indonesia
  7. Mengaplikasikan ilmu untuk kepentingan masyarakat umum atau mengadakan pengabdian kepada masyarakat.
    Dengan demikian kepala sekolah dalam memberdayakan kompetensi guru tak hanya memberikan motivasi untuk memberdayakan potensi diri, melainkan pula mengikutsertakan pada kegiatan ilmiah diluar sekolah, seperti pendidikan formal, seminar, penataran serta peningkatan kesejahtraan guru. Melalui upaya menyeluruh maka kompetensi guru secara bertahap akan mengalami peningkatan kualitasnya. Ciri Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

Untuk mempelancar kegiatan pengelolaan interaksi belajar mengajar

Masih juga diperlukan kegiatan sarana-sarana pendukung yang lain, antara lain mengetahui prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran. Setiap siswa itu pada hakikatnya memiliki perbedaan antara satu dengan yang lainnya, perbedaan-perbedaan semacam ini dapat membawa akibat perbedaan pada kegiatan yang lain, misalnya soal kreatifitas, gaya belajar, bahkan dapat membawa akibat perbedaan dalam hal prestasi siswa. Persoalan ini perlu diketahui oleh guru dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa. Untuk kepentingan pembelajaran, idealnya guru memiliki data tentang siswa.

Hargailah Profesi seseorang

Hargailah Profesi seseorang

Hargailah Profesi seseorang
Hargailah Profesi seseorang

Kesal rasanya melihat pria tua itu

Berteriak sambil membanting mie instan yang dibelinya. Ia memaki kasir itu dengan santainya, Kejadiannya pun terlihat jelas didepan saya, saya tak bisa berbuat apapun karena saya tak mau memperkeruh suasana.

Saya sangat merasakan apa yang kasir itu rasakan. Jelas, Kesal sekali.

Saya bingung dengan orang yang memaki2 itu..apakah ia mendapatkan permasalahan yg hebat karena si kasir.

Padahal yang saya lihat hanya sekedar perbedaan harga yang selisihnya hanya Rp.300

 

Apa si pria lagi PMS (preMan tuaSih) ??

Lihat dan bayangkan, ia memaki seakan si kasir telah melakukan pencurian. Padahal hanya 300 perak broo….

Masalah kecil tampak besar dimata si pria. Masalah kecil tampak mengerikan untuk si kasir.

Peristiwa ini mengingatkan saya pada pengalaman kerja saya beberapa tahun yang lalu.

 

Saya pernah menjadi kasir.

Iyah pernah.
Di suatu perusahaan retail ternama (#LebayMart) baca : hypermart

Jika saya bisa diberi keberanian untuk berbicara kepada pria tersebut.

Saya akan sampaikan

“tanpa harus marah dengan perbedaan harga tersebut kan bisa om, bisa kan?..300 perak om. Kasir itu bukan berarti mau menipu konsumen, tapi keadaanya bentuk harga dilayar dan di tempat barang belum disinkronkan, mohon maaf untuk itu”

Si pria tak bisa menerima itu meskipun si kasir bicaranya secara baik. Dan saya mengerti kenapa si kasir itu diam saat dimarahi dan hanya minta maaf.

Tanpa mengurangi rasa hormat ke siapapun yang mempunyai profesi yang sama dengan si pria dan si kasir.

Seharusnya tak perlu lah mengungkit hal yang bisa didamaikan secara gampang.

 

Apa yg anda permasalahkan. Lihat dulu. Apa harus dipermasalahkan?.

Setiap profesi punya hal yang beresiko.begitupun menjadi seorang kasir. Harus siap memberikan pelayan terbaik kepada konsumen.

Konsumen pun harusnya mengerti bagiannya.

Hargailah profesi seseorang.

Baca Juga : 

Faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan Emosi

Faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan Emosi

Faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan Emosi
Faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan Emosi

Goleman (1997) menjelaskan bahwa ada beberapa faktor

Yang mempengaruhi kecerdasan emosi individu yaitu: (a) Lingkungan keluarga. Kehidupan keluarga merupakan sekolah pertama dalam mempelajari emosi. Kecerdasan emosi dapat diajarkan pada saat masih bayi melalui ekspresi. Peristiwa emosional yang terjadi pada masa anak-anak akan melekat dan menetap secara permanen hingga dewasa.
Kehidupan emosional yang dipupuk dalam keluarga sangat berguna bagi anak kelak dikemudian hari. (b) Lingkungan non keluarga. Hal ini yang terkait adalah lingkungan masyarakat dan pendidikan. Kecerdasan emosi ini berkembang sejalan dengan perkembangan fisik dan mental anak. Pembelajaran ini biasanya ditujukan dalam suatu aktivitas bermain peran sebagai seseorang diluar dirinya dengan emosi yang menyertai keadaan orang lain (Goleman, 1997).

 

Menurut Le Dove (Goleman, 1997) bahwa faktor-faktor

Yang mempengaruhi kecerdasan emosi antara lain: (a) Fisik. Secara fisik bagian yang paling menentukan atau paling berpengaruh terhadap kecerdasan emosi seseorang adalah anatomi saraf emosinya. Bagian otak yang digunakan untuk berfikir yaitu konteks (kadang kadang disebut juga neo konteks). Sebagai bagian yang berada dibagian otak yang mengurusi emosi yaitu system limbic, tetapi sesungguhnya antara kedua bagian inilah yang menentukan kecerdasan emosi seseorang. (1) Konteks. Bagian ini berupa bagian berlipat-lipat kira-kira 3 milimeter yang membungkus hemisfer serebral dalam otak. Konteks berperan penting dalam memahami sesuatu secara mendalam, menganalisis mengapa mengalami perasaan tertentu dan selanjutnya berbuat sesuatu untuk mengatasinya. Konteks khusus lobus prefrontal, dapat bertindak sebagai saklar peredam yang memberi arti terhadap situasi emosi sebelum berbuat sesuatu. (2) System limbic. Bagian ini sering disebut sebagai emosi otak yang letaknya jauh didalam hemisfer otak besar dan terutama bertanggung jawab atas pengaturan emosi dan implus. Sistem limbic meliputi hippocampus, tempat berlangsungnya proses pembelajaran emosi dan tempat disimpannya emosi. Selain itu ada amygdala yang dipandang sebagai pusat pengendalian emosi pada otak. (b) Psikis. Kecerdasan emosi selain dipengaruhi oleh kepribadian individu, juga dapat dipupuk dan diperkuat dalam diri individu. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat dua faktor yang dapat mempengaruhi kecerdasan emosi seseorang yaitu secara fisik dan psikis. Secara fisik terletak di bagian otak yaitu konteks dan sistem limbic, secara psikis meliputi lingkungan keluarga dan lingkungan non keluarga.

Menurut Dinkmeyer (1965) faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosi

anak adalah faktor kondisi fisik dan kesehatan, tingkat intelegensi, lingkungan sosial, dan keluarga. Anak yang memiliki kesehatan yang kurang baik dan sering lelah cenderung menunjukkan reaksi emosional yang berlebihan. Anak yang dibesarkan dalam keluarga yang menerapkan disiplin yang berlebihan cenderung lebih emosional. Pola asuh orang tua berpengaruh terhadap kecerdasan emosi anak dimana anak yang dimanja, diabaikan atau dikontrol dengan ketat (overprotective) dalam keluarga cenderung menunjukkan reaksi emosional yang negatif (Dinkmeyer, 1965).

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat berbagai faktor

Yang mempengaruhi kecerdasan emosi. Dalam penelitian ini faktor yang akan diteliti adalah pola asuh orang tua yang berkaitan dengan emotion coaching yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya sebab emotion coaching yang diberikan oleh orang tua sejak dini berpengaruh terhadap perkembangan emosi anak pada tahapan selanjutnya. Pendapat ini didukung oleh hasil penelitian yang dikemukakan oleh Collins & Kuczaj (1991) bahwa parenting style (pola asuh orang tua) memiliki pengaruh yang kuat terhadap perkembangan anak. Ciri Ciri Teks Laporan Hasil Observasi